A-Z Penyakit Tanaman

Sclerotium rolfsii (Busuk Batang)

Penyakit busuk batang akibat pathogen cendawan Sclerotium dapat mudah dikenali dengan melihat adanya miselium (bagian cendawan yang tersusun dari beberapa hifa atau bagian yang seperti benang pada jamur) berwarna putih dan serangan lanjut akan terlihat adanya sklerotia (kumpulan dari miselium). Biasanya jamur ini berkemang lebih cepat pada saat musim hujan dengan kelembaban yang tinggi.

Cendawan ini tumbuh optimum pada suhu 20-28oC, pertumbuhan terhambat pada suhu 35oC dan tidak tumbuh pada suhu 5oC. Jamur ini bertahan hidup dalam tanah dalam bentuk hifa sebagai mikroorganisme bersifat parasit fakultatif (parasit yang menggantungkan sebagian kebutuhan hidupnya pada inang) dan akan menjadi saprofit apabila tidak bertemu tanaman inang. Sel primer di bagian tepi koloni mempunyai lebar 4-9 µm. Dan panjang mencapai 350 µ.

Gejala

Serangan oleh patogen Sclerotium rolfsii ini biasanya terjadi pada pangkal batang. Tanaman umumnya diserang pada fase vegetatif tetapi lebih peka pada perkecambahan. Pangkal batang terdapat benang benang putih menyerupai bulu. Benang benang tersebut berubah bentuk menjadi butir butir bulat atau jorong berwarna coklat. Serangan berat dapat menyebabkan tanaman layu, mengunin dan akhirnya pangkal batang membusuk. Tanaman yang sakit, layu dan menguning perlaha lahan.

Penanganan dan Pengendalian

Beberapa penanganan dan pengendalian penyakit busuk batang akibat serangan pathogen Sclerotium rolfsii, diantaranya yaitu:

  1. Pengendalian dapat dilakukan dengan penggarapan tanah yang lebih baik (penggunaan alat alat yang bebas patogen), pembuatan drainase yang baik dan jarak tanam yang lebar.
  2. Menggunakan varietas yang tahan atau resisten dengan jamur ini.
  3. Mencabut dan membakar tanaman yang terserang, pemusnahan tanaman harus jauh dari lahan tanam
  4. Rotasi tanam sulit dilakukan karena kisaran tanaman inangnya sangat luas.
  5. menggunakan agens pengendali hayati (APH) berupa jamur antagonis seperti Trichoderma spp., Pecillium sp., dan Gliocladium virens; serta bakteri antagonis seperti Bacillus spp., dan Pseudomonas fluorescens.
  6. menggunakan ekstrak nabati dari tumbuhan seperti mimba Azadirachta sp. yang diaplikasikan secara terpadu dengan fungisida kaptan, efektif mengendalikan busuk batang S. rolfsii.

 

----------------------------------------

Disusun oleh: Pramadya

Direview oleh: Ruith Martha Winnie

 

Share

Referensi

Sastrahidayat IR, Penyakit pada tumbuhan obat obatan, rembah-bumbu dan stimulan, UB press

 

Sukamto dkk. Identifikasi dan karekterisasi Sclerotium roflfsii sacc penyebab penyakit busuk batang nilam (Pogostemon cablin benth). Balai penelitian tanaman nilam

 

Sumartini, Penyakit tular tanah pada tanaman kacang kancangan dan umbi umbian seta cara pengendaliannya. Jurnal litbang pertanian vol 31 no 1