A-Z Penyakit Hewan Ternak

Caprine Arthritis Encephalitis (CAE)

Caprine arthritis encephalitis adalah penyakit disebabkan oleh Virus Caprine Arthritis Encephalitis (CAEV) yang menyerang ternak kambing. CAEV termasuk lentivirus famili Retroviridae. Analisis filogenetik menunjukkan bahwa CAEV berhubungan erat dengan virus maedi-visna virus (MVV), lentivirus yang paling sering ditemukan pada domba. Kedua virus ini mempunyai banyak kesamaan dan sering dianggap sebagai lentivirus ruminansia kecil (SRLV).

Studi filogenetik awal menunjukkan bahwa SRLV dapat dibagi menjadi enam urutan I hingga VI. Clade I mempunyai prototipe virus Islandia visna dan strain MVV terkait. Clade II terdiri dari strain lentivirus Amerika Utara yang diisolasi dari domba. Clade III terdiri dari SRLV Norwegia, dan clade IV dari SRLV Perancis. Clade V terdiri dari strain CAEV Prancis dan Swiss, strain prototipe Amerika Utara, dan strain lentivirus ovarium Amerika Utara.

Clade VI berisi SRLV Perancis. Dalam analisis ini, clade III hingga VI mengandung SLRV terkait dari domba dan kambing, sementara clade I dan II lebih spesifik untuk beberapa spesies.

Gejala

Ternak kambing yang mengalami caprine arthritis umumnya tidak menimbulkan gejala, tetapi minoritas terlihat tanda-tanda klinis. Encephalomyelitis (progressive paresis) terjadi terutama pada ternak yang berusia 2-6 bulan, tetapi juga telah dilaporkan pada ternak yang berusia satu bulan dan hewan yang lebih tua. Gejala awal pada ternak yang berusia muda akan mengalami ataksia, defleksi kaki belakang, hiponia dan hiperfleksia. Tanda-tanda neurologis berangsur-angsur memburuk menjadi paraparesis, tetraparesis atau paralisis.

Beberapa ternak yang berusia muda akan tampak depresi atau menunjukkan kemiringan kepala, berputar-putar, kebutaan, nistagmus, opisthotonos, tortikolis, defisit saraf wajah, disfagia. Secara serologis, kambing dengan bukti infeksi CAEV dapat mengembangkan pneumonia interstisial kronis dan progressive dyspnea. Sindrom lain yang telah dijelaskan pada kambing termasuk berat lahir rendah pada keturunan, pertumbuhan lebih lambat dan peningkatan kegagalan reproduksi.

Tanda-tanda neurologis jarang dilaporkan pada ternak dewasa. Pada awalnya terjadi penyimpangan gaya minor, kepincangan, yang berkembang menjadi kelumpuhan selama berminggu-minggu sampai berbulan-bulan. Tanda-tanda lain seperti tremor kasar, nystagmus, trismus, salivasi dan kebutaan. Sindrom utama pada kambing dewasa yaitu polyarthritis kronis, nyeri, disertai dengan sinovitis dan bursitis.

Gejala awal termasuk distensi kapsul sendi dan tingkat kepincangan yang bervariasi. Pada tahap akhir, kambing dapat berjalan dengan kaki depan tertekuk atau menjadi telentang. Pada kambing yang mengalami laktasi ada kemungkinan terjadi mastitis induratif. Kambing akan mengalami pembengkakan pada kelenjar susu dan menghasilkan jumlah susu yang menurun. Pada beberapa kambing, kelenjar susu dapat melunak dan produksi ASI bisa mendekati normal namun tetap rendah. Secara keseluruhan, produksi susu diperkirakan menurun 10%.

Penanganan dan Pencegahan

Tidak ada perawatan khusus untuk ternak yang menderita penyakit caprine arthritis encephalitis, tetapi terapi suportif dapat membuat kambing yang terkena lebih nyaman. Penyediaan kandang yang lebih nyaman, pemberian NSAIDs dan pakan berkualitas tinggi agar mudah dicerna oleh ternak.

Pencegahan dengan manajemen pemeliharaan yang baik, pengawasan penambahan ternak, dan desinfeksi. Penambahan untuk kawanan ternak yang tidak terinfeksi harus berasal dari kelompok CAEV-negatif. Ternak lain harus dikarantina dan diuji sebelum menambahkannya ke kawanan. Kawanan yang tidak terinfeksi juga harus dijaga agar tidak bersentuhan dengan kawanan yang belum teruji atau seropositif, karena transfer horizontal dari virus berkontribusi pada transmisi.

Domba mungkin juga dapat menyebarkan SRLV ke kambing. Sumber kolostrum untuk pedet yang telah direkomendasikan termasuk kolostrum yang diberi perlakuan panas [56 ° C (133 ° F) selama 60 menit], kolostrum dari CAEV-negatif kambing dan kolostrum sapi. Desinfeksi dengan menggunakan senyawa amonium fenolik. Lentivirus rentan terhadap lipid solvents, periodate, phenolic, formaldehid dengan pH rendah (pH <4.2).

 

 

--------------------------------------------

Disusun  oleh: Kusdianawati & Syamsidar

Share

Referensi

APHIS. 2008. Caprine Arthritis Encephalitis Virus. Veterinary Services, Centers for Epidemiolo. United States Department of Agriculture, Animal and Plant Health Inspection Service, Safeguarding American Agriculture.

 

Anonim. 2007.Caprine Arthritis and Encephalitis. The Center for Food Security and Public Health, Institute for International Cooperation in Animal Biologics. Collage of Veterinery Medicine. Lowa State University.