A-Z Penyakit Hewan Ternak

Myasis (Belatungan/Borok)

Myiasis memiliki Sinonim yaitu Belatungan, Baulat, Koreng, dan Borok. Adapun definisi myasis adalah peradangan pada jaringan hewan atau manusia yang timbul akibat infestasi larva lalat terutama larva lalat Chrysomya bezziana.

Penyebab myiasis di Indonesia dapat digolongkan menjadi tiga kelompok, yaitu lalat primer (Chrysomya bezziana atau the Old World Screwworm Fly), lalat sekunder (C.megacephala, C.rufi facies, C.varipes, Hemypirellia, Sarcophaga sp) dan lalat tertier (Musca spp).

Spesies rentan terhadap penyakit myasis adalah induk sapi, pedet, kerbau, kuda, babi, kambing dan domba yaitu, pada induk pasca partus (myasis vulva) dan anak yang baru lahir (myasis umblikus), sedangkan sisanya sebagai akibat luka traumatika. Selain pada hewan ternak, myiasis juga menyerang pada hewan kesayangan, seperti anjing dan kucing, termasuk ayam.

Penularan myasis terutama terjadi melalui lalat betina Chrysomya bezziana yang menginfestasi jaringan hidup.

Gejala

Infestasi larva myasis tidak menimbulkan gejala klinis spesifik dan sangat bervariasi tergantung pada lokasi luka. Gambaran klinis pada kulit umumnya berupa kerusakan kulit dan jaringan subkutan serta leleran serous berbau busuk.

Gejala klinis pada hewan antara lain demam, radang, peningkatan suhu tubuh, kurang nafsu makan, sapi tidak tenang, penurunan bobot badan dan produksi susu, kerusakan kulit, hipereosinofilia, serta anemia. Apabila tidak diobati, myasis dapat mengakibatkan kematian sebagai akibat keracunan kronis amonia.

Penanganan dan Pencegahan

Pengobatan myasis dapat dilakukan dengan membersihkan luka terlebih dahulu dengan antiseptik, membunuh larva (coumaphos, diazinon, ivermectin) dengan insektisida, dan mengeluarkan larva dari dalam luka dengan cara dicabuti. Setelah larvanya habis dicabuti kemudian diberikan salep (Diazinon atau Coumaphos) 2% dalam vaselin dioleskan langsung disekitar borok atau semprotkan Gusanex untuk mencegah infeksi ulang.

Untuk mencegah infeksi sekunder diberikan antibiotik seperti penstrep atau Vet-Oxy. Untuk mempercepat kesembuhan luka dapat diberikan minyak ikan. Pengobatan bisa juga dilakukan secara tradisional yaitu luka dari belatung diobati dengan kapur barus atau tembakau yang telah ditumbuk halus.

Pencegahan dapat dilakukan dengan pengobatan ternak yang menderita myiasis sebelum dijual atau dimasukkan ke wilayah yang lain untuk mencegah penyebaran lalat semakin luas. Untuk mengendalikan populasi lalat myiasis di daerah endemik myiasis, perlu dilakukan pemasangan perangkap lalat. Setidaknya ada dua jenis trap yang sering digunakan di lapang, yaitu perangkap yang dilapisi perekat (sticky trap) atau perangkap yang terbuat dari plastik dengan banyak lubang dipermukaannya (Lucitrap).

Metode pengendalian dan pemberantasan lalat myiasis juga dapat dilakukan dengan cara membuat lalat jantan mandul (Sterile Insect Technique).

 

----------------------------------------------

Disusun oleh: Syamsidar & Kusdianawati

Share

Referensi

Pudjiatmoko, Syibli M, Nurtanto S, Lubis N, Syafrison, Yulianti S, Kartika D, Yohana CK, Setianingsih E, Efendi ND, Saudah E.2014. Manual Penyakit Unggas . Subdit Pengamatan Penyakit Hewan Direktorat Kesehatan Hewan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian.

 

Bangunang CC, Korua ES. 2018. Pengertian Myasis dan Penanggulangannya. http://www.academia.edu/28687247/PENGERTIAN_MYASIS_DAN_PENANGGULANGANNYA_Oleh_Cindy_Cicilia_Bangunang_and_Elisa_Sendi_Korua

 

https://mydokterhewan.blogspot.com/2014/10/myasis_7.html