A-Z Penyakit Hewan Ternak

Theileriasis (Tick Borne Disease)

Theileriasis juga dikenal sebagai tick borne disease. Penyakit ini merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh protozoa Theileria sp yang bersirkulasi dalam darah secara intraseluler. Penyakit ini menginfeksi sel darah merah (eritrosit) dan sel darah putih (leukosit). Spesies yang rentan terhadap penyakit Theileriasis adalah sapi dan kerbau. Penularan Theileriasis dari hewan satu ke hewan yang lain dilakukan oleh vektor caplak dari genus Amblyomma secara stage to stage.

Gejala

Infeksi Theilleria sp. menyebabkan kelemahan, berat badan turun, anoreksia, suhu tubuh tinggi, ptekhi pada mukosa konjungtiva, pembengkakan nodus limfatikus, anemia dan batuk. Sedangkan infeksi pada stadium lanjut menyebabkan hewan tidak dapat berdiri, suhu tubuh dibawah normal (T<38,5oC), ikterus, dehidrasi, dan ada kalanya darah ditemukan di feses. Pada kasus infeksi akut, gejala yang tampak adalah demam tinggi sampai 41,6°C dan bertahan 2-8 hari, anoreksia, lemah, malas, limfonodus membengkak, salivasi, lakrimasi, diare, penurunan berat badan, berbaring dan pada kasus yang berat hewan cenderung akan mati.

Tanda-tanda lainnya adalah respirasi meningkat, atoni rumen, warna urine coklat gelap, produksi susu turun, tremor muskularis pada daerah bahu, anemia dan ikterus, selanjutnya hewan akan berangsur-angsur mulai sembuh atau bisa menyebabkan kematian.

Penanganan dan Pencegahan

Pengobatan penyakit ini dapat dilakukan dengan trypan blue, phenamidine isothionat, preparat quinoline, campuran trypaflavin dengan acriflavin dan sulfonamid. Pengobatan ini bersifatnya supportif hanya untuk mengurangi gejalanya. Sebenarnya ternak yang terinfeksi dapat sembuh dengan sendirinya bergantung dengan sistem kekebalan tubuhnya. Pencegahan Theileriasis dapat dilakukan dengan cara mengurangi populasi vektor, melalui dipping, sanitasi kandang, pemberian repellant seta melakukan manajemen pemeliharaan yang baik. Lakukan karantina terhadap ternak yang baru datang sebelum dimasukkan ke kandang utama.

Pencegahan dalam dilakukan dengan pembasmian caplak sebagai vektor dengan cara Pemberian parasitide berupa akarisida untuk membunuh larva, nimfa dan caplak ixodidae dewasa dapat dilakukan. Akarisida biasanya digunakan pada ternak dengan cara perendaman dan penyemprotan.

Beberapa jenis akarisida juga dapat diaplikasikan dalam bentuk implan dan bolus, pour-on (digunakan pada punggung dan menyebar lebih cepat ke semua permukaan tubuh) dan spot-on.

 

---------------------------------------------

Disusun oleh: Syamsidar & Kusdianawati

Share

Referensi

Pudjiatmoko, Syibli M, Nurtanto S, Lubis N, Syafrison, Yulianti S, Kartika D, Yohana CK, Setianingsih E, Efendi ND, Saudah E.2014. Manual Penyakit Unggas . Subdit Pengamatan Penyakit Hewan Direktorat Kesehatan Hewan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian.

 

Kelles, I., Deger, S., Altug,N., Karaca, M., Akdemir, C. 2001. Tick-borne disease in cattle: clinical and haematological findings, diagnosis, treatment, seasonal distribution, breed, sex and age factors and the transmitter of the disease. YyuVetFakDerg. 12:26-32

 

Sulistri A. 1985. Theileriosis pada Sapi Akibat Infeksi Theileria Mutans. Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor