A-Z Penyakit Hewan Ternak

Echinococcosis (Cacing Pita)

Echinococcosis dikenal juga kista Hidatidosa. Echinococcosis merupakan penyakit parasiter dari filum platyhelminthes, sering disebut sebagai cacing pita. Echinococcosis merupakan zoonosis yang dapat menginfeksi manusia dan hewan. Penyakit ini disebabkan cacing dewasa atau stadium larva (metasestoda). Penyakit ini disebabkan paling sedikitnya 9 (sembilan) galur cacing Echinococcus granulosus yang berbeda secara biologik serta beberapa spesies lain dari Echinococcus.

Spesies yang rentan terhadap penyakit ini adalah anjing, babi, sapi, kambing, domba, unta, kuda, rusa, kijang, kelinci, tikus biasa/putih, dan manusia. Penularan penyakit terjadi akibat hewan memakan daging yang mengandung kista atau memakan tikus yang menderita Echinococcosis.

Cacing dewasa hanya hidup dalam usus inang, cacing jantan segera mati setelah mengadakan perkawinan, sedangkan yang betina dapat hidup sampai mengeluarkan larva, kemudian larva akan tersebar ke seluruh tubuh inang hingga ke tempat predileksi dan menjadi kista. Inang definitif cacing Echinococcus granulosus adalah anjing, infestasi terjadi akibat memakan bagian viscera (jeroan) domba dan ruminansia lainnya yang sudah mengandung kista. Siklus hidup cacing ini tampak pada gambar 1 (Sumber:https://www.cdc.gov/parasites/echinococcosis/biology.html).

cdc

Gejala

Gejala klinis penyakit pada hewan yaitu diare, sesak nafas dan lemah. Kelainan pasca mati tidak banyak menunjukkan kerusakan jaringan, umumnya terdapat ascites bila hati terinfeksi, enteritis, kerusakan pada paru, serta kerusakan di tempat yang ada kistanya. Infestasi cacing ini menyebabkan eosinofilia (meningkatnya konsentrasi eosinofil di dalam darah).

Pecahnya kista hidatidosa sebagai akibat dari trauma atau pembedahan sangat berbahaya, karena dapat menyebabkan shock anafilaksis, reaksi alergi, dan risiko penyebaran pasir hidatidosa yang dapat menimbulkan kista baru di seluruh tubuh.

Penyakit hidatidosa disebabkan oleh tahap larva dari parasit mulai dari yang paling ringan tanpa menunjukkan gejala klinis hingga berakibat fatal. Keparahan tergantung pada lokasi dan ukuran kista. Gejala klinis terjadi ketika kista hidatidosa tumbuh dan menyebabkan nekrosis pada jaringan sekitarnya.

Penanganan dan Pencegahan

Pengobatan penyakit echinococcosis menggunakan a) arecoline hydrobromide peroral dengan dosis 1-2 mg/kg berat badan, b) arecoline Acetarsol peroral dengan dosis 1 mg/kg berat badan, c) dichlorophen peroral dengan dosis 200 mg/kg berat badan, d) yomesan peroral dengan dosis 50 mg/kg berat badan.

Pencegahan dilakukan dengan menjaga anjing terinfestasi serta menghindarkan tertelannya telur cacing secara tidak sengaja, mencegah anjing memakan inang antara.

 

----------------------------------------------

Disusun oleh: Kusdianawati & Syansidar

Share

Referensi

Pudjiatmoko, Syibli M, Nurtanto S, Lubis N, Syafrison, Yulianti S, Kartika D, Yohana CK, Setianingsih E, Efendi ND, Saudah E.2014. Manual Penyakit Unggas . Subdit Pengamatan Penyakit Hewan Direktorat Kesehatan Hewan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian.

 

Sandy S. 2014. Kajian Aspek Epidemiologi Echinococcosis. CDK-215/ vol. 41 no. 4, th. 201. http://www.kalbemed.com/Portals/6/09_215Kajian%20Aspek%20Epidemiologi%20Echinococcosis.pdf

 

https://www.slideshare.net/firdikaarini/bab-i1-41442772