A-Z Penyakit Hewan Ternak

Tetanus (Lock Jaw/Rahang Terkunci)

Tetanus disebut juga sebagai Lock Jaw (rahang yang terkunci). Tetanus merupakan penyakit infeksi yang ditandai dengan spasmus otot yang mengakibatkan kematian pada hewan mamalia serta manusia. Tetanus disebabkan oleh Clostridium tetani (C.tetani) yang biasa ditemukan dalam tanah, debu dan feses. Jenis spesies rentan terhadap tetanus adalah kuda, angsa, domba, kambing, anjing dan kucing, sapi, babi. Penularan tetanus dapat disebabkan oleh masuknya bakteri anaerob melalui luka tusukan yang mempunyai potensi oksidasi reduksi lemah.

Selain itu, penularan juga terjadi melalui luka tertusuk paku, luka-luka pada rongga mulut, luka tersembunyi di dalam usus atau alat kelamin yang terinfeksi oleh C.tetani. Kejadian penularan pada kuda umumnya melalui luka pada kuku sewaktu memasang tapal kuda, pada domba terjadi melalui luka kastrasi atau pencukuran rambut, sedang pada sapi melalui luka bekas pemotongan tanduk dan pada babi melalui luka kastrasi.

Gejala

Gejala Klinis tetanus untuk semua hewan hampir sama. Masa inkubasi tetanus umumnya 8 hari, namun juga ada yang bisa mencapai 4 minggu tergantung jarak tempat infeksi dengan sistem saraf pusat.

Gejala tetanus sering diawali dengan spamus ringan pada rahang (lock jaw) atau trimus. Pada kuda terjadi kekakuan yang khas berupa spasmus membrana niktitan, trompet hidung melebar, ekor naik dan kaki membentuk kuda-kuda. Bila yang terserang otot-otot fascia maka hewan akan susah membuka mulut. Bila toksin sudah menyerang otak maka akan terjadi kekejangan umum, konvulsi yang berkesinambungan yang disebabkan oleh aspeksia.

Gejala lain meliputi keluarnya saliva berlebihan dari mulut, keringat yang berlebihan, demam, spasmus otot tangan dan kaki, menjadi lebih peka, susah menelan, sesak napas, serangan jantung, gangguan pernapasan, detak jantung yang tidak teratur, urinasi dan defekasi yang tidak terkontrol.

Penanganan dan Pencegahan

Pengobatan tetanus dapat dilakukan sebagai berikut:

  • Luka dibuat segar, dengan membuang bagian jaringan yang rusak, kemudian luka dicuci dengan KMnO4 atau H2O2 dan diobati dengan antibiotika.
  • Diberikan antitoksin tetanus dosis kuratif
  • Perlakuan pada hewan sakit adalah:(1) kandang harus bersih, kering, dan gelap, (2) diberikan kain penyangga perut, (3) makanan disediakan setinggi hidung, (4) luka yang ada diobati
  • Diberikan obat-obatan untuk mengatasi simptom atau gejala antara lain. (1) obat penenang, (2) muscle relaxan

Pencegahan tetanus dapat dilakukan antara lain dengan:

  • Menyingkirkan barang tajam (kulit kerang, paku, duri) di tempat penggembalaan.
  • Bila ada luka dibersihkan, dikuret atau didrainase dan diobati.
  • Dilakukan vaksinasi aktif dengan formol vaksin.
  • Dilakukan vaksinasi pasif dengan antitoksin
  • Gunakan peralatan operasi yang steril dan jangan melakukan operasi dekat dengan tempat yang mungkin menjadi sumber infeksi tetanus.

 

----------------------------------------------

Disusun oleh: Syamsidar & Kusdianawati

Share

Referensi

Pudjiatmoko, Syibli M, Nurtanto S, Lubis N, Syafrison, Yulianti S, Kartika D, Yohana CK, Setianingsih E, Efendi ND, Saudah E.2014. Manual Penyakit Unggas . Subdit Pengamatan Penyakit Hewan Direktorat Kesehatan Hewan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian.

 

Murwani S, Qosimah D, Amalia I. 2017. Penyakit Bakterial pada Ternak Hewan Besar dan Unggas. UB Press. Malang Indonesia