A-Z Penyakit Hewan Ternak

Heartwater

Heartwater disebut juga Cowdriosis, Black Gall Sickness, dan Mad Gall Sickness. Heartwater adalah penyakit yang disebabkan oleh Cowdria ruminantum yang menyerang sel endothel dari pembuluh darah kapiler, dan ditularkan melalui caplak. Gejala akut ditandai dengan demam tinggi, hydropericardium, hydrothorax, dan hydroperitonium.

Hewan yang rentan terhadap penyakit ini antara lain sapi, kerbau, kambing, dan domba. Di daerah tempat penyebaran heartwater banyak ditemukan berbagai genus caplak akan tetapi yang bertindak sebagai vektor hanyalah “bonttick dan Amblyoma sp.. Larva caplak yang terinfeksi tetap mengandung bibit penyakit sampai menjadi dewasa,
akan tetapi tidak terjadi penularan secara transovarial.

Gejala

Gejala klinis yang dapat ditemukan adalah adanya hydrothorax, hydropericardium, oedema paru-paru, limpa membengkak, dan kadang- kadang ditemukan gastroenteritis hemorhagica. Masa inkubasi antara 7-14 hari setelah ternak terinfeksi. Dalam kasus perakut timbuI demam, kolap, dan mati dalam keadaan konvulsi, disertai pengeluaran lendir berbusa dari hidung dan mulut.

Kasus yang akut lebih sering terjadi dengan gejala demam sementara makan dan memamah biak masih terus berlangsung untuk beberapa saat. Namun, hewan menjadi gelisah dan memperlihatkan gejala-gejala syaraf, berjalan dengan kaku, langkah tinggi dan tidak tetap, berputar, mata terbuka tanpa melihat, dan mulut bergerak seperti sedang mengunyah. Kemudian hewan akan kolaps dalam keadaan konvulsi dan berakhir dengan kematian. Dalam bentuk subakut dan kronik gejala-gejala tersebut keadaanya nampak lebih ringan.

Penanganan dan Pencegahan

Pengobatan dapat dilakukan dengan antibiotik berupa Terramycin (Tetracycline) secara intra muscular 2 mg/kg berat badan, atau melalui air minum 2-4 hari dengan dosis untuk, a) kambing, 300 mg/hari/12.5 kg berat badan, b) domba, 200 mg/hari/12.5 kg berat badan, c) sapi, 200-250 mg/hari/50 kg berat badan.

Pencegahan dapat dilakukan dengan cara :

  • Hewan tertular diisolasi dan diobati,
  • Dilakukan kontrol terhadap caplak terutama Amblyoma spp.,
  • Dengan rotasi penggembalaan (rotational grazing),
  • Dilakukan pemeriksaan darah terhadap adanya C.ruminantum sampai 2 bulan berturut-turut (karena dalam masa tersebut C.ruminantum masih infektif dalam tubuh hewan).

 

-----------------------------------------------

Disusun oleh: Syamsidar & Kusdianawati

Share

Referensi

Pudjiatmoko, Syibli M, Nurtanto S, Lubis N,  Syafrison, Yulianti S, Kartika D, Yohana CK, Setianingsih E, Efendi ND, Saudah E.2014. Manual Penyakit Unggas . Subdit Pengamatan Penyakit Hewan Direktorat Kesehatan Hewan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian.