A-Z Penyakit Hewan Ternak

Black Leg (Radang Paha)

Black leg disebut juga sebagai Black Quarter, Quarter Ill, Raushbrand, Gangraena Emphysematosa, Boutvuur, dan Radang Paha. Penyakit ini adalah penyakit infeksius yang disebabkan oIeh Cl. chauvoei yang dapat menyebabkan kematian mendadak pada hewan. Penyakit Blackleg sering menyerang domba, sapi dan kadang-kadang kambing, babi serta rusa, bersifat akut dengan tanda khas terjadinya kebengkakan serohaemorhagik disertai kripitasi dari otot-otot tebal terutama otot paha.

Sumber penularan adalah tanah atau makanan tercemar spora bakteri penyebab black leg. Penularan lewat luka dapat terjadi pada waktu dilakukan pemotongan tanduk, kastrasi, pencukuran bulu, alat suntik atau pertolongan kelahiran. Cara penularan yang terbanyak adalah melalui tanah atau makanan yang tercemar spora.

Gejala

Seringkali hewan tidak menunjukan gejala-gejala yang jelas pada awalny, namun menyebabkan kematian terutama pada hewan di padang pengembalaan. Ada juga yang menunjukan gejala-gejala seperti demam tinggi, kurang nafsu makan, depresi, kepincangan dan diikuti oleh pembengkakan yang muncul dari dalam otot seperti pinggul, panggul, dada atau bahu. Bagian yang mengalami pembengkakan menyebar dan mempunyai konsistensi yang lembek, menghasilkan karakteristik yang berderak apabila ditekan dengan tangan karena adanya gas dibawah kulit.

Pada domba, selain gejala yang telah disebutkan tadi, ditemukan warna merah kehitaman pada kulit serta terdengar suara krepitasi akibat terbentuknya gas di antara jaringan otot. Kematian terjadi 24-48 jam setelah gejala klinis pertama kali terlihat. Kadang-kadang hewan ditemukan tiba-tiba mati.

Umumnya black leg menyerang sapi muda umur antara 6 bulan sampai 1 tahun. Kelumpuhan merupakan gejala klinis yang pertama kali terlihat. Kemudian terjadi kebengkakan yang cepat menyebar pada otot gerak di daerah bahu dan paha. Hewan yang terserang terlihat depresi (lesu), disertai kenaikan suhu rektal.

Palpasi pada bagian yang membengkak terasa lunak, oedematos, panas dan terdengar suara krepitasi, akibat terbentuk gas diantara jaringan otot. Kematian terjadi 24-48 jam setelah gejala klinis pertama kali kelihatan. Kadang-kadang hewan ditemukan tiba-tiba mati.

Penanganan dan Pencegahan

Pengobatan dilakukan dengan penicilin 4.000-8.000 IU per kg berat badan namun memiliki efek samping yaitu jaringan yang mengalami gangren pada hewan yang sembuh umumnya mengelupas. Di daerah endemik, pencegahan dilakukan melalui vaksinasi ternak pada umur 6 bulan. Umumnya, satu kali vaksinasi sudah cukup melindungi ternak untuk jangka waktu relatif lama. Vaksin yang tersedia umumnya merupakan kombinasi dengan penyakit clostridial yang lain.

Pemberantasan black leg tidak lazim dilakukan di daerah endemik. Apabila black leg timbul di tempat baru akibat pemasukan ternak dari daerah tertular, maka penguburan bangkai ternak tersebut akan dapat memutuskan mata rantai penularan penyakit.

 

--------------------------------------------

Disusun oleh: Syamsidar & Kusdianawati

Share

Referensi

Pudjiatmoko, Syibli M, Nurtanto S, Lubis N, Syafrison, Yulianti S, Kartika D, Yohana CK, Setianingsih E, Efendi ND, Saudah E.2014. Manual Penyakit Unggas. Subdit Pengamatan Penyakit Hewan Direktorat Kesehatan Hewan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian.

 

Sumber belajar penunjang PLPG 2017 Mata Pelajaran/Paket Keahlian Kesehatan Hewan. Mendiagnosis, Mencegah dan Mengobati Penyakit Menular Pada Ternak. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

 

NATALIA, L. 2000. Manifestasi Veseral Penyakit Radang Paha Pada Hewan. JITV Vol. 5 No 1 Th. 2000