A-Z Penyakit Hewan Ternak

Toxoplasmosis

Toxoplasmosis adalah infeksi yang disebabkan parasit Toksoplasma gondii yang bersifat parasit intraselular obligat. Penyakit ini merupakan salah satu penyakit zoonosis yang banyak dijumpai di hampir seluruh dunia dan menyerang berbagai jenis mamalia, termasuk satwa eksotik.

Penyakit ini mempunyai dampak ekonomis yang penting karena mampu menimbulkan penuruan produksi, gangguan pertumbuhan dan fertilitas, termasuk abortus. Biaya pengobatan yang tinggi dan penurunan kualitas sumber daya manusia merupakan kerugian lain yang juga harus dipertimbangkan.

Cacing tanah,kecoa dan tikus dapat berperan sebagai sumber penular toxoplasma tanpa kehilangan virulensinya.

Gejala

Biasanya tidak ada tanda infeksi yang khas. Pada domba dapat terjadi abortus pada akhir kebuntingan. Gangguan syaraf terjadi akibat serangan pada sistem syaraf dengan gejala berputar-putar, inkoordinasi gerak, kekakuan otot serta kelelahan. Pada kucing dapat terjadi diare, hepatitis, miokarditis, miositis, pneumonia dan ensefalitis pada infeksi yang berat tetapi umumnya simptomatik. Masa inkubasi toxoplasmosis sekitar 2-3 minggu. Gejala yang muncul merupakan gejala umum biasa, antara lain demam dan pembesaran kelenjar linfe di leher bagian belakang.

Apabila infeksi mengenai susunan syaraf pusat maka akan menyebabkan encephalitis (toxoplasma cerebralis akut). Parasit yang masuk ke dalam otot jantung mengakibatkan terjadinya peradangan. Adapun lesi pada mata akan mengenai khorion dan retina sehingga menimbulkan irridosklitis dan khorioditis (toxoplasmosis ophithal mica akuta).

Penanganan dan Pencegahan

Pada ternak pengobatan yang dilakukan adalah dengan pemberian preparat Clindamycin dengan dosis 25-50 mg/kg berat badan per hari dibagi menjadi 2 dosis, yaitu pagi dan sore diberikan secara per oral. Preparat yang lain adalah Sulfidazine dengan dosis 30 mg/kg berat badan diberikan per oral setiap 12 jam. Bersama-sama dengan pemberian pyrimethamine 0,5 mg/kg berat badan, dan untuk mengurangi gejala samping yang timbul, maka pada waktu memberi makan perlu ditambahkan folinic acid 5 mg/hari.

Obat Toxoplasmosis yang dilaporkan cukup efektif adalah kombinasi pyrimethamine dengan trisulfapyrimidine yang mampu menghambat siklus p-amino asam benzoat dan siklus asam foist. Dosis yang dianjurkan untuk pyrimethamine ialah 25-50 mg per hari selama sebulan dan trisulfapyrimidine dengan dosis 2.000-6.000 mg sehari selama sebulan.

Spiramycin merupakan obat pilihan lain walaupun kurang efektif tetapi efek sampingnya kurang bila dibandingkan dengan obat-obat sebelumnya. Dosis spiramycin yang dianjurkan ialah 2-4 gram sehari yang di bagi dalam 2 atau 4 kali pemberian.

Prinsip pencegahan toxoplasmosis adalah dengan memutus rantai penularan, sehingga oosista maupun sista tidak masuk ke dalam tubuh manusia maupun ternak. Pencegahan juga dapat dilakukan dengan vaksinasi.

 

----------------------------------------------

Disusun oleh: Syamsidar & Kusdianawati

Share

Referensi

Pudjiatmoko, Syibli M, Nurtanto S, Lubis N, Syafrison, Yulianti S, Kartika D, Yohana CK, Setianingsih E, Efendi ND, Saudah E.2014. Manual Penyakit Unggas . Subdit Pengamatan Penyakit Hewan Direktorat Kesehatan Hewan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian.

 

Triakoso N. 2011. Penyakit Zoonosis pada Ternak. Pendidikan dan Latihan Pengamat Peternakan dan Kesehatan Hewan

 

Apsari IAP, Suratma NA, Oka IBM, Dwinata IM. 2017. Modul Identifikasi Infeksi Protozoa. Laboratorium Parasitologi Fakultas Kedokteran Hewan Udayana