A-Z Penyakit Hewan Ternak

Strangles (Distemper Kuda. Ingus Jinak)

Strangles disebut juga Distemper kuda, Equine distemper, Ingus jinak, dan Ingus tenang. Penyakit Strangles pada kuda yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus equi merupakan salah satu penyakit yang tersebar luas di dunia dan merupakan penyakit kuda yang mahal. Penularan terjadi melalui sumber infeksi, yaitu cairan hidung (discharge) dari hewan yang terinfeksi, yang mencemari pakan, tempat minum dan lapangan pengembalaan.

Gejala

Umumnya kuda yang terinfeksi menunjukkan gejala limfadenitis terutama pada sub maxilaris. Selain itu, peradangan terjadi pada saluran pernafasan atas yang disertai dengan discharge mukopurulen dari hidung secara terus menerus. Setelah melewati masa inkubasi 4-8 hari, penyakit berkembang dengan cepat disertai demam (suhu 39,5-40,5°C), anoreksia, keluar cairan serous dari hidung yang dengan cepat berubah menjadi copius dan purulen, gejala pharyngitis dan laryngitis. \

Akibat pharyngitis, kuda sering mengalami regurgitasi melalui lubang hidung saat makan terdengar batuk lembab, kesakitan dan sangat mudah terangsang. Kepala menunduk untuk mengurangi rasa sakit pada tenggorokan.

Demam biasanya berlangsung dalam 2-3 hari dan ditandai dengan membengkaknya limphoglandula daerah tenggorokan. Daerah limphoglandula menjadi bengkak, panas dan sakit. Nanah dari hidung meningkat dan menyumbat saluran pernafasan, sehingga pernafasan dangkaI (tersengal). Pembengkakan limphoglandula (pharyngealis, submaxillaris dan parotis) berkembang 3-4 hari dan glandula membentuk cairan serous dalam 10 hari.

Akhirnya, terjadi ruptur (perobekan) yang mengeluarkan nanah kental berwama kuningan. Kadang ditemukan abses lokal pada permukaan tubuh lain, terutama pada wajah dan leher. Komplikasi penyakit ini memungkinkan timbulnya metastasis ke organ lain, seperti paru (pneumonia akut); otak (meningitis purulenta) dengan gejala eksitasi, hyperestesia, kekakuan leher, terminal paralisis; infeksi trombi pada pembuluh darah vena; abses hati, limpa dan
limfoglandula viseral.

Penanganan dan Pencegahan

Pada abses yang baru, dapat dilakukan pengompresan, sedangkan pada abses yang lama (tukak) dilakukan drainasi. Pengobatan dilakukan dengan penisilin, sulfametazine, trimethoprim dan sulfadiazin. Dosis Penisilin adalah 2.500 - 10.000 iu/kg bobot badan selama 4-5 hari. Pengobatan akan berhasil jika disertai dengan perawatan yang baik. Ternak yang sembuh biasanya memperoleh kekebalan yang kuat terhadap serangan penyakit ingus tenang di masa mendatang.

Untuk mendapatkan kekebalan buatan, dilakukan vaksinasi pada anak kuda mulai berumur 3 bulan. Vaksinasi diberikan tiga kali dengan selang waktu 1–2 minggu. Diharapkan pada vaksinasi ke 3 telah diperoleh perlindungan yang memadai, kemudian diulang setiap 12 bulan. Kuda penderita sebaiknya diisolasi segera, kemudian diberikan desinfektan terhadap alat, kandang, dan barang lain yang mungkin tercemar.

 

------------------------------------------------

Disusun oleh: Syamsidar & Kusdianawati

Share

Referensi

Pudjiatmoko, Syibli M, Nurtanto S, Lubis N, Syafrison, Yulianti S, Kartika D, Yohana CK, Setianingsih E, Efendi ND, Saudah E.2014. Manual Penyakit Unggas . Subdit Pengamatan Penyakit Hewan Direktorat Kesehatan Hewan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian.

 

Hidayat R, Alhadi F. 2012. Identifikasi Streptococcus Equi dari Kuda yang Diduga Menderita Strangles. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia (JIPI), Desember 2012 Vol. 17 (3): 199203

 

Dasar-Dasar Kesehatan Ternak. Buku Teks Bahan Ajar Siswa