A-Z Penyakit Hewan Ternak

Duck Virus Enteritis (DVE)

Duck virus enteritis (DVE) merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi alpha-herpesvirus dan bersifat akut atau kronik yang secara alami hanya menyerang itik, bebek, dan angsa. Penyakit ini merupakan ancaman potensial terhadap unggas air komersial, domestik maupun liar.

Agen etiologi dari virus ini adalah Anatid alphaherpesvirus-1 atau virus DVE (DVEV) yang termasuk anggota subfamili Alphaherpesvirina dari Herpesviridae, genus Mardivirus.

Gejala

Tanda-tanda klinis dan patologi terkait dengan penyakit DVE bervariasi pada setiap spesies, tingkat kekebalan, usia dan jenis kelamin ternak unggas yang terserang, serta tingkat virulensi virus. Demikian pula, ketika infeksi berkembang dalam suatu kawanan ternak, akan muncul tanda-tanda klinis yang lebih sering diamati.

Pada ternak itik berbagai tanda klinis yang muncul seperti kematian mendadak, fotofobia yang terkait dengan penutupan mata, polidipsia, kehilangan nafsu makan, ataxia, dan hidung tersumbat. Itik sering mengacak-acak bulu dan diare berair. Itik yang sakit dapat mempertahankan posisi tegak dengan menggunakan sayap mereka sebagai pendukung, tetapi penampilan keseluruhan ternak terlihat depresi.

Pada anak itik usia 2-7 minggu, kemungkinan akan lebih rentan jika dibandingkan itik yang lebih tua. Tanda-tanda klinis yang terlihat seperti dehidrasi, kehilangan berat badan, konjungtivitis dan pengeluaran cairan serosa, serta paruh terlihat berwarna biru. Perubahan yang terjadi pada organ dalam adalah enteritis, pembesaran limpa, peradangan proventrikulus dan gizzard, perdarahan pada usus, serta perdarahan titik pada hati dan esofagus.

Penanganan dan Pencegahan

Vaksin virus hidup yang dilemahkan dapat digunakan untuk mengontrol DVE pada ternak unggas yang berusia lebih dari 2 minggu. Penggemukan atau perkembangbiakan itik dapat divaksinasi secara subkutan atau intramuskuler untuk menghasilkan kekebalan aktif. Imunitas maternal pada itik dilaporkan menurun dengan cepat pada progeni breeder yang divaksinasi dengan vaksin hidup yang dilemahkan sepenuhnya. Sehingga alternatif lain untuk pemberian vaksin hidup yang dilemahkan melalui sel embrio fibroblas itik yang telah dilaporkan berhasil.

Vaksin yang tidak aktif telah dilaporkan memiliki kelebihan yang sama dengan vaksin hidup yang dimodifikasi. Beberapa penelitian telah melaporkan mengenai pengembangan dan kemanjuran vaksin DVE rekombinan pada itik SPF. Dimana penggunaan vaksin hidup DVEV-vectored di mana gen haemagglutinin dari virus flu burung H5N1 disisipkan antara gen pendek unik (US) 7 dan US8 genom DVEV.

Vaksin bivalen ini dilaporkan berkhasiat terhadap infeksi virus avian influenza DVEV dan H5N1 pada bebek SPF dalam kondisi eksperimental. Namun, vaksin DVE tidak tersedia secara komersial untuk digunakan secara luas.

 

 

----------------------------------------------

Disusun oleh: Kusdianawati & Syamsidar

Share

Referensi

Campagnolo, E.R., Banerjee, M., Panigrahy, B. & Jones, R.L. 2001. An Outbreak of Duck Viral Enteritis (Duck Plague) in Domestic Muscovy Ducks (Cairina moschata domesticus) in Illinois. Avian Dis., 45, 522–528.

 

Shawky, S. & Schat, K.A. 2002. Latency Sites and Reactivation of Duck Enteritis Virus. Avian Dis, 46, 308–313.

 

OIE. 2018. Duck Virus Enteritis. Terrestrial manual.

 

Banda A. 2018. Overview of Duck Viral Enteritis. https://www.merckvetmanual.com/poultry/duck-viral-enteritis/overview-of-duck-viral-enteritis