Urgensi dan Telaah Penerapan Pertanian Pintar Pada Masyarakat Petani
INDUSTRI

Urgensi dan Telaah Penerapan Pertanian Pintar Pada Masyarakat Petani

Admin
1 month ago
181 views

Baik layanan maupun produk pertanian pintar atau smart farming semakin dikenal oleh masyarakat petani. Implementasi pertanian pintar untuk korporasi hampir tidak ada isu, karena pertimbangan utamanya hanya return of investment saja.

Urgensi Smart Farming atau Pertanian Pintar Bagi Petani

Tidak demikian dengan masyarakat petani, pertanian yang dikelola secara individu atau rumah tangga. Penerapan pertanian pintar seperti, pertanian presisi, drone pertanian, smart irrigation, automasi alat pertanian, traceability system komoditas pertanian dan lainnya untuk masyarakat petani masih terkendala berbagai faktor, seperti budaya, skala ekonomi, coverage, infrastruktur, dan pengetahuan atas teknologi.

Walau dalam adaptasi teknologi selalu tertinggal, masyarakat petani masih menjadi pemasok utama bahan pangan. Input dan output per usaha tani atau per petani sudah pasti tidak sebanding dengan pertanian industri, tapi secara agregat masih mendominasi.

Smart farming atau pertanian pintar tidak hanya semata soal efisiensi dan efektivitas. Penerapan pertanian pintar juga termasuk untuk meningkatkan standar mutu produk, komoditas yang dihasilkan oleh petani. Produk komoditas pertanian yang memenuhi standar mutu harganya jauh lebih tinggi.

Jadi, selain menghemat sumber daya dan meningkatkan produktivitas, manfaat penerapan pertanian pintar bagi petani juga termasuk meningkatkan harga jual produk komoditas yang dihasilkannya.

Adaptasi petani dalam penerapan pertanian pintar tidak ada kesangsian lagi. Bahwasannya sebelumnya dalam penggunaan teknologi masih mempertimbangkan urgensi, apakah lebih banyak manfaat atau dampak negatifnya. Kenyataanya sekarang petani tidak dapat mengelak dari perubahan teknologi, ekonomi, sosial dan budaya.

Jumlah petani dan pekerja di bidang pertanian di daerah rulal yang terus berkurang, beralih menjadi pekerja industri, menuntut menkanisasi untuk menanggulangi masalah SDM pertanian. Keterbukaan pasar yang memudahkan akses pasar terhadap end user, menjadikan hubungan langsung antara masyarakat petani, atau petani dengan industri semakin nyata. Keduanya semakin terintegrasi, menjadi satu-kesatuan dalam rantai industri hulu-hilir.

Penerapan Pertanian Pintar Pada Masyarakat Petani

Hubungan langsung antara petani dengan industri, atau petani dengan perusahaan ini yang sering terjadi miss understanding. Adanya kesalahpahaman itu menyebabkan miss match, sehingga hubungan, mitra, kosumen-produsen, pemasok-penampung, atau kerjasama inti-plasma dan lainnya tidak produktif yang tidak jarang juga menumbuhkan konflik sosial.

Penerapan pertanian pintar berarti juga penerapan teknologi yang mengubah pola tanam, pola pikir, orientasi dan prilaku petani. Untuk membangun hubungan baik dengan pola mitra bisnis, maupun kerjasama bisnis yang fair dan berkelanjutan antara petani dengan pertanian industri, petani dengan perusahaan, dalam rangka penerapan pertanian pintar, satu sama lain harus saling memahami untuk menuju titik temu pemahaman bersama, bahwasannya keduanya merupakan bagian dari satu sistem kerja.

Lingkup pemahaman keduanya, baik industri dan masyarakat petani, atau perusahaan dan petani dalam penerapan pertanian pintar meliputi:

  • Pemahaman penggunaan teknologi pertanian pintar dalam lingkup sosial-budaya, dan ekonomi. Masing-masing memahami kendala, kemudahan dan konsekwensi penggunaan teknologi pertanian pintar dalam lingkup sosial-budaya dan ekonomi.
  • Pemahaman posisi masing-masing dalam penggunaan teknologi pertanian pintar. Masing-masing memahami posisi sebagai pelaku yang merupakan bagian dari sistem yang terintegrasi.
  • Pemahaman kemampuan, tugas dan tanggung jawab masing-masing dalam penggunaan teknologi pertanian pintar. Masing-masing memahami apa yang harus dilakukan, diperkuat atau ditingkatkan sesuai dengan lingkup kerja sistem.

Karakteristik sistem kerja teknologi adalah membentuk fungsi kerja yang terspesialisasi dan terintegrasi. Jika salah satu fungsi spesiaisasi kerja tidak berjalan akan mengganggu sistem kerja secara keseluruhan. Penerapan pertanian pintar pada petani juga demikian. Petani menjadi salah satu fungsi dengan spesialisasi tertentu pada sistem kerja besar yang merupakan rangkain sistem hulu-hilir.

Untuk itu, supaya efektif perlu adanya fasilitator, sekolah lapangan, dan kerangka pemahaman dasar dalam penerapan pertanian pintar pada masyarakat petani atau petani. Industri atau perusahaan sendiri perlu memahami dan memetakan karakteristik, sosial-budaya, lingkup ekonomi masyarakat petani, serta memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar mengenai penggunaan dan kegunaan teknologi pertanian pintar kepada petani. (admin)

img: GenAgraris.ID
66 Shares
 
Update Lainnya
Mendalami Pemahaman dan Merumuskan Ide Menjadi Solusi Bisnis
Mendalami Pemahaman dan Merumuskan Ide Menjadi Solusi Bisnis
Solusi bisnis muncul berasal dari niat baik atau goodwill untuk memecahkan atau menyelesaikan suatu problematika, permasalahan yang dialami orang banyak.
13 hours ago
Akan Digelar Pada 16 -20 Oktober, Trade Expo Indonesia 2019 Menargetkan Kenaikan Nilai Transaksi 10-15%
Akan Digelar Pada 16 -20 Oktober, Trade Expo Indonesia 2019 Menargetkan Kenaikan Nilai Transaksi 10-15%
Mengusung tema “Moving Forward to Serve The World”, Trade Expo Indonesia, TEI 2019 akan digelar pada 16—20 Oktober, di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten.
1 day ago
Sekilas Mengenal Sawit Indonesia dan Produk yang Berasal Dari Minyak Sawit
Sekilas Mengenal Sawit Indonesia dan Produk yang Berasal Dari Minyak Sawit
Indonesia merupakan produsen palm oil terbesar di dunia. Sebagai komoditas unggulan selain kotribusi ekonomi kegunaan minyak sawit diantaranya sebagai bahan baku minyak goreng, margarin, sabun dan lainnya...
2 days ago
Load more