A-Z Penyakit Hewan Ternak

Trikhodiniasis

Trikhodiniasis disebabkan oleh trichodina sp. yaitu protozoa dari kelompok ciliata yang memiliki bulu getar peritrikha dan bentuk bundar seperti cawan dengan diameter 50 µm. Trichodina sp merupakan anggota dari famili Trichodinidae dan biasa menyerang ikan pada bagian tubuh, insang dan sirip. Parasit ini dapat hidup dua hari tanpa inang dan dapat menginfeksi daerah yang sangat luas, karena parasit ini bersifat planktonik. Parasit ini biasanya menyukai tempat yang mempunyai aliran air yang kecil atau stagnant. Trichodina sp. menginfeksi ikan pada semua umur, tetapi paling banyak menginfeksi benih.

Trichodina sp. dapat menyerang ikan air tawar dan air laut. Ikan air tawar yang biasa terinfeksi Trichodina sp. yaitu gurami, lele, mas, nila, bandeng, patin, koi, lou-han dan gabus. Sedangkan ikan air laut yang sering teinfeksi Trichodina sp. yaitu ikan kepe-kepe dan kerapu. Trichodina sp. sering ditemukan pada kondisi perairan yang tinggi akan bahan organik, suhu tinggi, pH rendah, amoniak tinggi, dan rendahnya oksigen dan stagnant.

Gejala

Gejala klinis ikan yang terinfeksi Trichodina sp. yaitu warna kulit menjadi lebih gelap, nafsu makan menurun, lendir berlebih, mengalami penurunan berat badan dan adanya degenerasi dan nekrosis pada jaringan epithel organ yang terinfeksi. Pada benih ikan terdapat luka pada kulit tubuh, sisik terlepas, pada permukaan tubuh tampak pendarahan.

Penanganan dan Pencegahan

Pencegahan dan pengobatan penyakit parasit Trichodina sp. Pada ikan selama ini menggunakan bahan kimia dan antibiotik seperti NaCl, formalin dan CuSO4. Penggunaan bahan alami yang dapat digunakan adalah api-api (Avicennia marina).

Upaya pencegahan penyakit yang dilakukan meliputi pemberian garam dan perendaman daun ketapang di kolam pemeliharaan, karena rendaman air ketapang mengandung asam organik seperti humic dan tannic yang berguna untuk membunuh bakteri. Sementara itu, bakteri merupakan makanan bagi Trichodina sp. Humic juga dapat mengkondisikan kandungan logam yang berlebihan dan berbahaya bagi ikan.

Hal lain yang bisa dilakukan adalah pemberian pakan yang cukup baik kualitas maupun kuantitasnya serta kondisi parameter kualitas airnya yang diusahakan seoptimum mungkin. Jika kondisi lingkungan optimum dan ikan-ikan berada dalam kondisi prima, diberi pakan yang cukup secara kualitas maupun kuantitasnya serta diberikan secara tepat waktu, maka ketahanan tubuh ikan meningkat sehingga serangan penyakit pada ikan-ikan yang dipelihara menjadi rendah.

 

----------------------------------------------

Disusun oleh: Syamsidar & Kusdianawati

Share

Referensi

Afifah B, Abdulgani N dan Mahasri G. 2014. Efektifitas Perendaman Benih Ikan Mas (Cyprinus carpio L.) dalam Larutan Perasan Daun Api-api (Avicennia marina) terhadap Penurunan Jumlah Trichodina sp. Jurnal Sains dan Seni Pomits Vol. 3, No.2, (2014) 2337-3520

 

Sarjito Prayitno. MSc. Alfabetian Harjuno Condro Haditomo, SPi., MSi. Buku Pengantar Parasit dan Penyakit Ikan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro 2013

 

Noor Shiva Sari, Rokhmani, Edy Riwidiharso . 2015. Kelimpahan dan variasi morfometrik trichodina sp. Pada benih ikan cupang (betta splendens regan) yang dibudidayakan di “enjoy akuarium” dukuh waluh kecamatan kembaran banyumas.
http://repository.ut.ac.id/1584/1/fmipa2015_05.pdf

 

Penyakit Infeksi Pada Budidaya Ikan Laut di Indonesia. https://www.researchgate.net/publication/292477034_Penyakit_Infeksi_Pada_Budidaya_Ikan_Laut_di_Indonesia