A-Z Penyakit Hewan Ternak

Avian Encephalomyelitis (AE)

Avian Encephalomyelitis (AE) merupakan penyakit viral akut pada anak ayam. Avian Encephalomyelitis disebabkan oleh virus RNA dari family Picornaviridae. Virus AE ini tahan terhadap kloroform, tripsin, asam dan pepsin serta DNAse. Penyakit AE umumnya menyerang anak ayam umur 1-4 minggu. Ayam dewasa dapat ditulari walaupun gejala lebih bersifat subklinis.

Burung kuau, puyuh dan kalkun secara alami dapat tertular walaupun tidak serentan pada ayam. Virus AE dapat ditularkan melalui induk yang terinfeksi pada anak ayam melalui telur yang dierami ataupun melalui anak ayam yang terinfeksi melalui feses yang mengandung virus. Masa inkubasi penyakit AE adalah 7-11 hari dengan angka morbiditas 60% dan mortalitas 50%.

Kematian akibat penyakit ini bisa terjadi karena tidak mampu mengambil makanan atau terinjak oleh ayam-ayam lain dalam satu flok. Pada ayam petelur, penyakit ini mengakibatkan penurunan produksi telur antara 5-20% dan dapat menurunkan daya tetas telur hingga 5%. Penurunan produksi telur ini dapat berlangsung selama 5-14 hari.

Gejala Klinis

Pada anak ayam umur 1-2 minggu umumnya ditemukan gejala ayam murung diikuti ataksia (inkoordinasi otot-otot kaki sehingga ayam jatuh ke samping dengan kedua kaki terjulur ke satu sisi), tremor (gemetar) pada kepala dan leher, kelumpuhan dan diakhiri dengan kematian. Pada ayam petelur gejala yang terlihat adalah penurunan produksi telur antara 5-10% dan tidak diikuti gejala gangguan syaraf.

Pada ayam pembibitan ditemukan adanya daya tetas telur yang menurun dan anak ayam yang ditetaskan akan banyak tertular penyakit AE. Pada pemeriksaan pasca mati ditemukan beracak-bercak pada empedal atau ventriculus-nya. Pada pemeriksaan jaringan (histopatologi) ditemukan perivasculer cuffing dan adanya infiltrasi sel-sel radang (limfosit) pada otak (encephalomyelitis), proventriculus dan ventriculus.

Penanganan dan Pencegahan

Pengobatan penyakit AE belum ada, sehingga pada ayam cara yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan ransum pakan yang baik disertai vitamin dan elektrolit.
Pencegahan penyakit AE dapat dilakukan dengan vaksinasi AE serta pelaksanaan biosecurity. Vaksinasi cukup dilakukan satu kali dalam 1 periode pemeliharaan.

Ayam pullet dapat divaksinasi pada umur 10 atau 15 minggu melalui air minum atau dikombinasikan dengan vaksin cacar (avian pox) yang diberikan secara intra dermal. Biosecurity dapat dilakukan dengan membatasi barang maupun personel yang keluar dari peternakan dengan kontrol lalu lintas, sanitasi, dan isolasi yang ketat. Karena penyakit ini dapat diturunkan melalui telur, maka harus diupayakan bibit berasal dari induk yang bebas AE.

Kandang dan peralatan yang tercemar harus segera disucihamakan. Ayam yang terinfeksi atau berperan sebagai pembawa penyakit (carrier) sebaiknya dimusnahkan untuk menghindari penyebaran penyakit. Ayam yang terserang AE sulit untuk sembuh dan tidak efsien lagi untuk dipelihara.

 

-------------------------------------------

Disusun oleh: Syamsidar & Kusdianawati

Share

Referensi

Pudjiatmoko, Lubis N, Syafrison, Yulianti S, Kartika D, Yohana CK, Setianingsih E, Efendi ND, Saudah E. 2014. Manual Penyakit Unggas. Direkorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. Cetakan ke-2. Jakarta: Kementerian Pertanian.

 

Tarmudji. Hati-hati dengan Avian Encephalomyelitis. (http://www.litbang.pertanian.go.id/artikel/one/51/pdf/Hati-hati%20dengan%20Avian%20Encephalomyelitis.pdf)

 

Purnomo DY. 1985. Diangnosa dan Penanggulangan Penyakit Avian Encephalomyelitis. Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor