A-Z Penyakit Hewan Ternak

Kaskado atau Stephanofilariasis

Kaskado atau Stephanofilariasis adalah penyakit kronik yang disebabkan oleh cacing Filaria dari genus Stephanofilaria. Penyakit ini disebabkan oleh cacing Stephanofilaria duodesi dan Stephanofilaria stillesi yang merupakan anggota dari famili Atracticae dan ordo Spirurodia, genus Stephanofilaria. Penyakit ini bersifat zoonosis, akan tetapi kejadian pada manusia masih jarang ditemukan.

Cacing penyebab penyakit ini sering ditemukan di Indonesia dengan persentase kejadian mencapai lebih dari 90% diberbagai lokasi. Cacing Stephanofilaria ini hidup pada bagian epitel, terutama pada lapisan malpigi dari kulit hewan. Setiap spesies dari cacing ini menyebabkan dermatitis di lokasi yang berlainan pada hewan yang terserang.

Penyakit Stephanofilariasis rentan menyerang sapi, kerbau dan kambing. Hewan muda yang berumur kurang dari satu tahun jarang terkena penyakit Kaskado, sedangkan hewan penderita umumnya berumur satu tahun atau lebih. Kejadian Kaskado akan meningkat seiring dengan meningkatnya umur hewan.

Penyakit ini cepat menular dari satu sapi ke sapi yang lain dengan vektor perantara lalat. Vektor lalat, sebagai transportasi pembawa penyakit Stephanofilariasis antara lain Musca sp., Stomoxys sp., Lyperosia sp., dan Haematobia sp..

Gejala

Gejala klinis pada tahap awal berupa kelainan kulit berupa lepuh kecil, kemudian menjadi luka yang besar. Proses ini meluas ke perifer, dan pada keadaan lanjut dapat menjadi luka dengan garis tengah mencapai 25 cm. Luka tersebut sering terdapat pada bagian atas leher, daerah punuk, gelambir, bahu, sekitar mata dan kaki ternak.

Stephanofilaria kaeli menyebabkan luka yang bersifat proliferasi di sekitar persendian tarsal dan karpal pada kaki, sendi kuku, puting susu dan kadang pada kulit telinga. Sedangkan, Stephanofilariasis pada sapi yang disebabkan oleh S. stilesi mengakibatkan lesi kulit pada bagian bawah tubuh (abdomen) dan kadang pada kulit telinga. Lesi dapat terjadi di berbagai bagian tubuh, khususnya skrotum, pelvis, leher, dan ambing.

Penyakit ini diakui sebagai salah satu penyebab utama penyakit kulit ambing pada sapi. Akibat rasa sakit dan tidak nyaman oleh lesi mengakibatkan hewan stres, nafsu makan berkurang, dan berdampak pada penurunan produksi susu dan daging.

Ukuran lesi umumnya proporsional sesuai dengan umur dan ukuran hewan. Hewan betina biasanya memiliki diameter lesi yang lebih besar daripada hewan jantan. Gejala umum penyakit kaskado ini adalah sebagai berikut :

  • Pergerakan kurang aktif dan lincah / tampak lemah dan lesu
  • Mata terlihat pucat dan sayu
  • Nafsu makan berkurang / hilang
  • Ternak merasa gatal, sehingga menggaruk-garukkan badan ke benda sekitar
  • Bulu rontok
  • Ulcerasi (luka terbuka pada kulit)

Penanganan dan Pencegahan

Pengobatan penyakit kaskado dapat dilakukan dengan pemberian obat antiparasit berspektrum luas seperti Ivermectin dan Doramectin. Pemberian Ivermectin dengan dosis 200 μg/kg BB secara subkutan dan Doramectin 200 μg/kg BB dapat menyembuhkan penyakit Kaskado pada sapi perah, dengan jangka waktu penyembuhan sekitar 10 hari.

Pengendalian dan pemberantasan dilakukan terhadap vektornya atau tindak pengobatan pada hewan penderita untuk menghilangkan sumber penyakit. Pengendalian populasi lalat dapat dilakukan secara berkala dan teratur dengan penyemprotan insektisida antara lain dengan coumaphos 0,05-0,1 %, diazenon 0,5 % dan malathion 0,02 %. Penyemprotan atau pemberian obat dilakukan langsung pada kulit yang mengalami lesi atau luka untuk membunuh cacing.

 

----------------------------------------------

Disusun oleh: Syamsidar & Kusdianawati

Share

Referensi