Usaha Organik Terpadu Antarkan Gestianus Sino, Studi Pertanian Ke Australia
KEWIRAUSAHAAN

Usaha Organik Terpadu Antarkan Gestianus Sino, Studi Pertanian Ke Australia

Aruma Sistha
1 month ago
528 views

Pintu Awal Prestasi

Setelah berhasil  menjadi yang terbaik diantara 10 besar Duta Petani Muda 2018, Gestianus Sino akan diterbangkan ke Australia, disponsori  oleh Academies Australasia Institute dalam rangka kunjungan belajar selama 1 minggu.

Seperti keinginannya, bisnis pertanian organik terpadu GS Organik yang telah ditekuni Gesti –panggilan akrab Gestianus Sino- secara konsisten selama 5 tahun kini tidak hanya diakui oleh masyarakat Kupang saja, tetapi juga unggul di skala nasional.

Sebelum akhirnya terpilih menjadi pemenang pertama Duta Petani Muda 2018, GenAgraris berkesempatan untuk bertemu dan berbincang santai dengan Gesti di antara padatnya kegiatan pelatihan Duta Petani Muda 2018, berikut rangkumannya.

Permintaan Bahan Pangan Organik

“Bagi saya, ungkapan you are what you eat itu benar adanya. Karena itulah saya ingin memberikan asupan yang sehat bagi keluarga saya dengan hasil kebun yang sehat dan segar, bebas dari bahan kimia.”

Kemudian selain memenuhi konsumsi bahan pangan yang sehat, Gesti juga mempertimbangkan proses yang  ramah lingkungan serta perkiraan nilai ekonomis. Bahan pangan organik menurutnya akan semakin banyak diminati seiring kebutuhan gaya hidup sehat di masa depan.  

Berdiri pada tahun 2013, fokus bisnis GS Organik awalnya hanya pada pemenuhan kebutuhan rumah tangga saja. Kemudian setelah kurang lebih 2 tahun berjalan barulah masyarakat mulai merasakan manfaaat bahan pangan organik yang dikonsumsinya. Bahkan Gesti seringkali menjadi rekomendasi dari dokter-dokter yang menyarankan pangan organik bagi pasiennya.

Usaha Pertanian Organik Terpadu

“Saya menanam 20 jenis sayuran, ada brokoli, kailan, bayam, kangkung, tomat cherry, cabai, dan sebagainya. Lalu ada pepaya jenis red dan orange lady, kemudian ada ikan, ayam kampung, bebek dan kambing.”

GS Organik yang kini menjadi inspirasi bagi masyarakat sekitarnya berhasil mengintegrasikan subsektor pertanian (hortkultura, ternak, dan ikan lele) diatas lahan seluas 1800 meter persegi yang awalnya adalah hutan dan bebatuan. Sistem yang terintegrasi itu bahkan dapat beroperasi hanya dengan mengandalkan apa yang ada di dalam kebun dan meminimalisir input dari luar.

“Kambing yang jumlahnya sekitar 12 ekor itu sebenarnya adalah mesin giling. Sayuran, buah yang over produksi dapat “diititipkan” ke kambing, begitupun dengan ikan lele dan ayam. Kemudian sisa makanan yang tidak dapat dicerna oleh kambing, ayam dan ikan lele akan dimasukkan ke dalam bak penampung untuk diolah menjadi pupuk kompos”, jelas Gesti lebiih lanjut.

Berbagi Ilmu Bertani

“Pertanian terpadu GS Organik ini sebenarnya adalah sebuah miniatur bisnis yang dapat menjadi tempat belajar, tinggal nanti dikembangkan dan disesuaikan dengan model bisnisnya saja di luar.”

Sebagai sarjana pertanian dari Universitas Nusa Cendana, Kupang, Gesti memang sangat bangga profesinya sebagai petani, dan hal tersebut sangat ingin ditularkannya kepada masyarakat khususnya mahasiswa dan sarjana pertanian.

Maka tidak mengherankan ketika Gesti juga dipercaya menjadi konsultan pertanian organik terpadu melalui GS Organik. Tidak hanya didatangi oleh pelajar dan mahasiswa saja, Gesti juga aktif menjadi narasumber dalam berbagai kegiatan pelatihan yang difasilitasi oleh Pemerintah Daerah, Bank Indonesia serta LSM lokal maupun asing.

Kebanggaan Sebagai Petani

Ketika dimintai pendapat mengenai realita sarjana pertanian yang kini enggan menjadi petani, Gesti berpendapat bahwa seharusnya para sarjana pertanian memang diharapkan dapat mempraktekan ilmunya dalam sektor agraris, dan menjadi motor penggerak pertanian di Indonesia.

“Sebagai petani, kita menolong keberlangsungan hidup umat manusia karena kita menyediakan kebutuhan dasar hidup manusia, toh pada dasarnya tidak ada manusia di muka bumi ini yang tidak membutuhkan makanan. Jadi kita harus bangga memiiki identitas sebagai petani. Dan saya rasa dengan adanya ajang Duta Petani Muda ini, sekarang profesi petani tidak lagi identik dengan kotor dan jorok. Bertani itu keren, bertani itu seksi loh!” ungkap Gesti mengakhiri pembicaraan.

 img feature: Sistha. GenAgraris.ID
66 Shares
 
Update Lainnya
Apakah Tumbuhan Mempunyai Kecerdasan?
Apakah Tumbuhan Mempunyai Kecerdasan?
Berbagai kajian dan penelitian terbaru menunjukan tumbuhan mempunyai kesadaran, bahkan kecerdasan, walau berbeda dengan organisme lainnya, seperti kelompok binatang.
3 days ago
5 Teknologi Untuk Mengatasi Ketersediaan & Pemanfaatan Air yang Efektif & Efisien
5 Teknologi Untuk Mengatasi Ketersediaan & Pemanfaatan Air yang Efektif & Efisien
Sebagai sumber daya vital, keberadaan dan ketersediaan air, dalam pengelolaannya dikembangkan berbagai teknologi, seperti teknologi hujan buatan, fog harvesting, irigasi pintar, dan ASRG.
5 days ago
Masa Depan Pertanian Indonesia Dalam Acara Smart & Digital Farming Conference 2019
Masa Depan Pertanian Indonesia Dalam Acara Smart & Digital Farming Conference 2019
"Smart & Digitalization Farming Conference Indonesia 2019" erhasil menyajikan gambaran dan pemahaman yang jelas menyangkut penerapan teknologi pertanian berbasis digital.
2 weeks ago
Load more