A-Z Penyakit Hewan Ternak

Histoplasmosis

Histoplasmosis merupakan penyakit mikotik yang disebabkan oleh cendawan Histoplasma farciminosum, Cryptococcus farciminosum, Equine Blastomycosis, Equine Histoplasmosis. Penyakit ini umumnya menyerang ternak kuda. Cendawan Histoplasma farciminosum termasuk cendawan jenis dimorfik.

Dinamakan dimorfik karena cendawan tersebut dapat berbentuk khamir (spora) pada temperatur 37oC dan miselium pada temperatur 25 – 30oC. Cendawan tersebut berbentuk khamir mulai dalam wujud ovoid sampai globos dengan diameter berukuran 2 – 5 μm, dapat ditemukan pada ekstra-seluler dan intra-seluler di dalam sel-sel makrofag dan sel raksasa. Dalam bentuk miselia cendawan tersebut tumbuh dengan lambat berbentuk arial. Koloni berwarna abu-abu dan permukaannya seperti kulit. (Phytolocia dodecanta).

Gejala

Kuda yang terserang akan ditandai dengan ulserasi pada kulit yang bersifat undulatif. Kerusakan jaringan ini terjadi setelah beberapa minggu hingga 3 bulan masa infeksi. Bisul-bisul ditemukan pada bagian kaki, dada, leher, bibir, skrotum, mata dan kaki. Selanjutnya, ditemukan penebalan saluran limfe bagian superfisial, pembesaran nodus limfangitis regional, pembentukan abses bercampur darah dan berakhir dengan terbentuknya ulser pada kulit. Lama-kelamaan ulser akan menyatu sehingga kulit menebal membentuk jaringan ikat.

Penanganan dan Pencegahan

Pengobatan pada ternak ada berbagai macam cara, mulai dengan melakukan operasi dengan pembedahan pada nodulus, bisul, ulser, lalu diobati dengan KI, atau HgI juga dengan suntikan HgCl2, sampai dengan penggunaan Amphotericin B, Clotrimazole, Nystatin yang juga efektif di dalam kasus ini. Pengobatan lainnya, diantaranya:

  • Pengobatan dengan Sodium Iodida (NaI), Ended (Phytolocia dodecanta) dan PenStrep (8 mg Procaine penicillin dan 10 mg Dihydrostreptomycin sulfat).
  • Pemberian antibiotika untuk mengobati infeksi sekunder dari bakteri.
  • Operasi dan pengobatan harus dilakukan dengan menyeluruh.

Untuk meminimalkan kejadian penyakit disarankan menggunakan obat-obatan untuk pengendalian penyakit yang disebabkan oleh cendawan.

 

----------------------------------------------

Disusun oleh: Kusdianawati & Syamsidar

Share

Referensi

Ahmad, R.Z. dan Anis, S. 2012. Kejadian Penyakit Selakarang pada Kuda dan Cara Pengendaliannya. Wartazoa Vol. 22 No. 2.

 

AHMAD, R.Z. 2005. Mengenal Penyakit Zoonosis Selakarang pada Hewan. Pros. Lokakarya Nasional Penyakit zoonosis. Bogor, 15 Sept 2005. Puslitbang Peternakan, Bogor. hlm. 314 – 319.

 

AMENI, G. 2006. Epidemiology of equine histoplasmosis (epizootic lymphangitis) in carthorses in Ethiopia. Vet. J. 172: 160 – 165.

 

HADUSH, B., G. AMENI and G. MEDHIN. 2008. Equine histoplasmosis: Treatment trial in cart horses in central Ethiopia. Anim Health Prod. 40: 407 – 411.