A-Z Penyakit Hewan Ternak

Glanders

Glanders adalah penyakit infeksi kronis yang dapat menyerang pada hewan berkuku satu dan disebabkan oleh bakteri Burkholderia mallei. Penyakit ini bersifat zoonosis dan infeksi B. mallei pada manusia mengakibatkan infeksi yang hebat dan selalu fatal jika tidak mendapat penanganan yang tepat.

Penyakit glanders bentuk akut selalu bersifat fatal sementara yang kronis mortalitasnya 50%. Penyakit ini dapat ditularkan ke karnivora yang mengkonsumsi daging kuda terinfeksi. Bangsa kuda umumnya terkena dan kejadiannya kronik tapi pada jenis keledai dan Bagal (Mule) selalu berjalan akut. Kejadian pada manusia dan bangsa karnivora jarang terinfeksi. Secara alami, meskipun jarang terjadi bangsa sapi domba, babi dan anjing dapat pula tertular.

Kuda yang tertular merupakan hewan reservoir penyakit, dengan pola penularan melalui kontak langsung dan tidak langsung. Penularan melalui kontak tidak langsung dapat terjadi melalui kantong pakan, bak air minum, bahan pakan, tempat pakan, alas kandang, dan juga pakaian kuda mempunyai peran penting dalam penyebaran penyakit.

Gejala

Gejala-pertama adalah lesi di saluran nafas bagian atas atau kulit yang disertai dengan demam naik turun dan hilangnya napsu makan dan minum. Pada awalnya kuda nampak menurun kondisinya, bulu tidak mengkilat dan kasar, mudah lelah, dan ada kalanya disertai batuk yang kering. Secara garis besar gejala dapat dibedakan berdasarkan infeksi pada paru-paru, hidung, kulit, atau manifestasi dari ketiga bentuk tersebut.

Pada bentuk akut penyakit ditandai dengan demam, batuk serta bersin (nasal discharge), selanjutnya proses berjalan secara periodik terjadi penyempitan cuping hidung. Kelenjar getah bening submaxillary membesar dan terasa sakit jika dipegang. Juga terdapat gejala kegagalan respirasi (respiratory distress) dan dapat terjadi kematian setelah 2 minggu. Bentuk akut biasanya umum terjadi pada bangsa keledai dan Bagal, tetapi jarang pada bangsa kuda, dan jika terjadi pada kuda biasanya adalah bentuk kronis dengan gejala stres.

Bentuk kronis ditandai dengan kelesuan, batuk, demam yang berselang-seling serta juga bentuk hidung dan kulit juga dapat terlihat, serta pembesaran kelenjar getah bening submaxillary. Dengan istirahat dan pemberian pakan yang baik akan memberi perbaikan pada kondisi tubuh.

Penanganan dan Pencegahan

Tidak ada pengobatan yang efektif untuk penyakit glander dan hewan terinfeksi harus dimusnahkan untuk mencegah penyebaran penyakit. Glanders termasuk kategori
penyakit yang harus dilaporkan (notifiable disease) ke OIE dan apabila ada hewan penderita sesegera mungkin dimusnahkan (di-stamping out).

Pencegahan dan penjagaan sebaiknya lebih ditekankan pada manajemen kandang, juga pada tempat minum bersama, kandang, semua peralatan termasuk tempat minum, dan berbagai alat perlengkapan hewan harus didesinfeksi. Jika suatu wabah terjadi, semua ternak yang terkena (kontak) sebaiknya dikarantina dan uji mallein dengan interval 28 hari untuk mencari reaktor dan jika ditemukan langsung dipotong.

Selain dilakukan uji mullein, secara rutin juga harus diikuti dengan program desinfeksi yang baik, dan juga pengawasan lalu lintas hewan yang ketat.

 

----------------------------------------------

Disusun oleh: Syamsidar & Kusdianawati

Share

Referensi

Pudjiatmoko, Syibli M, Nurtanto S, Lubis N, Syafrison, Yulianti S, Kartika D, Yohana CK, Setianingsih E, Efendi ND, Saudah E.2014. Manual Penyakit Unggas . Subdit Pengamatan Penyakit Hewan Direktorat Kesehatan Hewan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian.

 

Adi AAAYM. 2014. Buku Ajar Patologi Veteriner Sistemik: Sistema Pernafasan. Patologi Veteriner. Cetakan : I Tahun 2014 Hal, viii + 86 hal; 15x21cm; font TNR 12

 

https://www.dictio.id/t/apa-itu-penyakit-glanders/77008/2