A-Z Penyakit Tanaman

Meloidogyne incognita (Buncak/Bisul Akar)

Jenis nematode Meloidogne incognita sering disebut nematoda puru akar ini menyebabkan penyakit buncak akar. Nematoda ini dapat menginfeksi tanaman pertanian dan perkebunan. Salah satu penyebab gagal panen yang terjadi di Indonesia merupakan akibat dari serangan nematoda ini. Secara umum, serangan Meloidogne incognita menyebabkan kerusakan pada akar, karena nematoda mengisap sel sel akar, sehingga pembuluh jaringan terganggu, akibatnya perpindahan air dan hara terhambat.

Gejala

Tumbuhan yang terserang biasanya menunjukan gejala yang tidak normal seperti kerdil, cenderung layu pada hari panas sedangkan akarnya akan mengalami pembengkakan. Tanaman yang diserang ditandai dengan terbentuknya puru atau bisul bulat memanjang pada sistem perakrrannya. Daunnya mengalami nekrosis atau kematian pada selnya, layu dan banyak yang gugur dan jumlah akar lebih sedikit. Bila tanaman terserang parah maka tanaman tersebut akan mati. Serangan nematoda ini dapat mempengaruhi proses fotosintesis dan transpirasi sehingga pertumbuhan tanaman terhambat.

Penanganan dan Pengendalian

Beberapa penanganan dan pengendalian penyakit buncak atau bisul akar yang disebabkan oleh nematode Meloidogyne incognita, diantaranya:

  1. Pemilihan benih yang sehat, pergiliran tanaman, dan penggunaan seresah plastik untuk memanaskan tanah.
  2. Tanaman yang terserang harus segera dicabut dan dimusnahkan, pemusnahan dapat dilakukan dengan membakarnya.
  3. Alternatif pengendalian nematoda ini yang ramah lingkungan dapat menggunakan tanaman antagonis. Beberapa jenis tanaman diketahui menghasilkan senyawa yang bersifat antihelmintik atau nematostatik yaitu tanaman jarak (ricinus communis), wijen (Sesamum indicum) dan lain lain.
  4. Biofumigan merupakan senyawa yang bersifat racun bagi beberapa nematoda. Senyawa yang mudah menguap ini dihasilkan oleh beberapa jenis tanaman dari kubis kubisan. Senyawa biofumigan dapat menghambat pernafasan nematodda.
  5. Penggenangan lahan dapat menyebabkan kekurangan oksige dalam tanah. Kekurangan oksigen akan menyebabkanpenurunan aktifitas, reproduksi dan penetasan telur nematoda.
  6. Menggunakan agen hayati atau musuh alami nematoda ini, misalnya Nematophhora gynophila yang mampu menurunkan populasi nematoda betina.

 

---------------------------------------

Disusun oleh: Pramadya

Direview oleh: Ruth Martha Winnie

Share

Referensi

Ika mustika, konsepsi dan strategi pengendalian nematoda parasit tanaman perkebunan di indonesia, perspetif volume 4 nomor 1

 

Setyo retno djiwanti dkk, aktivitas nematisidal beberapa ekstrak tanaman obat aromatik terhadap meloidogyne sp pada jahe, bul Littra, Vol 23 nomor 2

 

Dina istiqomah dkk, review teknik pengendalian Nematoda Puru Akar ramah lingkungan, prosiding seminar nasional pencapaian swasembada pangan melaluli pertanian berkelanjutan