A-Z Penyakit Hewan Ternak

Streptococcosis pada Babi

Streptococcosis pada babi disebabkan oleh Streptococcus sp. yang ditandai dengan adanya poliartritis, septikemia dan meningitis. Bakteri S.suis dapat ditemukan pada saluran pernafasan bagian atas, terutama pada tonsil dan rongga hidung, organ genitalia dan saluran pencernaan. Bakteri S. suis terdiri dari 35 serotipe dengan serotipe-2 yang paling virulen dan bersifat zoonosis. Penyakit ini menyerang babi segala umur, jenis kelamin dan ras. Tingkat morbiditas dan mortalitas pada babi berkisar 51% dan 38% sedangkan case fatality rate mencapai 75%.

Gejala

Gejala klinis pada babi yaitu kebengkakan pada sendi kaki depan maupun belakang. Kebengkakan ini umumnya bersifat tunggal, tetapi dapat pula Iebih dari satu kaki yang terserang. Suhu rektal babi meningkat dan tidak mau makan. Gejala lainnya, terdapat kemerahan pada kulit sering terlihat baik pada babi putih maupun hitam, diikuti dengan gejala syaraf, ingusan dan ngorok. Beberapa kasus memperlihatkan gejala konstipasi. Batuk darah kadang ditemukan beberapa saat sebelum hewan mati.

Apabila babi dapat melampaui masa akut, terlihat gejala kelumpuhan, dan kaki nampak diseret sewaktu berjalan. Inkoordinasi gerak disertai pembengkakan persendian, diare kadang-kadang bercampur darah, dan gemetar disertai dengan gerakan menggeleng-gelengkan kepala. Babi muda sering mati mendadak tanpa menunjukkan gejala klinis yang jelas. Perubahan patologik yang menonjol dijumpai pada babi maupun monyet adalah meningitis dengan prevalensi 80%.

Streptococal meningitis diduga berpotensi zoonotik seperti infeksi yang disebabkan oleh Streptococcus suis type 2 yang menimbulkan meningitis pada manusia.

Penanganan dan Pencegahan

Pengobatan dapat dilakukan dengan menggunakan antibiotik penisilin, oxytetracyclin dan kanamycin cukup efektif untuk pengobatan streptococcosis pada babi. Pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan kandang, tempat pakan dan minuman. Pemberian pakan berasal dari limbah hewan sakit harus dihindari. Pencegahan dengan vaksin belum ditemukan.

 

----------------------------------------------

Disusun oleh: Syamsidar & Kusdianawati

Share

Referensi

Pudjiatmoko, Syibli M, Nurtanto S, Lubis N, Syafrison, Yulianti S, Kartika D, Yohana CK, Setianingsih E, Efendi ND, Saudah E.2014. Manual Penyakit Unggas . Subdit Pengamatan Penyakit Hewan Direktorat Kesehatan Hewan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian.

 

Suarjana IGK, Asmara W. 2012. Karakterisasi Molekuler dan Uji Patogenesitas Streptococcus Patogen Isolat Asal Bali. Buletin Veteriner Udayana Vol. 4 No.1. :1-8 ISSN : 2085-2495

 

Salasia SIO, Artdita CA, Slipranata M, Artanto S. 2015. Diagnosis Infeksi Streptococcus suis serotipe-2 pada Babi Secara Serologi dengan Muramidase Released Protein. Jurnal Veteriner. Vol. 16 No. 4 : 489-496