A-Z Penyakit Hewan Ternak

Horse Pox

Horse Pox adalah dermatologis yang langka. Penyakit virus yang dapat memiliki beberapa bentuk, ditandai oleh lesi di dalam dan di sekitar mulut atau di kaki. Ada beberapa laporan yang terdokumentasi dengan baik infeksi poxvirus pada kuda, horse pox klasik dianggap hanya terjadi di Eropa.

Namun, infeksi poxvirus kuda (Uasin Gishu) terjadi di Afrika. Infeksi poxvirus menyerupai penyakit moluskum contagiosum di Amerika Utara. Virus mendapatkan akses ke tubuh melalui saluran pernafasan atau melalui kulit.

Penyebab Horse pox adalah Equine Herpes Virus 3. Penyebaran penyakit Horse Pox dapat melalui kontak seksual dengan kuda yang terinfeksi, infeksi juga dapat menyebar melalui penggunaan peralatan kedokteran hewan yang terkontaminasi, alat pemuliaan, pemeriksaan lengan, sarung tangan, atau tangan. Kontak langsung dari bibir atau hidung kuda yang terinfeksi.

Gejala

Gejala klinis penyakit horse pox yaitu :

  • Demam kelas rendah
  • Keputihan vagina
  • Kuda jantan malas kawin
  • Peradangan area genital
  • Kantung berisi cairan, lepuh, atau vesikel berisi cairan
  • Benjolan atau pustula pada genitalia betina termasuk labia dalam dan luar dan klitoris
  • Benjolan atau pustula pada penis, kulup, dan perineum kuda jantan
  • Kelembutan di daerah genital
  • Hilangnya libido pada kuda jantan
  • Kotoran penis putih
  • Sering buang air kecil di kuda jantan
  • Melengkungkan punggung saat buang air kecil di kuda jantan
  • Pembuangan vulva di kuda
  • Pembengkakan area vulva yang dapat meluas hingga ke paha
  • Lesi juga dapat ditemukan pada puting, bibir, atau di hidung

Penanganan dan Pencegahan

Penanganan secara simtomatik, termasuk pemberian suportif dan pencegahan infeksi bakteri sekunder (termasuk pengobatan topikal dengan antibakteri sampo). Kuda yang terkena terdampak ringan biasanya pulih 2–4 minggu. Tidak ada penanganan yang dilaporkan berhasil untuk moluskum kontagiosum. Pada kuda mungkin terdapat beberapa lesi selama berbulan-bulan sampai bertahun-tahun. Beberapa lesi dapat hilang seiring berjalannya waktu, tetapi tidak hilang seutuhnya.

Pencegahan dapat dilakukan dengan :

  • Pemeriksaan yang teliti untuk mengetahui adanya lesi atau peradangan di area genital sebelum pembiakan karena masa inkubasi sekitar 10 hari setelah terpapar virus
  • Peningkatan kesadaran dan metode sanitasi yang ketat yang digunakan dalam pemeriksaan kuda.
  • Penggunaan sarung tangan dan lengan sekali pakai dianjurkan
  • Penis dan preputium kuda jantan harus dibilas dengan air hangat setiap kawin
  • Semua ember, instrumen, dan peralatan harus disterilkan antara prosedur pemuliaan
  • Isolasi kuda dengan lesi aktif harus ada di tempat karantinanya

 

----------------------------------------------

Disusun oleh: Syamsidar & Kusdianawati

Share

Referensi

Timoney, J.F., Gillespie, J.H., Scott, F.W. and Barlough, J.E. (1988) Horsepox. In: Hagan and Bruner’s Microbiology and Infectious Diseases of Domestic Animals, 8th edn., Comstock Publishing Associates, Ithaca. p 571.

 

T. S. Mair and D. Scott†. 2018. Infectious Diseases of the Horse “Horsepox”. Bell Equine Veterinary Clinic, Mereworth, Maidstone, Kent ME18 5GS, UK; and †College of Veterinary Medicine, Cornell University, Ithaca, New York, USA.
http://www.bellequine.co.uk/downloads/169-171_eve_man_08-042_mair.pdf

 

https://wagwalking.com/horse/condition/equine-coital-exanthema-horse-pox