A-Z Penyakit Hewan Ternak

Salmonellosis pada Ruminansia

Salmonellosis adalah penyakit yang diakibatkan oleh infeksi bakteri Salmonella pada hewan atau manusia. Salmonellosis bersifat zoonosis, yaitu ditularkan dari hewan ke manusia.

Penyakit ini utamanya menyerang sistem pencernaan pada hewan dan manusia yang mengakibatkan gangguan pada pencernaan (gastroenteritis). Spesies rentan terhadap Salmonella sp pada ruminansia adalah sapi, kambing, domba, dan kerbau.

Penularan Salmonella melalui pakan, air minum dan feses yang tercemari oleh bakteri Salmonella. Selain itu Salmonella juga ditularkan secara intra uterin dan lewat telur. Penderita Salmonellosis masih mengekskresikan bakteri 3-4 bulan setelah sembuh dari sakit.

Gejala

Gejala penyakit salmonellosis yang umum pada ternak ruminansia yaitu lesu, tidak banyak bergerak dan lebih sering berbaring dilantai kandang, suhu tubuh tinggi berkisar 40 – 41oC, diare dan kotoran baunya menyengat, napas cepat dan terengah-engah, nafsu makan menurun dan lebih sering minum.

Pada hewan yang sedang bunting dapat terjadi abortus. Kematian dapat terjadi 3-4 hari setelah menderita sakit atau dapat sembuh dengan sendirinya setelah beberapa minggu hingga bulan.

Pada sapi perah, penyakit ini dapat menurunkan produksi susu. Ternak juga dapat mengalami diare berdarah dan berlendir karena adanya lesi pada usus.

Penanganan dan Pencegahan

Pengobatan dapat dilakukan dengan pemberian :

  • Sulfonamida: sulfanilamid terhadap infeksi dengan S.typhi, S.paratyphi dan S.gallinarum, dan lain-lain; sulfaquinoxalin dan sulfamerasin untuk infeksi S.pullorum dan S.gallinarum, sulfagunanidin untuk infeksi S.cholerasuis.
  • Nitrofurans: nitrofurazone untuk infeksi S.cholerasuis, S.pullorum dan S.gallinarum.
  • Antibiotika: streptomycin, neomycin, aureomycin dan terramicyn untuk infeksi bakteri Salmonella pada umumnya.

Pencegahan dapat dilakukan dengan melakukan vaksinasi dengan vaksin aktif (hidup). Sediaan vaksin hidup dari strain Salmonella dublin memberikan perlindungan yang baik bagi anak sapi melawan Salmonella dublin dan Salmonella typhimurium.

Ternak ruminansia yang telah terserang bakteri Salmonella sp harus segera dipisahkan dengan ternak yang sehat. Lakukan segera pengobatan dengan pemberian antibiotik dan sulfonamide setelah terjadi diare dan demam untuk mengurangi tingkat kematian.

Pola pemeliharaan dengan meletakkan ternak pada kandang yang tertutup, selalu menjaga kebersihan kandang, desinfeksi, penyediaan air yang bersih dan juga sterilisasi bahan makanan ternak perlu dilakukan.

 

----------------------------------------------

Disusun oleh: Syamsidar & Kusdianawati

Share

Referensi

Pudjiatmoko, Syibli M, Nurtanto S, Lubis N, Syafrison, Yulianti S, Kartika D, Yohana CK, Setianingsih E, Efendi ND, Saudah E.2014. Manual Penyakit Unggas . Subdit Pengamatan Penyakit Hewan Direktorat Kesehatan Hewan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian.

 

http://komunitas-dokterhewan.blogspot.com/2008/03/ salmonellosis-pada-sapi.html

 

Fakhrurrozi A. 2012. Salmonellosis pada Ruminansia dan Mamalia. http://portalilmu-rozy.blogspot.com/ 2012/10/salmonellosis-pada-ruminansia-dan.html

 

https://www.situs-peternakan.com/penyakit-salmonellosis-pada-ternak-ruminansia-html/