A-Z Penyakit Hewan Ternak

Helminthiasis (Sapi Cacingan)

Helminthiasis adalah penyakit yang disebabkan oleh serangan parasit cacing. Parasit cacing dapat dikelompokkan menjadi tiga golongan yaitu cacing gilig (Nematoda), cacing pita (Cestoda), dan cacing hati (Trematoda). Penyakit helminthiasis diduga menyerang hampir semua sapi yang dipelihara secara tradisional. Penyakit ini akan berdampak berat atau ringan terhadap kesehatan ternak tergantung pada jenis cacing, jumlah cacing, umur sapi yang terserang dan kondisi pakan.

Helminthiasis merupakan salah satu penyakit hewan menular strategis yang seringkali kurang mendapat perhatian dibandingkan dengan penyakit strategis lainnya, sehingga penanganan penyakit ini juga kurang maksimal. Padahal penyakit ini sangat merugikan karena dapat menyebabkan terjadinya gangguan pertumbuhan, penurunan berat badan, mengganggu status kesehatan secara umum sehingga mudah terinfeksi penyakit lain, dan bahkan dapat menimbulkan kematian. Gangguan pada pertumbuhan yang berlangsung cukup lama akan menyebabkan penurunan produktivitas.

Gejala

Gejala cacingan yang ditimbulkan tergantung dari jenis cacing yang menyerang ternak sapi. Pada umumnya, gejala cacingan yang ditimbulkan yaitu ternak sapi akan memiliki badan kurus, bulu kusam dan berdiri, serta diare.

Cacing parasit juga dapat menyebabkan kerusakan pada sel-sel epitel usus sehingga menurunkan kemampuan usus dalam proses pencernaan dan penyerapan zat-zat makanan serta produksi enzim yang berperanan dalam proses pencernaan. Selain itu, jumlah cacing yang banyak di usus atau lambung ternak dapat menyebabkan penyumbatan atau obstruksi sehingga proses pencernaan makanan terganggu.

Gangguan akibat cacing pada sapi perah dapat menyebabkan penurunan produksi susu dan hambatan pertumbuhan pada ternak muda. Selain itu akibat infeksi cacing dapat menyebabkan kondisi tubuh ternak menurun sehingga memungkinkan timbulnya berbagai penyakit lain yang disebabkan oleh bakteri, viral maupun parasit lainnya.

Penanganan dan Pencegahan

Penanganan penyakit helminthiasis adalah dengan pemberian obat cacing secara teratur. Pemberian obat cacing berdasarkan resep dokter hewan dan juga bisa menggunakan obat herbal. Obat cacing dari dokter misalnya albendazol, mebendazol, pirantel pamoat. Selain itu, pemberian obat herbal seperti mangga, temulawak, kunyit, daun nenas, dan bawang putih.

Pencegahan agar ternak terhindar dari penyakit cacingan yaitu memperhatikan kebersihan kandang, menggembalakan ternak dengan jadwal yang bergilir, memperhatikan kondisi daerah penggembalaan, menghindari tanah yang lembab atau banyak kubangan, dan segera memberikan pengobatan pada sapi yang menunjukkan gejala cacingan.

 

----------------------------------------------

Disusun oleh: Kusdianawati & Syamsidar

Share

Referensi

Asti, L.G.S. 2010. Petunjuk Praktis Manajemen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Ternak Sapi. Kementerian Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian NTB.

 

Arsani, N.M., Mastra, I.K., Saraswati, NKH. Yunanto, dan Sutawijaya, IGM. 2015. Epidemiologi Helminthiasis pada Ternak Sapi di Provinsi Bali. Buletin Veteriner, BBVet Denpasar, Vol. XXVII, No. 87, Desember 2015 ISSN : 0854-901X.

 

Widyani, R., Hermawan, M.H., Perwitasari, F.D., dan Herawati, I. 2016 Efektifitas Organik Supplement Energizer (OSE) terhadap Helminthiasis pada Sapi Potong. Jurnal Ilmu Ternak, Desember 2016, Vol.16, No.2.

 

Zalizar, L. 2017. Helminthiasis Saluran Cerna pada Sapi Perah. Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan 27 (2): 116 – 122. DOI : 10.21776/ub.jiip.2017.027.02.01.