A-Z Penyakit Hewan Ternak

Candidiasis

Candisiasis disebut juga moniliasis dan crop mycosis. Penyakit ini merupakan penyakit mikal yang disebabkan oleh Candida. Cendawan Candida sp. menginfeksi saluran pencemaan seperti tembolok, rongga mulut, esophagus dan proventrikulus. Penyakit ini dapat ditemukan pada berbagai jenis unggas terutama ayam, kalkun, burung merpati, burung merak, burung puyuh, dan angsa. Candidiasis tidak menular dari ayam satu ke ayam lainnya, namun melalui konsumsi pakan atau air minum yang tercemar oleh jamur tersebut.

Gejala Klinis

Gejala klinis candidiasis tidak terlalu spesifik, namun penyakit ini menyebabkan pertumbuhan ayam terhambat, bulu berdiri, ayam mengalami diare, dan luka serius terutama di daerah saluran pencernaan bagian atas seperti mulut, pharynx, esophagus, proventrikulus serta tembolok. Pada kasus kronis dapat ditemukan daerah yang menonjol dan berwarna putih disertai dengan pembentukan ulser yang berbentuk sirkular pada mukosa tembolok. Ayam muda lebih sensitif terhadap mikosis bentuk pencernaan dibandingkan dengan ayam tua.

Kandidiasis dapat ditemukan pada anak ayam mulai umur 1 - 2 minggu. Anak ayam yang menderita kandidiasis menunjukkan gangguan pertumbuhan, pueat, lesu, dan bulu berdiri. Ayam petelur yang terinfeksi jamur tersebut akan terlihat seperti mengalami obesitas, tetapi menderita anemik. Ayam yang menderita keradangan pada kloaka akibat kandidiasis akan menunjukkan bulu yang ternoda kotoran berwarna putih di sekitar kloaka.

Penanganan dan Pencegahan

Pengobatan penyakit ini dapat dilakukan dengan menggunakan cooper sulfat, yaitu takaran 1:2000 (1 cooper sulfat : 2000 air minum). Obat lainnya dapat menggunakan gentian violet dengan dosis 1 pound per ton yang dicampurkan dalam pakan atau Nystatin pada pakan (220 mg/kg pakan) atau pada air minum (62,5–250 mg/L). Nystatin dicampur dengan sodium lauryl sulfate (7.8–25 mg/L) selama 5 hari akan efektif dalam pengobatan pada kalkun.

Pencegahan Candidiasis dapat dilakukan dengan memperbaiki aspek manajemen kandang seperti meningkatkan standar sanitasi, menghindari pemberian obat, antibiotik, dan coccidiostat, serta menghindari stimulan pertumbuhan berlebihan yang dapat mempengaruhi flora normal pada saluran pencernaan. Ayam yang terinfeksi hendaklah dipisahkan dari ayam lain yang sehat.

Kandang dan lingkungannya dapat didesinfeksi dengan larutan 2% formaldehida atau larutan 1% NaOH selama 1 jam; dan larutan 5% yodium monoklorida bercampur asam hidroklorat selama 3 jam.

 

--------------------------------------------

Disusun oleh: Syamsidar & Kusdianawati

Share

Referensi

Pudjiatmoko, Lubis N, Syafrison, Yulianti S, Kartika D, Yohana CK, Setianingsih E, Efendi ND, Saudah E. 2014. Manual Penyakit Unggas. Direkorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. Cetakan ke-2. Jakarta: Kementerian Pertanian.

 

Tabbu, C.R. (2000) Penyakit ayam dan penanggulangannya, penyakit bakterial, mikal, dan viral Volume 1. Kanisius, Yogyakarta.