A-Z Penyakit Hewan Ternak

Iridovirus

Penyakit ini disebabkan oleh virus yang termasuk ke dalam family Iridoviridae dan memiliki bentuk heksagonal dengan diameter 200-240 nm (pada ikan red seabream) dan 140-160 nm (pada ikan kerapu). Iridovirus dijumpai pada beragam spesies ikan laut dan dapat ditemukan di limpa dan jaringan intestinal ikan yang sakit atau sekarat dengan tanda-tanda penyakit sistemik.

Tingkat mortalitas ikan yang terinfeksi mulai dari rendah (0,5 – 10%) hingga sedang (50%) dan umumnya dapat menyebabkan kematian dalam kurun waktu 24-48 jam setelah munculnya gejala-gejala infeksi.

Penularan terjadi secara horisontal, lingkungan yang terkontaminasi, dan kualitas air yang buruk yang memicu peningkatan infeksi iridovirus. Hal ini utamanya disebabkan oleh kontak langsung antara insang dan saluran pencernaan ikan dengan lingkungan.

Gejala

Gejala klinis oleh Iridovirus diantaranya warna tubuh menjadi gelap (melanosis) dan letargik (sekarat, dengan gerakan lemah) kadar hematocrit rendah (< 25%). Seringkali ikan kehilangan nafsu makan, pembengkakan abdomen, limpa membesar, saluran pencernaan memerah karena pendarahan (hemoragik) dan terdapat cairan keruh dalam rongga tubuh.

Penanganan dan Pencegahan

Pencegahan terjadinya wabah penyakit viral dengan menghindari kondisi media pemeliharaan menjadi lebih berat dan mencegah terjadinya infeksi sekunder yang akan memperparah wabah. Usaha tersebut dapat dilakukan dengan penerapan manajemen pemeliharaan yang baik, antara lain dengan :

  • meningkatkan kualitas air media pemeliharaan,
  • perbaikan kualitas pakan,
  • pengurangan padat tebar,
  • sanitasi lingkungan,
  • penerapan standar karantina bagi ikan yang menunjukkan gejala terserang penyakit,
  • memusnahkan ikan yang sudah positif terinfeksi oleh penyakit viral ini.

Aplikasi vaksin juga dapat dilakukan, namun fakta bahwa ikan bersifat poikilotermal, menjadikan respon imun terhadap vaksin tidak dapat diprediksi sehingga vaksinasi harus lebih sering dilakukan.

 

---------------------------------------------

Disusun oleh: Syamsidar & Kusdianawati

Share

Referensi

Novriadi R, Agustatik S, Hendrianto, Pramuanggit R, Hariwibowo A. 2014. Penyakit Infeksi Pada Budidaya Ikan Laut di Indonesia. Kementerian Kelautan dan Perikanan Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Direktorat Kesehatan Ikan dan Lingkungan 2014.

 

Buku Saku Penyakit Ikan. http://www.academia.edu/35140331/BUKU_SAKU_PENYAKIT_IKAN