A-Z Penyakit Hewan Ternak

Trichomoniasis (Bovine Trichomonad Abort)

Trichomoniasis memiliki sinonim Trichomonosis, Bovine TrichomoniasisBovine Genital Trichomoniasis, dan Bovine Trichomonad Abort. Trichomoniasis adalah penyakit pada ruminansia yang menyerang sistem reproduksi terutama ternak sapi yang ditandai dengan penurunan kesuburan dan abortus dini (keguguran). Penyakit ini bersifat menular yang disebabkan oleh protozoa Tritrichomonas foetus. Bakteri ini berbentuk seperti buah pear, terdiri dari 3 flagella di depan dan 1 flagella di belakang. Ukuran dari protozoa ini 10-25 µm dengan lebar 3-15 µm.

Spesies rentan terhadap T. foetus yaitu sapi, zebu, serta kemungkinan babi, kuda, kucing dan rusa kecil (roe deer). Penyakit ini dapat menyebar melalui perkawinan alami, juga dapat melalui inseminasi buatan (IB) dengan alat yang dicemari oleh protozoa ini, atau pertolongan kelahiran yang tidak bersih.

Pada infeksi pertama kali protozoa berkembang biak di dalam vagina kemudian menjalar ke uterus. Pada sapi jantan, bakteri ini hidup pada permukaan penis, orifisium urethra bagian anterior dan kantong praeputium.

Gejala 

Gejala klinis dari penyakit ini antara lain: vaginitis, cervicitis atau endometritis, pyometra, dan abortus pada kebuntingan usia muda (50-100 hari). Gejala berdasarkan fase penyakitnya adalah sebagai berikut:

  • Fase akut, kebanyakan kegagalan perkawinan terjadi setelah adanya pejantan yang baru masuk ke dalam suatu kelompok ternak. Panjang siklus birahi menjadi bervariasi setelah terjadinya perkawinan yang gagal, dapat mencapai lebih dari 30 hari. dua minggu pasca penularan dapat ditemukan adanya pembengkakan vulva dan jaringan sekitarnya disertai dengan keluarnya cairan mukopurulen. Selain itu terlihat adanya keradangan mukosa vagina yang diikuti adanya serpihan-serpihan nanah di dalam cairan yang keluar dari alat kelamin. 
  • Fase sub-akut, pada permulaan fase ini banyak perkawinan yang berhasil dan banyak betina menjadi bunting akan tetapi sebelum fase ini berakhir terlihat siklus birahi diperpanjang 70 hari tanpa disertai abortus. Cairan mukopurulen ditemukan dari vagina setelah ada perkembangan piometra dalam uterus. Abortus sering terjadi pada umur kebuntingan 4 bulan. Setelah abortus siklus birahi normal kembali. 
  • Fase kronis, terlihat gejala piometra, siklus birahi tidak teratur dan berlangsung pada waktu yang lama.

Penanganan dan Pencegahan 

Pengobatan pada penyakit Trichomoniasis dapat dilakukan dengan menggunakan antibiotika spektrum luas baik untuk pejantan maupun betina. Sebelum diberikan obat, pertama-tama, dilakukan pembersihan sisa-sisa plasenta pada sapi yang mengalami abortus. Kemudian dilakukan irigasi dengan lugol 1% atau 0,5% tripaflavin, atau larutan chlor 1-3%. Setelah bersih dimasukkan sulfanilamide ke dalam uterus karena kemungkinan terluka, juga diberikan suntikan antibotika untuk mencegah infeksi sekunder.

Pada sapi betina bisa diberikan Metronidazol per oral dengan dosis sampai 50 mg/ per kilogram berat badan setiap hari selama 5 hari. Hal ini akan mempercepat kesembuhan dan mencegah pyometra atau abortus. Sapi jantan pada prinsipnya tidak dianjurkan untuk diobati namun sebaiknya segera dipotong.

Pencegahan terhadap kasus Trichomoniasis dapat dilakukan dengan cara menghentikan perkawinan dengan cara kawin alami, dan melaksanakan program Inseminasi Buatan dengan baik untuk menghindarkan penularan Trichomonas yang bersifat venereal disease.

Share

Referensi

Pudjiatmoko, Syibli M, Nurtanto S, Lubis N, Syafrison, Yulianti S, Kartika D, Yohana CK, Setianingsih E, Efendi ND, Saudah E.2014. Manual Penyakit Unggas . Subdit Pengamatan Penyakit Hewan Direktorat Kesehatan Hewan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian.

 

elisa.ugm.ac.id/user/archive/download/86969/9967aa1af2bea0df722c04580f3bea23

 

https://www.situs-peternakan.com/trikomoniasis-penyakit-yang-sering-menyerang-sapi/