A-Z Penyakit Hewan Ternak

Equine Piroplasmosis (EP)

Equine piroplasmosis (EP) merupakan penyakit tick-borne yang disebabkan oleh parasit Babesia caballi dan Theilertia equi. Penyakit ini menyerang kuda, keledai, dan zebra.

Penyakit ini ditularkan melalui gigitan kutu atau melalui mekanisme penularan dengan jarum yang didesinfeksi secara tidak tepat atau peralatan bedah. Penularan dari kutu yaitu melalui kontak darah, kutu mengisap darah dari kuda yang terinfeksi dan kemudian menggigit kuda yang tidak terinfeksi.

Selain itu, kontaminasi juga disebabkan oleh kutu yang membawa parasit pada pakan ternak seperti jerami.

Gejala

Kuda yang terinfeksi EP memerlukan waktu 7 hingga 22 hari untuk menunjukkan tanda-tanda klinis penyakit. Kasus EP ada ada yang bersifat ringan dan akut. Kasus EP yang bersifat ringan akan menunjukkan gejala ternak tampak lemah dan kurang nafsu makan. Kasus EP yang bersifat akut akan menunjukkan tanda-tanda dari fase akut seperti ternak mengalami demam, anemia, penyakit kuning pada selaput lendir, perut bengkak, dan peningkatan proses pernafasan.

Tanda-tanda EP lainnya termasuk gangguan sistem syaraf pusat, bulu kasar, sembelit, kolik, dan hemoglobinuria (suatu kondisi yang memberi urine warna merah). Dalam beberapa kasus, ternak kuda bisa mengalami kematian. Namun, beberapa kuda yang terinfeksi menunjukkan sedikit atau tidak ada gejala pada fase akut dan mungkin tidak mengalami penurunan produksi.

Kuda yang selamat dari infeksi fase akut akan terus membawa parasit untuk jangka waktu yang lama. Kuda tersebut dapat menjadi sumber infeksi potensial ke kuda lain melalui transmisi atau transfer mekanik dengan melalui gigitan kutu, jarum, atau alat bedah.

Penanganan dan Pencegahan

Di daerah endemik, ternak yang menderita gejala EP akan diobati dengan obat-obatan. Tindakan pencegahan dengan cara disinfektan dan sanitasi yang layak sangat penting untuk mencegah penyebaran penyakit pada ternak untuk mencegah transfer darah antar ternak melalui gigitan kutu atau instrumen bedah.Pengobatan untuk EP berupa vaksin belum ada.

 

----------------------------------------------

Disusun oleh: Kusdianawati & Syamsidar 

Share

Referensi

APHIS. 2009. Equine Piroplasmosis. Veterinary Services. United States Department of Agriculture, Animal and Plant Health Inspection Service.