A-Z Penyakit Hewan Ternak

Anaplasmosis

Anaplasmosis disebut juga Gall – Sickness. Anaplasmosis merupakan penyakit protozoa yang dapat bersifat akut dan kronis yang ditandai dengan adanya demam. Anaplasmosis disebabkan oleh golongan Rickettsia, keluarga Anaplasmataceae, genus Anaplasma.

Hewan yang diserang oleh parasit ini adalah sapi, kerbau, domba, rusa, unta, babi, kuda, keledai, anjing dan hewan liar lainnya. Penyakit ini ditularkan melalui vektor caplak yaitu (Boophilus sp, Dermacentor sp, Rhipicephalus sp, Ixodes sp, Hyalomma sp, Ornithodoros sp).

Disamping itu Anaplasma bisa juga dipindahkan secara mekanis oleh lalat penggigit (Tabanus dan Stomoxys) dan nyamuk jenis Psorophora. Pemindahan buatan mekanis juga bisa terjadi pada saat kastrasi, pemotongan tanduk atau pada penyuntikan hewan melalui jarum suntik yang tercemar

Gejala

Masa inkubasi anaplasmois adalah 6-38 hari dan tahap perkembangan dapat terjadi 15-45 hari. Penyakitnya dapat bersifat perakut, akut dan kronis, tergantung dari umur dan status imunitasnya.

  1. Bentuk perakut biasanya terjadi pada sapi umur 2-3 tahun atau lebih dari 3 tahun. Dimana ternak akan mati beberapa jam setelah memperlihatkan gejala umum. Hewan mengalami penurunan kondisi dengan cepat, kehilangan nafsu makan, kehilangan
    koordinasi dan sesak nafas. Temperatur hewan biasanya lebih dari 41°C dan mukosa cepat menjadi kuning.
  2. Bentuk akut biasanya memperlihatkan gejala seperti demam dengan suhu 39,5-42,50C, pernafasan cepat dan berat, kelemahan, nafsu makan hilang, kulit dan selaput lendir kuning pucat, jalannya sempoyongan, sering kencing, konstipasi bercampur darah dan berlendir serta terjadi kebengkakan kelenjar limfe. Pada keadaan ini kematian terjadi dalam 24 jam. Bila gejala sudah muncul, rata-rata hewan hanya bisa bertahan 3-4 hari.
  3. Bentuk kronis, biasanya terjadi demam yang tidak terlalu tinggi dalam beberapa hari (4- 10 hari) yang kemudian disusul demam intermiten. Terjadi anemia hebat yaitu darah menjadi encer dan berair, kondisi tubuh menurun. Pada hewan bunting bisa terjadi keguguran.
    Pada hewan penderita yang tidak menunjukkan gejala klinis, Anaplasma dapat bertahan dalam tubuh sampai 2 tahun, walaupun dalam darah perifer sulit ditemukan. Jika hewan mengalami stres, maka hewan tersebut dapat berperan sebagai pembawa penyakit.

Penanganan dan Pencegahan

Pengobatan terhadap penyakit anaplasmosis dilakukan dengan menggunakan antibiotika spektrum luas seperti terasiklin (5-9 mg/kg bobot badan setiap hari selama 3 hari). Bagi ternak-ternak yang lebih berharga, dianjurkan untuk memberikan transfusi. Tetrasiklin dapat juga diberikan dalam bentuk adiktif untuk mengendalikan penyakit anaplasmosis.

Pencegahan dengan jalan vaksinasi anaplasmosis dapat dengan menggunakan darah sapi carier. Tetapi vaksinasi akan lebih efektif dengan menggunakan cara preimunisasi dengan menyuntikan Anaplasma marginale dosis rendah. Pengendalian penyakit dapat dengan mengendalikan caplak yaitu sapi-sapi dijauhkan dari kehidupan hewan liar, melakukan spraying pada kandang dan pada padang rumput pengembalaan.

Pada waktu melakukan penanganan vaksinasi, potong tanduk atau perlakuan bedah lainnya harus pengerjaannya bersih dengan peralatan yang steril.

 

-----------------------------------------------

Disusun oleh: Syamsidar & Kusdianawati

Share

Referensi

Pudjiatmoko, Syibli M, Nurtanto S, Lubis N, Syafrison, Yulianti S, Kartika D, Yohana CK, Setianingsih E, Efendi ND, Saudah E.2014. Manual Penyakit Unggas . Subdit Pengamatan Penyakit Hewan Direktorat Kesehatan Hewan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian.

 

Apsari IAP, Suratma NA, Oka IBM, Dwinata IM. 2017. Modul Identifikasi Infeksi Protozoa. Laboratorium Parasitologi Fakultas Kedokteran Hewan Udayana

 

Erna A. 1983. Tinjauan Kekebalan Beberapa Penyakit Protozoa Darah pada Sapi di Indonesia. Fakultas Kedoktern Hewan Institut Pertanian Bogor