A-Z Penyakit Hewan Ternak

Dermatophilosis

Sinonim : Lumpy skin, mycotic dermatitis, cutaneous streptothricosis, strawberry foot rot. Dermatophilosis adalah penyakit kulit yang ditandai dengan terjadinya keradangan bereksudat pada jaringan epidermis kulit diikuti terbentuknya keropeng.

Penyakit ini dapat bersifat akut maupun kronis dan dapat menyerang sapi, kambing, domba, kuda dan juga manusia. Dermatophilosis disebabkan oleh bakteri Dermatophilus congolensis, yang termasuk di dalam genus Dermatophilaceae dari ordo Actinomycetales. Sapi, domba, kambing dan kuda pada segala tingkat umur, jantan maupun betina peka terhadap dermatophilosis.

Manusia juga dapat terinfeksi oleh D.congolensis. Penularan penyakit antar hewan terjadi melalui kontak langsung atau secara tidak langsung melalui gigitan lalat penggigit (Stomoxys calcitrans dan Tabanus). Di negara-negara Afrika cara penularan juga ditengarai melalui caplak Ambyomma variegatum.

Gejala

Tanda klinis yang paling menonjol diawali dengan terjadinya peradangan pada lapisan epidermis kulit yang kemudian berkembang menjadi papula dan pustula. Papula dan pustula ini membentuk keropeng/kudis (scab) yang kering, tebal, keras dengan tepi yang tidak teratur. Lesi-lesi itu melekat sangat kuat pada permukaan. Apabila kudis/keropeng tersebut dilepas dari permukaan, kulit tampak berwarna kemerahan sampai jerjadi pendarahan.

Pada umumnya penyakit ini dapat sembuh dengan sendirinya pada musim kemarau. Tetapi tidak jarang dilaporkan penyakit ini tetap persisten selama musim kemarau. Kudis/keropeng pada sapi dapat bersifat lokal di bagian-bagian tertentu tubuh seperti pada daerah kepala, leher, punggung, kaki atau dapat menyebar luas di seluruh tubuh sehingga kulit akan tampak sangat kasar. Kelainan kulit ini umumnya tidak disertai rasa gatal (pruritis) seperti kelainan kulit akibat parasit atau jamur.

Pada kambing, kudis/keropeng umumnya bersifat lokal pada sekitar mulut, leher, punggung, tapak kaki dan pada daerah abdominal. Pada domba, kudis sering dijumpai pada telinga, hidung, kepala dan kaki (strawberry footrot). Kelainan kulit pada kuda sering terjadi sepanjang punggung kanan-kiri (flank), dan pada daerah sekitar ekor sampai kaki, sehingga terkadang menyebabkan kepincangan.

Apabila kelainan kulit yang terjadi sangat berat tersebar diseluruh tubuh maka hewan akan tampak depresi, tidak ada nafsu makan, kehilangan berat badan, demam dan mengalami lymphodenopathy.

Penanganan dan Pencegahan

Pengobatan dapat dilakukan dengan pemberian preparat tetracycline, penicilline streptomycine.

 

 

---------------------------------------------

Disusun oleh: Syamsidar & Kusdianawati

Share

Referensi

Pudjiatmoko, Syibli M, Nurtanto S, Lubis N,  Syafrison, Yulianti S, Kartika D, Yohana CK, Setianingsih E, Efendi ND, Saudah E.2014. Manual Penyakit Unggas . Subdit Pengamatan Penyakit Hewan Direktorat Kesehatan Hewan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian.