A-Z Penyakit Hewan Ternak

Kolera Unggas

Kolera unggas juga dikenal dengan nama Fowl cholera, Avian pasteurellosis, Avian hemorrhagic septicemia, dan Avian cholera. Kolera unggas adalah penyakit kronik dan menular disebabkan oleh bakteri Pasteurella multocida (P.multocida). Spesies rentan yaitu hampir semua unggas peliharaan seperti kalkun, ayam, itik, angsa, burung peliharaan, entok, dan unggas air.

Penularan dapat secara langsung melalui kontak langsung dengan ayam sakit (carrier) melalui sekresi hidung, mulut, atau kotoran ayam yang sakit. Secara tidak langsung melalui pakan, air minum, alat-alat kandang, alat transportasi dan juga pekerja yang tercemar P.multocida. Tungau, lalat, tikus dan burung liar dapat bertindak sebagai vektor mekanik yang dapat menularkan kuman dari satu hewan ke hewan lainnya

Gejala

Gejala klinik penyakit kolera unggas terdiri dari bentuk per akut, akut dan bentuk kronis. Masa inkubasi berlangsung 4-9 hari dan umumnya menyerang unggas umur 4 bulan ke atas.

  1. Pada bentuk perakut, di awal gejala biasanya ayam tiba-tiba mati tanpa ditandai gejala klinik, Pada permulaan wabah terjadi angka mortalitas tinggi, terutama pada kalkun.
  2. Pada gejala akut ditandai dengan konjungtivitis dan keluar kotoran dari mata. Daerah facial, balung dan pial membesar, serta terdapat gangguan pernapasan. Penurunan nafsu makan, bulu mengalami kerontokan, diare yang awalnya encer kekuningan, lama-kelamaan akan berwarna kehijauan disertai mucus (lendir), peningkatan frekuensi pernapasan. Kematian dapat berkisar antara 0-20%. Selain itu, kejadian penyakit ini dapat menyebabkan penurunan produksi telur dan penurunan berat badan.
  3. Pada bentuk kronis, penyakit dapat berlangsung lama (minggu hingga bulanan) dengan virulensi bakteri rendah. Gejala yang nampak berupa infeksi lokal pada pial, sendi kaki dan sayap hingga basal otak. Gejala yang terlihat biasanya terjadinya pembengkakkan pada pial. Infeksi di daerah kaki dan sayap ditandai dengan kebengkakan pada sendi kaki dan sayap, diikuti kelumpuhan.

Penanganan dan Pencegahan

Pengobatan kolera unggas dapat menggunakan antimikroba sebagai berikut:

  • Preparat sulfa (1) Sulfaquinoxalin 0,05% dalam air minum, (2) Sulfametasin dan sodium sulfametasin 0,5-1,0% dalam makanan atau 0,1% dalam air minum, (3) Sulfamerasin 0,5% dalam makanan atau 0,2% dalam air minum. Pemberian per oral dengan dosis 120 mg/kg berat badan.
  • Antibiotika. (1) Streptomycin 150.000 mg dapat mencegah kematian bila diberikan pada awal infeksi (2) Terramisin 25 mg/kg berat badan.

Pencegahan dapat dilakukan dengan vaksinasi yang tepat dan sanitasi peternakan. Mencegah masuknya sumber penularan seperti, tungau, lalat nyamuk (menggunakan insektisida), hewan piaraan maupun hewan liar. Pembatasan lalu lintas karyawan, pekerja, tamu, dan kendaraan yang bisa menjadi sumber penularanpenting dilakukan. Kandang yang telah terinfeksi perlu disucihamakan atau diistirahatkan selama 3 bulan.

Ternak ayam, kalkun dan bangsa unggas perlu dipisahkan, kedatangan burung dan hewan liar ke daerah peternakan harus dihindari. Bila ayam menunjukkan gejala sakit langsung dipisahkan dan dilakukan pengobatan untuk menghindari adanya resiko penularan ke ayam lainnya. Tindakan pemberantasan pada daerah tertular umumnya sulit dilakukan karena ada hewan “carrier”.

 

----------------------------------------------

Disusun oleh: Syamsidar & Kusdianawati

Share

Referensi

Pudjiatmoko, Lubis N, Syafrison, Yulianti S, Kartika D, Yohana CK, Setianingsih E, Efendi ND, Saudah E. 2014. Manual Penyakit Unggas. Direkorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. Cetakan ke-2. Jakarta: Kementerian Pertanian.

 

Info Medion. 2018. https://info.medion.co.id/index. php/artikel-roiler/artikel-penyakit/116-kolera

 

Dordia A. Rotinsulu. 2018. Kolera Unggas Akibat Infeksi Pasteurella multocida. ttp://iphk.fkh.ipb.ac.id/wp-content/uploads/2016/06/iphk.fkh_.ipb_.ac_.id-Kolera-Unggas-Akibat-Infeksi-Pasteurella-multocida.pdf