A-Z Penyakit Hewan Ternak

Downer Cow Syndrome (DCS)

Downer Cow Syndrome (DCS) merupakan penyakit lanjutan dari milk fever atau komplikasi dari distokia. Apabila dalam 24 jam ternak diterapi menggunakan kalsium, namun ternak tidak juga bisa berdiri dapat dikategorikan menderita DCS. Apabila sapi ambruk pada satu sisi lebih dari 6 jam maka dapat terjadi kerusakan otot, iskemia, dan nekrosis jaringan. Bila sapi ambruk lebih dari 12 jam maka kerusakan menjadi lebih parah dan bersifat irreversible sehingga sulit untuk diterapi.

Etiologi penyakit DCS terdiri dari tiga stadium yaitu ambruk ringan, ambruk sedang, dan ambruk terminal. Penyebab utama ambruk ringan pada sapi perah yaitu milk fever, ternak mengalami penurunan kalsium sebanyak 6 gram. Selain itu, ambruk ringan bisa disebabkan calving paralysis atau spinal limfosarkoma.

  • Ambruk ringan akan pulih dalam 12 – 24 jam pasca terapi.
  • Ambruk sedang akan berlangsung selama 3 – 4 jam.
  • Ambruk terminal merupakan tahapan terakhir sapi akan mengalami ambruk permanen.

Gejala

Ternak yang menderita penyakit DCS tidak menunjukkan gejala sakit, nafsu makan bagus, temperatur normal, respirasi normal, namun tidak bisa berdiri. Kadang tampak seperti merangkak atau terduduk karena tidak mampu berdiri. Komplikasi terjadi bila terjadi trauma saat berusaha berdiri, terutama pada panggul.

Penanganan dan Pencegahan

Penanganan pada ternak yang mengalami penyakit DCS yaitu dengan terapi cairan. Pemberian tambahan sumber fosfat dapat membantu. Memberikan alas yang empuk agar tidak terjadi dekubitus atau trauma pada bagian tubuh yang lain. Analgesik (aspirin, phenylbutazone, flunixin meglumin) dapat diberikan untuk mengurangi rasa sakit pada otot.

Pencegahan dapat dilakukan dengan menempatkan sapi post partum pada kandang yang nyaman dan alas yang tebal untuk mencegah trauma saat melahirkan. Usahakan sapi cukup umur dan besarnya induk saat melahirkan serta mencegah terjadinya milk fever.

 

--------------------------------------------

Disusun oleh: Kusdianawati & Syamsidar

Share

Referensi

Triakoso, N. 2008. Downer Cow Syndrome dan Bloat, Departemen Klinik Veteriner, Universitas Airlangga.

 

Triakoso, N. 2013. Penyakit Non Infeksius pada Ternak. Pengabdian pada Masyarakat Mahasiswa, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Airlangga.
https://www.researchgate.net/publication/301222871