A-Z Penyakit Hewan Ternak

Fowl Pox atau Avian Pox (Cacar Unggas)

Penyakit cacar unggas (Fowl Pox, Avian Pox, Contagious Epithelioma, Bird Pox, Boreliota Avium, Soregead, Avian Diphteria) disebabkan oleh virus DNA family Poxviridae. Cacar unggas menyerang unggas seperti ayam, kalkun, merak, merpati, kenari dan burung gereja. Cacar unggas menyerang semua kelompok umur, kecuali unggas yang baru menetas.

Infeksi virus cacar terjadi melalui penularan mekanis virus pada kulit yang terluka. Serangga secara mekanis bertindak sebagai vektor dan mendepositkan virus pada mata. Melalui saluran air mata virus mencapai daerah laring dan menyebabkan infeksi di daerah tersebut. Penyakit ini terbagi menjadi dua bentuk, yakni bentuk infeksi kutaneus (kulit) tipe kering/dry dan bentuk difterik tipe basah/wet.

Pada cacar bentuk kering, angka kesakitan dan angka kematian hanya sekitar 1-2%, tetapi pada bentuk basah angka kematian bisa mencapai 5% dari total populasi. 

Gejala Klinis

Gejala klinis pada infeksi kutaneus (kulit) ditandai dengan adanya nodul pada jengger, pial, tepi paruh, kelopak mata, kaki dan sayap. Unggas terlihat lemah dan kurus, karena terjadi penurunan nafsu makan. Unggas juga terlihat susah bernapas karena saluran udara tertutup. Gejala pada bentuk basah difterik ditandai dengan adanya pseudomembran difterik berwarna kekuningan yang muncul pada membran mukosa mulut, esofagus dan trakea. Apabila lesi ditemukan di daerah trakea, gejala klinis akan disertai dengan gejala gangguan pernafasan.

Penanganan dan Pencegahan 

Cacar unggas tidak dapat diobati seperti halnya penyakit viral lainnya. Upaya pencegahan yag dapat dilakukan antara lain adalah: 

  1. Vaksinasi. Vaksinasi cacar hanya boleh dilakukan pada flok yang sehat dan dalam kondisi bagus. Pada ayam, vaksinasi dapat dilakukan pada umur 4 minggu dan pada pullet 1-2 bulan sebelum bertelur. Beberapa hari setelah vaksinasi biasanya pada daerah aplikasi vaksin akan muncul lesi cacar yang bersifat ringan. 
  2. Penerapan biosekuriti. Biosekuriti pada dasarnya adalah pencegahan masuknya patogen dari luar ke dalam kandang unggas dan sebaliknya. Melalui penerapan biosekuriti diharapkan dapat meminimalisir kontak antara hewan dengan virus Pox. Biosekuriti dapat dilakukan melalui tiga cara yaitu: pembatasan lalu lintas apapun untuk masuk ke dalam peternakan sebelum disucihamakan terlebih dahulu, isolasi terhadap unggas yang diduga sakit, dan sanitasi peralatan dan area kandang rutin.
  3. Memperbaiki manajemen pemeliharaan. Langkah ini mencakup manajemen kandang, pakan, dan litter. Pada dasarnya manajemen pemeliharaan bertujuan untuk memenuhi lima prinsip kesejahteraan hewan. Ayam yang hidup “sejahtera” akan jauh lebih sehat karena tingkat stres yang rendah. Stres yang tinggi akan menurunkan sistem kekebalan tubuh ayam sehingga ayam lebih mudah sakit. Manajemen litter juga perlu dilakukan untuk menjaga level amonia di kandang, Apabila amoniak terhirup akan menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan atas, akibatnya infeksi oleh agen infeksi seperti virus Pox akan lebih mudah terjadi.

 

-------------------------------------------

Disusun oleh: Syamsidar & Kusdianawati

Share

Referensi

Pudjiatmoko, Lubis N, Syafrison, Yulianti S, Kartika D, Yohana CK, Setianingsih E, Efendi ND, Saudah E. 2014. Manual Penyakit Unggas. Direkorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. Cetakan ke-2. Jakarta: Kementerian Pertanian.

 

Poultry Indonesia. Cacar Unggas Harus Diberantas. https://www.poultryindonesia.com/cacar-unggas-harus-diberantas/

 

OIE. Fowlpox. http://www.oie.int/fileadmin/Home/ eng/Health_standards/tahm/2.03.10_FOWLPOX.pdf