A-Z Penyakit Hewan Ternak

Paratuberkulosis (Penyakit Johne)

Paratuberkulosis disebut juga Johne’s Disease, dan Penyakit Johne. Penyakit ini merupakan penyakit enteritis granulomatik kronik dan menular pada ternak ruminansia yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium paratuberculosis (MAP). Disebut Johne’s Disease karena penyakit ini ditemukan pertama kali oleh Johne dan Frothingham pada sapi di Jerman pada tahun 1895.

Paratuberkulosis pada hewan terutama menyerang ruminansia seperti sapi, domba, dan kambing, namun dapat terjadi pula pada satwa liar seperti bison, kijang, kelinci, dan kadang pada burung-burung liar meski tidak menimbulkan gejala klinis.

Penularan paratuberkulosis melalui saluran pencernaan makanan, yakni dengan tertelannya agen penyebab yang terdapat dalam pakan atau air minum yang tercemar feses hewan sakit. Pedet dapat tertular karena menyusui induk yang sakit atau karena mengkomsumsi susu yang terinfeksi bakteri paratuberkulosis.

Penularan secara intrauterin pada pedet dari induk penderita juga dapat terjadi. Di samping itu, dilaporkan bahwa agen penyebab berhasil pula diisolasi dari alat kelamin sapi jantan tertular dan juga dari semennya, bahkan semen yang sudah ditambah antibiotik dan dibekukan.

Gejala

Berdasarkan tingkat gejala klinik paratuberkulosis terdiri dari empat stadum, yaitu :

  1. Stadium I, tipe subklinik. Pada tipe ini, infeksi tidak dapat terdeteksi meskipun hewan sudah terinfeksi MAP dan stadium ini terjadi pada anak sapi dan sapi dara yang berumur kurang dari dua tahun.
  2. Stadium II, tipe penyebaran subklinik (sub clinical shedders), sebagai lanjutan stadium I, terjadi pada sapi dara yang lebih tua atau sapi dewasa. Hewan tampak sehat, tetapi sebenarnya mereka adalah karier yang sewaktu-waktu dapat menularkan atau menyebarkan banyak MAP melalui kotorannya. Pada stadium ini mulai terjadi pencemaran lingkungan oleh bakteri MAP.
  3. Stadium III, sapi memperlihatkan gejala klinik berupa diare encer (seperti cairan) yang akut atau intermittent dan kotorannya berbau busuk, penurunan berat badan dan produksi susu. Dengan uji serologi, positif mengandung antibodi terhadap paratuberkulosis. Munculnya gejala klinik biasanya dipicu oleh adanya stres.
  4. Stadium IV, merupakan stadium akhir paratuberkulosis, hewan menjadi sangat kurus (emasiasio) dengan diare cair dan terlihat adanya edema pada rahang bawah (bottle jaw) yang dapat berakibat fatal.

Penanganan dan Pencegahan

Pada sapi, clofazimine dapat diberikan untuk memberi efek perbaikan klinis yang bersifat sementara saja. Pada kambing, kombinasi antara 500 mg dihidrostreptomisin yang disuntikan intramuskuler dan 300 mg rifampin dengan 300 mg isoniazid yang diberikan per oral 2x sehari, mendatangkan efek perbaikan klinis.

Tiga hal penting yang perlu dilakukan/diperhatikan untuk kontrol penyakit ini adalah:

  • Melakukan proteksi terhadap individu yang sangat peka (anak sapi yang baru lahir dan sapi muda) dengan vaksinasi.
  • Melakukan pencegahan hewan peka lainnya dari tertelannya kotoran yang terinfeksi MAP, khususnya mencegah kontaminasi pada makanan dan minumannya. Namun, ini sulit dilakukan, mengingat harus melibatkan deteksi patogen.
  • Melakukan pengurangan total peternakan yang terindikasi adanya penyakit paratuberkulosis dengan mengurangi hewan-hewan terinfeksi yang dapat menghamburkan MAP. Untuk ini juga harus menyediakan dana kompensasi yang cukup mahal

Vaksinasi merupakan upaya untuk mengurangi tingkat penyebaran infeksi dan melindungi hewan dari gejala klinis penyakit ini.

 

-----------------------------------------------

Disusun oleh: Syamsidar & Kusdianawati

Share

Referensi

Pudjiatmoko, Syibli M, Nurtanto S, Lubis N, Syafrison, Yulianti S, Kartika D, Yohana CK, Setianingsih E, Efendi ND, Saudah E.2014. Manual Penyakit Unggas . Subdit Pengamatan Penyakit Hewan Direktorat Kesehatan Hewan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian.

 

OIE. 2000. Paratuberculosis. In: Manual of Standards Diagnostic Test and Vaccines. office International des Epizooties, 292–303.

 

OHIO DEPARTEMENT OF AGRICULTURE ANIMAL DISEASE DIAGNOSTIC LABORATORY. 2007. Health Reports: Information of Johne’s Disease. http://www.mycattle. com/health/reports/johnesohaaddl.cfm.