A-Z Penyakit Hewan Ternak

Ringworm Sapi

Ringworm juga dikenal dengan nama Kadas, Tinea, ataupun Dermatomycosis. Ringworm sapi merupakan salah satu penyakit zoonosis dan menular dari hewan ke manusia maupun dari manusia ke hewan.

Penyakit ringworm pada sapi disebabkan oleh jamur dagi genus Trichophyton, Trichophyton verrucosum, T. mentagrophytes dan T. megninii.. Ringworm merupakan penyakit infeksi kutaneus superfisial yang menyerang lapisan berkeratin seperti stratum korneum kulit, rambut, dan kuku. Ringworm pada sapi umumnya terjadi pada musim hujan dan pada sapi yang dikandangkan.

Kebersihan sapi dan kandang sangat mempengaruhi penularan penyakit ini. Ringworm sering menginfeksi sapi muda disebabkan pedet memiliki kulit dengan PH tinggi dan sapi dewasa umumnya sudah memiliki kekebalan (innate immunity).

Morbiditas pada sapi muda mencapai 40%. Penularan ringworm pada sapi dapat secara langsung melalui sentuhan dengan sapi terinfeksi ringworm atau secara tidak langsung dengan peralatan yang terkontaminasi spora jamur ringworm.

Gejala

Gejala klinis penyakit ringworm pada sapi ditandai dengan timbulnya lesi berwarna putih keabuan berbentuk bulat disertai adanya krusta, scale, hiperkeratosis, dan alopesia dengan berbagai ukuran pada daerah wajah, leher, dada, kaki, dan tubuh. Pada ringworm sapi bali ditemukan hiperpigmentasi, yaitu kondisi warna kulit menjadi lebih gelap dari normalnya. Hewan yang terinfeksi parah menyebabkan nafsu makan menurun dan hewan menjadi kurus.

Penanganan dan Pencegahan

Pengobatan dapat dilakukan dengan lima cara, yaitu :

  1. Iritansia, yang menghebatkan proses radang
  2. Keratolitikum, yang meluruhkan dan menghilangkan keratin
  3. Fungistatikum, yang menahan pertumbuhan jamur lebih lanjut
  4. Fungisid, yang membunuh jamur secara langsung
  5. Obat yang menghentikan pertumbuhan rambut, hingga keratin juga tidak terbentuk. Pengobatan juga dapat dilakukan secara sistemik dan topikal meskipun tergolong mahal.

Secara sistemik dapat diberikan preparat griseofulvin dengan dosis 7,5 – 10 mg/kg secara PO satu kali sehari. Secara topikal menggunakan mikonazol 2 % atau salep yang mengandung Asam benzoat 6 g, asam salisilat 3 g, sulfur 5 g, iodine 4 g and vaseline 100 g.

Pencegahan dilakukan dengan menjaga kebersihan sapi dan kandang serta meningkatkan gizi dengan pemberian konsentrat, rumput dan vitamin. Vaksinasi juga dapat dilakukan sebagai alternatif pencegahan penyakit ini.

 

-----------------------------------------------

Disusun oleh:Syamsidar & Kusdianawati

Share

Referensi

Putriningsih PAS, Widyastuti SK, Arjentinia IPGY, Batan IW. 2016. Identifikasi dan Prevalensi Kejadian Ringworm pada Sapi Bali. Jurnal Veteriner Maret 2016 Vol. 17 No. 1 : 126-132 pISSN: 1411-8327; eISSN: 2477-5665 DOI:10.19087/ jveteriner.2016.17.1.1

 

Al-Ani F. K., F. A. Younes, and O. F. Al-Rawashdeh. 2002. Ringworm Infection in Cattle and Horses in Jordan. Acta Vet. Brno :71: 55-60. http://vfu-www.vfu.cz/acta-vet/vol71/pdf/71_055.pdf

 

Soeharsono. 2002. Zoonosis Penyakit Menular dari Hewan ke Manusia vol 1. Kanisius. Yogyakarta.