A-Z Penyakit Hewan Ternak

Nervous Necrosis Virus (NNV)

Penyakit ini dikenal juga sebagai Viral encephalopathy and retinopathy (VER), Spinning grouper diseases, Fish encephalitis atau Whirling disease. Penyakit NNV disebabkan oleh Piscine nodavirus dari genus Betanodavirus (25-30 nm). Virus tersebut mampu menyebabkan kematian massal hingga 100% dalam waktu singkat.

Hal ini disebabkan karena NNV menyerang sistem saraf dan penglihatan ikan. Oleh karena itu, VNN termasuk dalam salah satu daftar penyakit penting OIE (Office International des Epizooties), dimana keberadaannya telah mewabah hampir di seluruh dunia.

Virus Piscine nodavirus dapat ditularkan dari ikan sakit ke ikan sehat dalam kurun waktu 4 hari setelah terjadi kontak, peralatan yang terkontaminasi, air yang terkontaminasi. Penyakit budidaya dapat menyebar melalui banyak perantara seperti air, media pembawa penyakit (produk hasil perikanan) dan pakan pada budidaya.

Gejala

Gejala klinis umum pada beberapa jenis ikan yang terinfeksi NNV menunjukkan perilaku berenang ikan yang tidak beraturan, beberapa ikan tenggelam ke dasar bak dan kemudian mengapung lagi di permukaan. Induk dan benih ikan yang terinfeksi menunjukkan adanya pembengkakan gelembung renang, letargik (sekarat, dengan gerakan lemah), warna tubuh terlihat lebih gelap dan hilang nafsu makan.

Ikan yang terinfeksi NNV umumnya memperlihatkan keadaan gangguan saraf yang berhubungan dengan vakuolisasi (kerusakan) kuat sistem saraf pusat dan retina.

Penanganan dan Pencegahan

Pencegahan dapat diakukan dengan pemberian vaksin protein yang mirip VNN (VNN-like protein) dan induksi peptida reseptor imunogenik terhadap VNN. Namun, untuk aplikasi di lapangan dan dalam skala massal, bahan-bahan yang berbasis peptida tersebut memiliki beberapa kelemahan, antara lain:

  • mudah rusak terutama pada suhu tinggi,
  • kurang efisien dalam pemberian kepada ikan karena peptida akan terdegradasi oleh enzim-enzim pencernaan jika diberikan secara oral atau melalui pakan, dan
  • produksi bahan-bahan peptida membutuhkan biaya yang relatif mahal.

Pemanfaatan jintan hitam sebagai imunostimulan merupakan salah satu alternatif pencegahan terhadap infeksi virus VNN terbukti mampu memicu respon imun.

 

----------------------------------------------

Disusun oleh: Syamsidar & Kusdianawati

Share

Referensi

Novriadi R, Agustatik S, Hendrianto, Pramuanggit R, Hariwibowo A. 2014. Penyakit Infeksi Pada Budidaya Ikan Laut di Indonesia. Kementerian Kelautan dan Perikanan Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya. Direktorat Kesehatan Ikan dan Lingkungan 2014.

 

Novriadi R, Agustatik S, Tanjung Dwi O.N. 2015. Identifikasi keberadaan Nervous Necrosis virus dan Iridovirus pada budidaya ikan laut di wilayah kerja Balai Perikanan Budidaya Laut Batam. Omni-Akuatika Vol. XIV No. 20 Mei 2015 : 54 - 62

 

Tarsim, Setyawan A, Harpen E, Pratiwi AR. 2013. The effication of black cummin (nigella sativa) as immunostimulant in humpback grouper (cromileptes altivelis) againts vnn (viral nervous necrosis) infection. Seminar Nasional Sains & Teknologi V Lembaga Penelitian Universitas Lampung 19-20 November 2013

 

Identifikasi keberadaan Nervous Necrosis virus dan Iridovirus pada budidaya ikan laut di wilayah kerja Balai Perikanan Budidaya Laut Batam. Available from: https://www.researchgate.net/publication/277249847_Identifikasi_keberadaan_Nervous_Necrosis_virus_dan_Iridovirus_pada_budidaya_ikan_laut_di_wilayah_kerja_Balai_Perikanan_Budidaya_Laut_Batam [accessed Dec 24 2018].