A-Z Penyakit Hewan Ternak

Soremouth (Virus Cacar pada Kambing & Domba)

Soremouth merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh virus yang sering menyerang domba dan kambing. Penyakit ini juga dikenal sebagai contagious ecthyma. Soremouth disebabkan oleh virus cacar yang terdapat di kulit sehingga masuk ke tubuh ternak. Soremouth ditularkan melalui kontak langsung dengan ternak yang menderita penyakit atau kontak dengan peralatan, pakan yang telah terkena virus cacar.

Gejala

Tanda-tanda klinis pada ternak akibat dari infeksi soremouth yaitu terdapat scabs atau lecet pada bibir, hidung, ambing dan puting, atau kadang-kadang di bagian kuku dan kulit kaki bagian bawah. Soremouth menyebabkan ternak depresi, tingkat pertumbuhan menurun, membuat ternak rentan terserag penyakit lain. Selain itu, ternak mengalami penurunan nafsu makan sehingga menyebabkan kelaparan dan berakibat kematian pada ternak.

Pada ternak betina yang sedang laktasi tapi belum pernah divaksinasi akan lebih rentan terserang penyakit ini, karena ternak betina bisa mendapatkan lesi pada puting. Biasanya, infeksi akan membaik sendiri dalam satu hingga empat minggu, dengan kekebalan tubuh yang dimiliki oleh ternak.

Penanganan dan Pencegahan

Penyakit soremouth akan hilang dengan sendirinya tetapi bisa diobati dengan menggunakan larutan yodium atau gliserin. Pada saat pengobatan jangan menggunakan kuas atau alat lain yang berfungsi untuk menggosok atau mengikis daerah lesi mulut yang sakit karena akan menyebar lebih lanjut di wajah atau jaringan lain.

Pada umumnya, cara terbaik untuk mengatasi lesi mulut dengan meninggalkan ternak tersebut sendiri dan membiarkan ternak membersihkan dirinya dari waktu ke waktu. Jika lalat atau serangga lainnya menganggu maka bisa diobati pada area tersebut dengan insektisida. Penting bagi peternak yang mengobati ternak menderita soremouth agar memakai sarung tangan, karena virus menular kepada manusia.

Pencegahan agar ternak tidak menderita soremouth yaitu dengan cara pemberian vaksin. Vaksin hidup untuk soremouth akan menyebabkan lesi pada lokasi tubuh spesifik yang dipilih oleh peternak. Biasanya pada bagian yang tidak berbulu, seperti bagian dalam telinga, di bawah ekor, atau di dalam paha. Karena vaksinnya berupa virus hidup, maka penting untuk diperhatikan proses vaksinasi hanya pada ternak yang rentan terhadap virus.

---------------------------------------------

Disusun oleh: Kusdianawati & Syamsidar

Share

Referensi

Pezzanite, L., Neary, M., Hutchens, T., Scharko, P. Common Diseases and Health Problems in Sheep and Goats. UK (University of Kentucky), College of Agriculture. Animal Sciences, Purdue Extension. Purdue University Cooperative Extension Service, West Lafayette, IN 47907.