A-Z Penyakit Hewan Ternak

Ascariasis pada Ayam

Ascariasis adalah penyakit cacing yang menyerang unggas dan disebabkan oleh Ascaridia galli dengan sinonim dan A. lineata, A. Perspicillum. Cacing ini merupakan parasit besar yang umum terdapat di dalam usus kecil berbagai unggas peliharaan maupun unggas liar.

Penularan penyakit ini dapat melalui lalat atau cacing tanah yang menjadi carrier telur Ascaridia galli (vektor mekanik). Infeksi dapat terjadi apabila unggas menelan makanan atau minuman yang positif mengandung telur cacing.

Faktor-faktor yang dapat berpengaruh dalam infeksi cacing ini ialah sistem pemeliharaan (sistem umbaran lebih berpotensi terinfeksi), kandang dengan litter yang tebal, iklim tropis, serta kelembapan yang tinggi yang mendukung perkembangan cacing dan bertahannya fase infektif cacing.

Gejala

Gejala klinis yang terjadi karena infeksi cacing ini tergantung pada tingkat infeksi. Gejala yang terutama terjadi selama masa prepaten, yaitu ketika larva berada di dalam mukosa dan menyebabkan enteritis (radang usus) yang bersifat kataral. Pada infeksi yang berat dapat terjadi hemoragi (perdarahan), anaemia, diare, lesu, kurus, kelemahan secara umum dan produksi telur menurun.

Selain itu, infeksi berat juga dapat menyebabkan kematian karena terjadi penyumbatan usus. Pada pemeriksaan pasca mati terlihat peradangan usus yang hemoragik dan larva dapat ditemukan dalam mukosa usus. Selain itu terkadang dapat ditemukan parasit yang sudah berkapur dalam bagian albumin dari telur.

Infeksi cacing A. galli biasanya menimbulkan kerusakan yang parah pada usus selama bermigrasi pada fase jaringan. Migrasi ini terjadi di lapisan mukosa usus dan menyebabkan terjadinya enteritis hemoragika, gangguan proses digesti, dan penyerapan nutrisi sehingga akan berpengaruh terhadap elektrolit dan gambaran darah ayam .

Penanganan dan Pencegahan

Pengobatan terhadap Ascaridia galli dapat dilakukan dengan pemberian piperazine melalui makanan atau minuman dengan dosis 300-440 mg/kg pakan atau 440 mg piperazine sitrat per liter. Selain itu, dapat digunakan Albendazol (dosis 3,75mg/kg bb), Fenbendazol (dosis 15-20 mg/kg bb selama 3 hari berturut-turut atau 30-60 ppm dalam pakan selama 6 hari berturut-turut), atau Levamisol (37,5 mg/kg dalam air minum atau makanan).

Pencegahan dapat dilakukan dengan memisahkan unggas dewasa dari inggas muda dan membuat sistem saluran air yang baik. Ayam yang dipelihara dalam kandang litter harus mendapatkan cukup ventilasi, penggantian litter secara periodik, serta tempat pakan dan minum harus sering dibersihkan.

Infestasi yang berat dari cacing A.galli umumnya terjadi pada kandang dengan litter yang tebal dan sangat lembab sehingga penyucihamaan kandang dan persiapan litter penting sebelum ayam masuk ke kandang sangat untuk menjaga kandang menjadi kering dan telur yang mengandung larva infektif juga ikut mati.

 

-------------------------------------------

Disusun oleh: Syamsidar & Kusdianawati

Share

Referensi

Pudjiatmoko, Syibli M, Nurtanto S, Lubis N, Syafrison, Yulianti S, Kartika D, Yohana CK, Setianingsih E, Efendi ND, Saudah E.2014. Manual Penyakit Unggas . Subdit Pengamatan

 

Penyakit Hewan Direktorat Kesehatan Hewan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian.

 

Beriajaya , Martindah E, Nurhayati IS. Masalah Ascariasis pada Ayam. Lokakarya Nasional Inovasi Teknologi dalam Mendukung Usaha Ternak Unggas Berdayasaing.

 

Tabbu C.R. 2002. Penyakit Ayam dan Penanggulangannya Volume 2. Kanisius.Yogyakarta.

 

Tiuria, S., B.P. Priosoeryanto, E.B. Retnani, F. Athaillah, F. Satrija dan Y. Ridwan. 2000. Pengaruh Infeksi Cacing Ascaridia galli Terhadap Respon Sel Goblet dan Sel Mast pada Usus Halus Ayam Petelur. Majalah Parasitologi Indonesia 13: 40-48.