A-Z Penyakit Hewan Ternak

Pulpy Kidney

Pulpy kidney disebut juga Enterotoxemia, Overeating Disease, Milk Colik, dan Apoplexy. Pulpy Kidney disebabkan oleh bakteri Clostridium perfringens yang berada di dalam usus yang bersifat akut dan fatal. Bakteri ini secara alami berada di tanah dan hidup sebagai mikroflora normal pada usus hewan. Pada keadaan tertentu, bakteri ini tumbuh secara cepat dan memproduksi sejumlah besar toksin.

Pulpy kidney adalah kejadian keracunan pada domba, kambing, sapi dan ruminansia lain. Terdapat 5 macam toksin yang dihasilkan, yaitu tipe A, B, C, D, dan E, yang semua berpotensi untuk menimbulkan penyakit pada manusia dan hewan. Setiap toksin menyebabkan tipe lesi yang berbeda. Toksin tipe C terutama menyerang anak sapi neonatal, sedangkan tipe D menyerang yang umurnya lebih tua, umumnya sapi yang baru di sapih.

Penyakit yang terjadi umunya disebut sebagai enterotoksemia atau nekrotik enteritis atau Hemoragik enterotoksemia (Tipe C), sedangkan tipe D disebut juga sebagai Overating Disease atau Pulpy.

Penyakit ini menular melalui feses hewan penderita. Bakteri masuk ke dalam tubuh melalui pencernaan. Pada kondisi tertentu populasinya meningkat dan menghasilkan toksin dalam jumlah besar di usus.

Gejala

Gejala Klinis yang menonjol yaitu diare, indigesti akut, konvulsi, paralisa, kolik dan kematian yang mendadak. CI. perfringens secara alami ada di tanah dan hidup sebagai mikroflora normal usus pada hampir semua jenis hewan berdarah panas. Masa inkubasi terjadinya pulpy kidney sangat pendek, kadang hanya 2-3 jam. Kebanyakan kasus diakhiri dengan kematian yang diawali dengan kekejangan, berbaring dan sesak nafas.

Bentuk penyakit pulpy kidney, diantaranya:

  • Bentuk saraf per akut : hewan kejang, berbaring, sesak nafas dan mati dalam waktu singkat
  • Bentuk subakut : suhu normal dan hewan depresi,
  • Bentuk digesti : umumnya kronis, terdapat diare yang berbau busuk; hewan mungkin sembuh sendiri setelah 1 (satu) minggu

Penanganan dan Pencegahan

Tindakan pengobatan yang dapat dilakukan terhadap Pulpy Kidney, yaitu dengan pemberian antitoxin untuk menetralisir toksin bakteri. Penicilline juga diketahui efektif melawan infeksi Cl. Perfringens. Selain, itu dapat juga dilakukan pemberian elektrolit dan thiamine (vitamin B1) untuk menjaga keseimbangan biokimia dalam tubuh, analgesik (seperti Banamine), probiotik untuk mengembalikan populasi normal mikroflora pada usus, serta antacida untuk mengatasi asidosis usus akibat toksin.

Pencegahan dapat dilakukan vaksinasi Bila penyakit terjadi secara rutin pada anak domba, vaksinasi pada domba betina akan mendapatkan hasil yang memuaskan dengan memberikan suntikan toxoid tipe D pada tahun pertama, 4-6 minggu sebelum beranak, dan setelah itu setiap tahun. Vaksinasi pada induk sapi secara rutin dapat memberikan imunitas anti toksin di dalam kolostrum untuk anak sapi yang baru lahir. Selain itu, dapat juga dengan pemberian pakan butiran dalam jumlah besar.

 

----------------------------------------------

Disusun oleh: Syamsidar & Kusdianawati

Share

Referensi

Pudjiatmoko, Syibli M, Nurtanto S, Lubis N, Syafrison, Yulianti S, Kartika D, Yohana CK, Setianingsih E, Efendi ND, Saudah E.2014. Manual Penyakit Unggas . Subdit Pengamatan Penyakit Hewan Direktorat Kesehatan Hewan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian.

 

http://cybex.pertanian.go.id/materipenyuluhan/detail/10779/penyakit-pulpy-kidney-dan-pengendaliannya