A-Z Penyakit Hewan Ternak

Laminitis

Laminitis adalah peradangan jaringan tanduk kuku yang disebabkan oleh gangguan sirkulasi darah. Laminitis dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti manajemen kandang, perubahan pakan mendadak, ketidakseimbangan antara konsentrat dan serat yang disertai penyakit lain sebagai faktor predisposisi. Penyebab laminitis juga berkaitan erat dengan keadaan asidosis pada rumen akibat meningkatnya konsumsi pakan tinggi karbohidrat.

Gejala

Gejala klinis yang ditimbulkan dapat terjadi secara akut, subakut, dan kronis . Peradangan pada kejadian laminitis diawali dengan ischemia dan kematian sel. Kematian sel terjadi karena tidak memperoleh suplai nutrisi dari pembuluh darah.

  • Kejadian akut yaitu sapi mengalami stres, tidak makan (anoreksia), dan berdiri dengan tidak seimbang, dan apabila dipaksa untuk berjalan, sapi akan berjalan dengan pincang dimana kaki yang sakit akan dipijakkan secepat mungkin.
  • Laminitis subakut kepincangan sering tidak terlihat meskipun sapi berjalan kaku dan kaki terlihat lemah.
  • Laminitis kronis adalah lanjutan dari laminitis akut dan atau subakut dan sering terlihat setelah beberapa bulan. Kuku mengalami kerusakan pada lamina dan terjadi perubahan bentuk pada dinding dorsal kuku yang terlihat melengkung.

Laminitis pada sapi perah menimbulkan rasa sakit pada lamina kuku, kepincangan, perubahan struktur kuku, penurunan produksi susu, dan gangguan reproduksi, penurunan nafsu makan.

Penanganan dan Pecegahan

Terapi laminitis dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain penggunaan phenilbutazon, mineral oil dan methionin; teknik makan yang mengurangi makan sodium; penggunaan antihistamin pada kasus laminitis akut; penggunaan asetil promazine yang berpengaruh terhadap pembuluh darah dan penghilang rasa sakit; penggunaan heparin antikoagulan untuk mencegah trombosis ditambah dengan phenoksy benzamin untuk memperbaiki aliran darah perifer dengan memblok reseptor alfa adrenergik dan dilakukan balut dingin pada kaki serta pencahar ringan untuk mempercepat pengeluaran racun sehingga proses persembuhan laminitis dapat berlangsung cepat.

Terapi laminitis yaitu perendaman kuku dalam larutan CuSO4 5 persen, Penisilin 20.000 IU, Sulfamethazine 200 mg/kg BB IV. Selain itu, terapi dapat dilakukan dengan pemberian Oksitetrasklin dan Dipyrone.

Pencegahan laminitis berhubungan dengan luka terkait pakan dan kandang, yaitu :

  1. Pemberian pakan ternak harus diperhatikan antara lain pengaturan bertahap untuk pakan laktasi, menggunakan pakan rutin untuk menstimulasi pengunyahan alamiah, dan pakan dengan keseimbangan pakan yang baik dengan kandungan serat fungsional yang cukup (keseimbangan antara rumput dan konsentrat) untuk meningkatkan ruminasi.
  2. Kandang ternak harus dibuat nyaman dengan menghindari penggunaan kandang yang beralaskan beton karena dapat berpengaruh negatif pada kesehatan kuku sapi. Sebaiknya kandang sapi dibuat beralaskan karet untuk mengurangi perlukaan kuku.

Pada laminitis kronis perlu dilakukan pemotongan kuku di bagian heel karena suppli darah di coronary band bagian heel lebih besar dibanding depan agar tinggi heel tetap normal dan menjaga bentuk toe tetap normal agar dapat melakukan pergerakan dengan baik.

 

----------------------------------------------

Disusun oleh: Syamsidar & Kusdianawati

Share

Referensi

Wulandari W. 2015. Kejadian Laminitis dan Hubungannya Dengan Anestrus Pada Sapi Perah. Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor Bogor

 

Greenough PR. 2012. Laminitis in cattle. http://www.merckmanuals.com/vet/musculoskeletalsystem/lamenessincattle /laminitisincattle.html.

 

https://id.wikipedia.org/wiki/Laminitis