A-Z Penyakit Tanaman

Colletotrichum Gloeosporioides (Penyakit Buah Cekung Apel)

Penyakit yang disebabkan oleh cendawan Colletotrichum gloeosporioides terkadang muncul pada periode paska panen. Umumnya, jamur penyebab tersebut dapat diliat dalam bentuk stadium tidak sempurna. Miseliumnya transparan, dapat membentuk klamidospora (spora yang tidak membawa sifat kelamin). aservulus (Tubuh Buah Aseksual) terbenam terletak diantara kutikula epidermis. Memiliki bulu bulu yang tidak teratur. Konidia berwarna orange transparan. Umumnya berbentuk bulat telur sampai silinder dengan ukuran 3,5 – 7 x 10 – 28 µm.

Gejala

Gejala tanaman yang terserang Colletrotrichum gloeosoroides pada buah terdapat bercak yang berwarna hitam. Daerah yang terkena akan melebar, menjadi cekung dan bergabung membentuk bercak yang besar. Pada proses pematangan buah, gejala in imembentuk bercak kecil yang banyak dan berwarna gelap dan akan membentuk lingkaran yang membesar, menyatu dan menjadi cekung. Terkadang penyakit ini muncul pada proses pematangan buah.

Penanganan dan Pengendalian

Beberapa cara pengendalian teerhadap serangan pathogen Colletotrichum gloeosporioides, yaitu:

  1. Bagian yang terkena penyakit ini segera dimusnahkan dengan cara dibakar dan dibuang di tempat yang jauh dari lahan.
  2. Penggunaan bibit dan alat alat pertanian yang bebas dari infeksi patogen ini.
  3. Menanam dengan jarak tidak terlalu rapat, tujuannya supaya sirkulasi udara lancar.
  4. Penggunaan daun Mimba untuk menurunkan pertumbuhan cendawan Colletrotrichum gloeosoroides.

 

-----------------------------------------

Disusun oleh : Pramaadya

Direview oleh: Ruth Martha Wennie

 

Share

Referensi

Martoredjo T dkk. Pengaruh ekstrak daun mimba terhadap perkembangan antarknos pada apel manalagi pascapanen. Jurnal perlindungan tanaman indonesia vol 3 no 1

Sastrahidayat IR dkk. Penyakit dan hama apel beserta pengendaliannya. UB press

Harahap TFH dkk. Efek temperatur terhadap virulensi jamur Colletotrichum gloeosporioides penyebab antraknosa pada tanaman kakao. Jurnal Online Agroteknologi Vol 2 no 1