A-Z Penyakit Hewan Ternak

Lumpy Skin Disease

Lumpy skin disease merupakan penyakit yang disebabkan oleh Virus Lumpy Skin Disease (LSDV), genus Capripoxvirus, famili Poxviridae. Ternak yang menderita penyakit ini akan mengalami penurunan produksi susu, aborsi, infertilitas dan kerusakan kulit. Vektor utama penyebar virus berasal dari serangga sehingga wabah bisa meluas dan sulit dikendalikan. Awalnya, penyakit lumpy skin disease hanya terbatas di Afrika pada satu waktu, tetapi sekarang telah menjadi endemik di bagian Timur Tengah.

Perkembangan terbaru wabah penyakit ini dilaporkan sudah meluas ke Rusia, Armenia, Azerbaijan, Turki dan Eropa. Virus ini sudah diberantas dari beberapa negara, tetapi ada juga negara yang belum bisa mengatasi virus tersebut. Vektor penyebar virus juga bisa dari arthropoda, lalat, hama, nyamuk dan kutu, dan bisa menyebar ke beberapa negara. Penyakit lumpy skin disease biasanya akan menyerang sapi dan kerbau air di Asia (Bubalus bubalis).

Gejala

Gejala klinis yang ditunjukkan ternak sapi yang menderita lumpy skin disease yaitu demam, pembesaran kelenjar getah bening superfisial, terdapat lesi pada kulit dan selaput lendir. Pada kulit, lesi awalnya muncul sebagai bagian yang keras, bulat, dan berkembang menjadi nodul kulit dengan ketebalan penuh yang diameternya berkisar dari < 1 cm hingga 8 cm.

Beberapa ternak hanya memiliki beberapa nodul, tetapi yang lain berkembang dalam jumlah besar. Nodul akan ditemukan pada bagian tubuh ternak yang jarang ditumbuhi rambut seperti kepala, leher, ambing, genitalia, dan kaki. Nodul akan berkembang dan menembus epidermis, jaringan subkutan, dan kadang-kadang menembus otot. Nodul yang terbentuk akan mengelupas dan meninggalkan lubang di kulit, atau menjadi terinfeksi oleh bakteri sekunder.

Lesi juga dapat terjadi di oropharynx, saluran pencernaan, saluran pernapasan bagian atas dan paru-paru, kadang-kadang mengakibatkan pneumonia primer atau sekunder. Ternak akan mengalami penurunan nafsu makan sehingga menyebabkan ternak menjadi kurus dan penurunan produksi susu.

Dalam kasus yang parah, kulit pada kaki menjadi bersisik atau ambing bisa menjadi nekrotik dan mengelupas. Infeksi bakteri sekunder dapat menyebabkan kerusakan permanen pada tendon, sendi, puting susu dan kelenjar susu. Ternak sapi jantan akan mengalami kemandulan sementara atau permanen dan sapi betina yang hamil akan mengalami abortus.

Sebagian besar ternak yang menderita penyakit ini akan sembuh perlahan, namun ternak yang sangat parah bisa menyebabkan kematian. Pemulihan pada ternak bisa memakan waktu beberapa bulan. Beberapa lesi kulit akan memerlukan satu atau dua tahun untuk menyembuhkan. Lubang atau bekas luka yang dalam menjadi bekas di permukaan kulit.

Penanganan dan Pencegahan

Penanganan ternak yang menderita lumpy skin disease berupa tindakan perawatan yang suportif karena belum ditemukan untuk pengobatan khusus. Pemberian antibiotik untuk infeksi bakteri sekunder juga dapat diberikan. Dressing luka untuk mengurangi serangan lalat dan infeksi sekunder akan membantu proses penyembuhan.

Pencegahan wabah penyakit yang dilakukan dengan karantina, depopulasi, dan desinfeksi tempat yang terinfeksi serta vaksinasi. Tindakan pencegahan yang dilakukan untuk ternak agar tidak menderita penyakit lumpy skin disease seperti vaksinasi, desinfeksi, pengendalian serangga yang ditakutkan sebagai vektor.

Pengendalian serangga umumnya digunakan selama wabah penyakit, meskipun efektivitasnya masih belum jelas.

 

--------------------------------------------

Disusun oleh: Kusdianawati & Syamsidar

Share

Referensi

The Center Food Security and Public Health, Institute for International Cooperation in Animal Biologics. 2017. Lumpy Skin Disease. Icwa State University.

 

Abutarbush, S.M., Ababneh, M.M., Al Zoubi, I.G., Al Sheyab, O.M., Al Zoubi, M.G., Alekish, M.O., Al Gharabat, R.J. 2015. Lumpy Skin Disease in Jordan: Disease Emergence, Clinical Signs, Complications and Preliminary-Associated Economic Losses. Transbound Emerg Dis.62(5):549-54.

 

Kitching, P. 2008. Capripoxviruses: Sheep and Goat Pox and Lumpy Skin Disease. In: Foreign Animal Diseases, 7th ed. Boca Raton, FL: United States Animal Health Association, p. 189-96.