A-Z Penyakit Tanaman

Botryopdiplodia theobromae (Blendok/Diplodia)

Penyakit blendok atau diplodia disebabkan oleh pathogen jenis ccendawan Botyodiplodia theobromae . Siklus hidup dari jamur Botyodiplodia theobromae ditandai dengan terjadinya perubahan warna dari mulai putih hingga berubah menjadi warna hitam kehijauan. Miselia pada jamur ini seperti layaknya benang halus. Konidia (spora aseksual) pada saat matang berwarna coklat seperti warna kayu manis berukura 20-30µm x 10-15 µm. jamur ini dapat mempertahankan diri pada ranting-ranting dan kulit cabang yang terinfeksi.

Jamur ini mudah menyebar melalui tanah, percikan air hujan dan alat alat pertanian. Selain kekeringan yang terjadi secara tiba tiba, pembuahan yang terlalu lebat dan perlakuan pada tanaman yang kurang bersih merupakan kondisi yang baik untuk berkembangya jamur ini.

Gejala

Gejala serangan akibat jamur Botryopdiplodia theobromae umumnya terdapat dua gejala, kering dan basah. Pada diplodia basah tanaman yang terserang akan mengeluarkan blendok berwarna kuning emas dari mulai batang atau cabang cabang tanaman. Bagian kulit yang terserang setelah beberapa lama akan mengering dan mengelupas. Blendok biasanya berkembang melingkari batang dan cabang yang dapat menyebabkan kematian.

Pada diplodia kering gejala awal sulit untuk diketahui. Pada bagian kulit batang dan cabang tanaman jeruk yang terserang akan mengering, lalu terdapat celah celah kecil pada permukaan kulit. Pada bagian celah tersebut akan terlihat adanya massa spora jamur berwarna putih hingga hitam. Perluasan kulit yang mengering sangat cepat, apabila hingga melingkar pada bagian cabang dan batang akan menyebabkan daun menguning dan akhirnya akan menyebabkan kematian.

Penanganan dan Pengendalian

Pengendalian secara terpadu terhadap tanaman yang terserang penyakit blendok atau diplodia yang disebabkan oleh pathogen jenis ccendawan Botyodiplodia theobromae, yaitu:

  1. Meningkatkan kesuburan tanah dengan memberikan pupuk yang seimbang akan meningkatkan ketahanan bagi tanaman jeruk
  2. Penggunaan alat alat pertanian yang bebas dari patogen
  3. Sanitasi kebun dan sterilisasi alat pertanian perlu dilakukan
  4. Memangkas ranting yang terserang dan memusnahkannya dengan cara dibakar.
  5. Pengendalian secara biologi dapat dilakukan dengan cara penggunaan agen antagonis Glomus fas cicalatum
  6. Penggunaan belerang dan CaCo3 dapat digunakan untuk mengendalikan jamur ini

 

-----------------------------------------

Disusun oleh: Pramadya

Direview oleh: Ruth Martha Winnie

Share

Referensi

Gatot I. Tinjauan Mengenai Tanaman Jeruk, Hama Penyakit Tanaman, Jamur Botryodiplodia thebromae, Pestisida, Kandungan Lengkuas (Alpinia purpurata k. Schum)

 

http://balitjestro.litbang.pertanian.go.id/gejala-serangan-penyakit-diplodia-botryodiplodia-theobromae-pat-dan-pengendaliannya/