A-Z Penyakit Hewan Ternak

Asidosis Rumen (ACD)

Asidosis rumen merupakan penyakit disebabkan gangguan metabolik yang umumnya terjadi akibat pemberian sumber karbohidrat rendah serat (konsentrat) dalam jumlah besar sehingga memicu terjadinya dehidrasi dan depresi.

Selain itu, penyakit ini juga bisa disebabkan karena mengkonsumsi pakan kaya protein yang mudah difermentasi sehingga memicu produksi amonium berlebihan sehingga terjadi alkalosis yang disertai eksitasi dan hiperestesia. Penyakit asidosis biasanya terjadi pada ternak yang pola pemeliharaannya intensif.

Gejala

Terjadinya kasus asidosis diduga oleh pola pemberian pakan yang tidak sesuai dengan karakteristik bahan pakan yang digunakan yaitu jerami amoniasi menggunakan urea dan molasses yang ditambah konsentrat sehingga mudah difermentasi dan menimbulkan asidosis. Dengan pola pemberian pakan konsentrat dua jam sebelum pemberian jerami amoniasi meyebabkan fluktuasi pH rumen, sehingga mengakibatkan timbulnya gejala asidosis sub akut seperti fluktuasi konsumsi pakan dan produksi asam organik yang tinggi.

Ternak yang mengalami asidosis akan ditemukan gejala berdasarkan tingkatan penyakit asidosis yaitu akut berat, sub akut dan kronis. Gejala asidosis akut berat yaitu ternak mengalami dehidrasi, daerah mata cekung dan kadang ternak dapat mengalami kebutaan. Selain itu, ternak mengalami distensi abdomen, rumen tidak dapat berkontraksi, mengalami diare dalam 24 jam yang berbau asam dan berlendir serta berbuih dengan warna cokelat kekuningan atau keabuan.

Ternak akan ambruk karena kelemahan dan mengalami toksemia dalam 24 – 48 jam. Ternak juga dapat mengalami kematian mendadak yang terjadi dalam 24 – 48 jam, tapi banyak kasus ditandai dengan gejala membaik namun kemudian mati karena komplikasi sekunder. Apabila terjadi pada sekawanan sapi, maka akan ditemukan beberapa ternak yang mengalami depresi dan asidosis akut.

Pada gejala asidosis sub akut hampir sama dengan gejala asidosis akut berat tapi gejala yang ditimbulkan lebih ringan. Gejala yang ditimbulkan akan tampak depresi ringan yang disertai diare. Feses biasanya agak berbuih, berbau asam dan berwarna kuning coklat. Kadang feses mengandung bahan pakan yang belum tercerna. Beberapa hewan juga mengalami laminitis akut.

Penanganan dan Pencegahan

Penanganan ternak yang mengalami asidosis dengan memberikan antasida, 1 gram/kg BB magnesium oksida atau manesium hidroksida atau natrium bikarbonat peroral yang berguna untuk menetralisir keasamanan rumen. Selain itu, bisa diberikan thiamine, kalsium, antihistamin dan anti radang untuk menghindari komplikasi asidosis rumen.

Pencegahan agar ternak tidak mengalami asidosis yaitu menghindari pemberian pakan tinggi karbohidrat rendah serat (konsentrat) dalam jumlah banyak dalam waktu singkat, melakukan perubahan metode pemberian pakan, dan melepaskan ternak di padang pengembalan dalam jadwal tertentu.

 

--------------------------------------

Disusun oleh: Kusdianawati & Syamsidar

Share

Referensi

Bata, M. dan Sodiq, A. 2014. Tingkah Laku Makan Sapi Peranakan Ongole yang Diberi Pakan Berbasis Jerami Padi Amoniasi dengan Metode Pemberian yang Berbeda. Jurnal Agripet,Vol (14) No. 1 : 17-24.

 

Triakoso, N. 2013. Penyakit-Penyakit Non-Infeksius pada Ternak. Research Gate, DOI: 10.13140/RG.2.1.4295.9765.
https://www.researchgate.net/publication/301222871.

 

Triakoso, N. 2010. Buku Ajar Ilmu Penyakit dalam Veternier. CV. Putra Media Nusantara, Surabaya.