A-Z Penyakit Hewan Ternak

Foot Rot (Penyakit Kuku)

Penyakit kuku (Foot Rot) disebut juga pododermatitis yang merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri seperti Fusobacterium necrophorus dan Fusiformis nodosu. Penyakit ini masuk dan menginfeksi melalui kulit yang luka, pada sela kuku dan kondisi kuku kotor serta basah. Rusaknya jaringan kuku menyebabkan tersebarnya penyakit disekitarnya yang kemudian mengakibatkan kuku menjadi rusak dan busuk. Foot rot terjadi pada sapi, domba, dan kambing yang tinggal terus–menerus di kandang yang lembab atau basah.

Gejala

Gejala klinis penyakit foot rot pada awalnya terlihat celah kuku tampak merah dan sedikit bengkak, sekitar tumit tampak bengkak, serta mengeluarkan cairan putih dan kotor. Penyakit menyerang ke kulit kuku, mengakibatkan kulit kuku mengelupas, dan muncul benjol–benjol tampak kemerahan, terasa panas, dan sakit. Ternak yang terserang penyakit ini terlihat pincang. Gejala lebih lanjut terjadi demam dan ternak kehilangan nafsu makan.

Gejala klinis pada sapi ditandai rasa sakit, kepincangan, demam, anoreksia, penurunan berat badan dan produksi susu. Gejala klinis pada infeksi awal 5-7 hari yaitu adanya kepincangan, kebengkakan pada jaringan kulit interdigit.

Bila dibiarkan jaringan interdigit akan mengalami nekrosa dan menimbulkan bau yang busuk dan mengandung sedikit eksudat. Jika penyakit semakin berlanjut bisa terjadi kebengkakan pada navicular bone, coffin joint, coffin bone dan tendons.

Penanganan dan Pencegahan

Hewan yang terinfeksi ditempatkan pada kandang yang bersih dan kering. Pengobatan dilakukan dengan terlebih dahulu membersihkan kaki yang terinfeksi dengan formalin atau betadin, dimana kuku yang busuk dipotong. Luka yang terinfeksi kemudian di balut dengan pembalut dan kapas yang telah di beri obat, seperti salep ichtyol, larutan sulfat, dan tembaga 5%.

Jika belum sembuh dapat disuntik antibiotik spektrum luas. Pencegahaan dapat dilakukan dengan menjaga lantai kandang bersih dan kering. Jika memungkinkan kandang didesinfeksi sekali atau dua kali sehari. Kuku yang panjang di potong secara berkala untuk menghindari infeksi foot rot.

 

---------------------------------------------

Disusun oleh: Syamsidar & Kusdianawati

Share

Referensi

Orisa M, Santoso PB, dan setyawati O. 2014. Sistem Pakar Diagnosis Penyakit Kambing Berbasis Web Menggunakan Metode Certainty Factor. Jurnal EECCIS Vol. 8, No. 2, Desember 2014

 

Sumber Belajar Penunjang PLPG 2017 Mata Pelajaran/Paket Keahlian Kesehatan Hewan. 2017. Mendiagnosis, Mencegah dan Mengobati Penyakit Tidak Menular. http://sertifikasi.fkip.uns.ac.id/file_public/2017/modul%202017/Kesehatan%20Pertanian%20Kajian%20Hewan/bab-iii-mendiagnosis-mencegah-dan-mengobati-penyakit-tidak-menular.pdf

 

Hardianto R, Sunandar N. 2009. Petunjuk Teknis Budidaya Sapi Potong. Jawa Barat: Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

 

Reni IYE, Widyastuti SK, Utama IH. 2016. Kelainan Bentuk Kuku Sapi Bali Kereman yang dipelihara di Tanah berdasarkan Jenis Kelamin. Indonesia Medicus Veterinus Juni 2016. pISSN : 2301-7848; eISSN : 2477-6637. 5(3) : 226-231

 

https://ternakdanburung.blogspot.com/2017/11/penyakit-foot-rot-pada-ternak-dan-cara.html