A-Z Penyakit Hewan Ternak

Degenerative Joint Disease (DJD)

Degenerative joint disease (DJD) juga dikenal sebagai osteoarthritis ditandai oleh degradasi artikular tulang rawan yang mengalami perubahan morfologi pada sendi. Konsekuensi dari degradasi kartilago adalah peradangan membran sinovial dan proliferasi tulang abnormal dalam sendi. Penyakit ini terutama ditandai dengan degenerasi primer dari kartilago artikular dan dapat mempengaruhi satu atau beberapa sendi pada saat bersamaan.

Penyakit ini bisa menyerang ternak kuda, sapi, dan kerbau. Pada kerbau, faktor utama yang mempengaruhi terjadinya kemunculan DJD kemungkinan karena kekurangan nutrisi. Kekurangan nutrisi adalah salah satu dari beberapa faktor etiologi penyebab DJD pada ternak kerbau. Meskipun analisis mineral tidak dilakukan pada jaringan dari ternak yang dijadikan sampel, namun beberapa penelitian sebelumnya melaporkan ternak kerbau yang menderita DJD kemungkinan disebabkan oleh kekurangan fosfor.

Pada sapi, DJD bisa disebabkan cacat konformasi anatomis, atau pergerakan yang dilakukan pada sapi dengan usia tua. Perubahan postur tubuh ternak yang ditandai dengan perpindahan kaki belakang ke depan. Dimana anggota tubuh yang paling terpengaruh adalah kaki belakang pada sapi dan anggota depan kerbau.

Gejala

Gejala klinis yang timbul, yaitu terjadi penurunan berat badan, cedera sendi yang akut, ketidakstabilan sendi yang disebabkan oleh ligamen yang pecah atau tendon, cacat konformasi anatomis dan terjadi penonjolan tulang dari sendi. Ternak yang terkena DJD memiliki tingkat yang bervariasi dari pembengkakan dan deformitas sendi, ketimpangan yang mungkin terjadi dalam satu atau lebih anggota badan dan nyeri pada fleksi sendi.

Lesi biasanya dimulai dengan suatu proses yang melibatkan hilangnya artikular dari permukaan kartilago dan dapat meluas sampai terjadi pembentukan osteofit. Crackles dapat terdengar dari anggota badan yang terkena dampak, dan ternak yang sakit akan tetap dalam posisi lama dan mengalami kesulitan untuk berdiri dan berjalan.

Penanganan dan Pencegahan

Perubahan pada sendi ternak biasanya tidak dapat diubah pada saat diagnosis. Perawatan terhadap ternak sebagai tindakan pemulihan dilakukan dengan mengetahui kondisi atau faktor penyebab terjadinya osteoarthritis. Pemberian pakan harus memenuhi kebutuhan nutrsi pada ternak. Hal ini penting pada ternak yang mengalami proses pertumbuhan, dimana ternak harus lebih sering bergerak.

 

 

--------------------------------------------

Disusun oleh: Kusdianawati & Syamsidar

Share

Referensi

Barbosa, D.J., Lima, D.H.S., Belo-Reis, A.S., Pinheiro, C.P., Sousa, M.G.S., Silva, J.B., Salvarani, F.M., and Oliveira, C.M.C. 2014. Degenerative Joint Disease in Cattle and Buffaloes in The Amazon Region: a Retrospective Study. Pesq.Vet. Bras.34(9):845-850, Setembro.

 

Greenough, P.R. Degenerative Arthropathy in Cattle. FRCVS, Professor Emeritus of Veterinary Surgery, Western College of Veterinary Medicine, University of Saskatchewan. https://www.msdvetmanual.com/musculoskeletal-system/lameness-in-cattle/degenerative-arthropathy-in-cattle. Diakses pada tanggal 16 Desember 2018.