A-Z Penyakit Hewan Ternak

Polioencephalomacia

Polioencephalomacia merupakan kondisi gangguan metabolik yang disebabkan oleh kekurangan tiamin sebagai akibat dari penurunan nafsu makan atau meminum air yang mengandung kadar sulfur beracun.

Penyakit ini menyerang domba atau kambing yang berusia antara 5 dan 8 bulan. Selain itu, penyakit ini juga bisa menyerang domba dari semua ras, jenis kelamin, dan usia.

Tiamin merupakan salah satu zat yang diproduksi di dalam rumen selama proses pencernaan pakan yang mengandung sulfur yang tinggi. Tiamin akan bersaing dengan reseptor tiamin di dalam rumen dan mengikat beberapa reseptor. Akibatnya, terjadi kekurangan penyerapan tiamin oleh tubuh, bahkan meskipun produksi tiamin dalam rumen sudah cukup. Penurunan penyerapan tiamin ini menyebabkan degenerasi neuronal dan kematian sel-sel otak.

Polioencephalomacia tampaknya penyakit endemik untuk peternakan tertentu, mungkin karena jenis bahan pakan atau air yang tersedia. Beberapa sumur mengandung air dengan kadar sulfur yang tinggi, dan beberapa bahan pakan diketahui mengandung tingkat sulfur yang tinggi.

Jika polioencephalomacia merupakan masalah khusus peternakan atau jika pemberian bahan pakan dengan kandungan sulfur tinggi, maka pemberian tiamin harus ditambahkan secara rutin ke dalam ransum pakan yang diberikan ke domba dan kambing.

Gejala

Penyakit polioencephalomacia bersifat subakut dan akut. Polioencephalomacia dalam bentuk subakut, ternak akan menunjukkan tanda-tanda inkoordinasi, kelemahan, tremor, kebutaan, dan depresi. Polioencephalomacia dalam bentuk akut, anak domba ditemukan mati atau koma, serta mengalami otot yang tidak dapat berkontraksi atau kejang. Pada nekropsi, ditemukan lesi pada sistem saraf pusat dan nekrosis korteks pada serebral otak.

Diagnosis polioencephalomacia dapat dibuat ketika tanda-tanda klinis seperti kebutaan diamati pada ternak dengan suhu normal, atau lesi ditemukan selama nekropsi.

Penanganan dan Pencegahan

Tindakan penanganan untuk mengobati penyakit polioencephalomacia yaitu pemberian tiamin hidroklorida yang diberikan dua kali sehari untuk beberapa hari. Ternak yang terkena harus diisolasi dan menyediakan pakan dan air. Pemberian nutrisi dapat dilakukan dengan melalui intravena (IV), elektrolit, dan menggunakan tabung perut jika perlu. Pemulihan tergantung pada tingkat kerusakan yang terjadi pada otak.

 

----------------------------------------------

Disusun oleh: Kusdianawati & Syamsidar

Share

Referensi

Pezzanite, L., Neary, M., Hutchens, T., Scharko, P. Common Diseases and Health Problems in Sheep and Goats. UK (University of Kentucky), College of Agriculture. Animal Sciences, Purdue Extension. Purdue University Cooperative Extension Service, West Lafayette, IN 47907.