A-Z Penyakit Hewan Ternak

Aspergillosis

Aspergillosis atau Brooder Pneumonia adalah penyakit yang dapat menyerang manusia dan hewan. Penyakit ini disebabkan oleh jamur atau cendawan dari genus Aspergillus dan yang paling dikenal patogen adalah Aspergillus fumigatus, Aspergillus flavus serta Aspergillus niger.

Pada unggas, penyakit ini terutama menyerang alat pernapasan. Pada sapi, penyakit ini dapat mengakibatkan radang plasenta yang dapat memicu keguguran. Hewan rentan terhadap aspergillosis adalah unggas seperti ayam, itik, angsa, penguin, merpati, kalkun dan burung liar lainnya. Selain unggas, hewan lain yang rentan adalah kuda, sapi, domba, babi, kelinci, kambing dan kera.

Penularan aspergillosis terjadi melalui udara, debu dan bahan ternak seperti pakan, air minum dan lain-lain yang tercemar spora.

Gejala Klinis

Aspergillosis dapat menyebabkan hewan tidak mau makan, kelihatan mengantuk, kesulitan bernapas (terlihat dari sering membuka mulut untuk bernafas), bahkan mengalami kejang. Gejala kelumpuhan dan gangguan syaraf lainnya dapat terjad jika cendawan menginfeksi otak. Cendawan ini dapat menginfeksi mata dan menyebabkan mata unggas tertutup oleh cairan kental berwarna kuning dan unggas tumbuh lambat.

Dalam kasus kronis, aspergillus biasanya menyerang satu atau beberapa ayam dewasa dengan gejala nafsu makan menurun, batuk, kesulitan bernapas dan ayam menjadi kurus. Pemeriksaan pasca mati menunjukkan adanya bentuk radang paru yang tersebar, berbentuk bungkul kecil dan radang kantung udara. Selain itu. sering dijumpai cairan bernanah yang berwarna hijau kekuningan, selaput kantung udara menebal dengan pertumbuhan jamur berwarna putihan pada permukaannya.

Infeksi dapat menyebar ke seluruh tubuh atau terbatas pada satu organ tubuh saja. Pada hewan pemamah biak, Aspergillosis dapat bersifat asimptomatik, dapat berupa bronchopulmonary, mastitis, placentitis, dan aborsi. Aborsi yang disebabkan oleh jamur memiliki prevalensi yang rendah dan umumnya terjadi pada umur kebuntingan trimester kedua dan ketiga.

Penanganan dan Pencegahan

Belum ada obat yang efektif dan ekonomis untuk mengobati Aspergillosis. Vaksin untuk mencegah penyakit ini juga belum ditemukan. Pakan ternak dijaga terutama kelembabannya untuk menghindari kontaminasi cendawan. Perawatan dan pemberian pakan hewan yang cukup nutrisinya untuk mempertinggi daya tahan tubuh dapat dilakukan.

Pembersihan dan desinfeksi kandang terutama pada unggas kecil penting untuk mencegah infeksi cendawan. Hewan tersangka dan penderita Aspergillosis harus diisolasi dari ayam yang sehat. Tempat bekas hewan penderita didesinfeksi, dan ayam penderita yang mati sebaiknya dibakar karena dapat menjadi sumber spora. Pemusnahan sumber cendawan dan spora dengan menggunakan antibiotika disarankan tidak melebihi jangka waktu yang ditentukan.

 

--------------------------------------------

Disusun oleh: Syamsidar & Kusdianawati

Share

Referensi

Pudjiatmoko, Lubis N, Syafrison, Yulianti S, Kartika D, Yohana CK, Setianingsih E, Efendi ND, Saudah E. 2014. Manual Penyakit Unggas. Direkorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. Cetakan ke-2. Jakarta: Kementerian Pertanian.

 

Anonim. 2009. Aspergillosis pada Sapi. http://kandadvm.blogspot.com/2009/12/aspergillosis-pada-sapi.html