Telaah dan Penelusuran Nascent Entrepreneur Sebagai Konsep Baru Entrepreneurship
KEWIRAUSAHAAN

Telaah dan Penelusuran Nascent Entrepreneur Sebagai Konsep Baru Entrepreneurship

3 weeks ago
447 views

Realitas seorang entrepreneur tidak semudah teori entrepreneurship, dan kasus bisnis pada sebuah pepper. Langkah awal atas akumulasi tekad bulat, selanjutnya menjadi perjalanan berselimut kabut ketidaktahuan. Setiap hari seorang entrepreneur dihadapkan pada pertanyaan yang muncul dari berbagai permasalahan pengolahan dan pengelolaan sumber daya, pembentukan nilai baru dan output yang diharapkan.

Misteri yang Menjadi “Bakal”

Studi entrepreneur dan entrepreneurship ditujukan untuk menjawab pertanyaan itu. Walau keberhasilan seorang entrepreneur dalam usahanya terus akan menjadi misteri, berbagai studi entrepreneur dan entrepreneurship menghasilkan pemahaman dan pola-pola yang sangat bermanfaat, baik bagi entrepreneur dan entrepreneurship sebagai obyek studi, maupun di luar itu.

Sebelumnya, definisi entrepreneur berlaku umum, untuk orang membentuk usaha baru (new venture creation) dengan keseluruhan proses dan fase-nya. Dalam perkembangannya, nascent entrepreneur teridentifikasi sebagai “bakal” entrepreneur. Merujuk pada berbagai definisi nascent entrepreneur dapat diefinisikan sebagai orang yang sedang mengupayakan pembentukkan usaha baru.

Definisi & Karakteristik Nascent Entrepreneur

Definisi nascent entrepreneur dari Global Entrepreneurship Monitor (GEM, 2012), kurang lebih sama, yaitu sebagai orang, sendiri atau dengan orang lain yang mempunyai inisiatif, intens dan fokus sedang mengupayakan pembentukkan usaha baru. GEM membatasi, kategori profil nascent entrepreneur hanya berlaku tiga bulan, setelahnya menjadi “entrepreneur baru”, yang jika dalam waktu 3,5 tahun bisa bertahan, selanjutnya disebut “entrepreneur mapan”.

Definisi lain, Reynold & White membagi proses pembentukan usaha baru kedalam empat fase, conception, gestation, infancy, dan adolescence. Setelah seseorang, sediri atau bersama berkomitmen untuk mengupayakan pembentukan usaha baru, sampai menjadi usaha rintisan yang independent, ia disebut nascent entrepreneur.

Perbedaan berbagai penjelasan nascent entrepreneur umumnya mengnai ruang lingkup kegiatan dalam proses pembentukan usaha. Dari berbagai definisi, ada satu kesamaan yang teridentifikasi sebagai karakteristik nascent entrepreneur, yaitu sedang merumuskan, meng-organize atau meracik dan mengolah sumber daya, untuk menghasilkan nilai baru (new value) dalam upaya pembentukan usaha baru.

Nascent Entrepreneur & Start-Up

Tentunya banyak yang sudah kenal istilah start-up dari pada nascent entrepreneur. Mengenal start-up, tetapi tidak mengenal nascent entrepreneur seperti, hidup di daerah muara tanpa mengetahui darimana aliran sungai itu berawal. Nascent entrepreneur merupakan air yang berasal dari mata air yang bernama entrepreneur, dan entrepreneurship.

Sederhananya, nascent entrepreneur adalah entrepreneur yang sedang dalam tahap merintis usaha. Usahanya dikenal dengan istilah usaha rintisan, atau start-up, dan perusahaannya bernama perusahaan rintisan, atau start-up company.

Nascent Entrepreneur sebagai Evolusi Entrepreneurship

Nascent entrepreneur dapat dikatakan merupakan evolusi dari entrepreneur dan entrepreneurship. Sebagai sebuah fenomena, nascent entrepreneur teridentifikasi dan terungkap pada akhir tahun 1990-an, di Amerika Serikat.

Tahun 2000-an, kita mengenal facebook, amazon, ebay, dan banyak lagi baik yang sudah menjadi korporasi besar, maupun yang gulung tikar, seperti Friendster, Myspace, dan lainnya.

Kehadiran nascent entrepreneur dengan startup-nya, menarik perhatian berbagai kalangan, karena bentuk usaha ini lahir dari generasi baru. Sesuai karakteristiknya, start-up usaha yang dirintis berlandaskan konsep yang matang, dengan pengorganisiran, sumber daya, yang diolah dan dikelola secara kreatif untuk pembentukan nilai baru yang infovatif, dimana sebelumnya lebih berlandaskan niat.

img feature: Edit. Google
Joachim Wagner. Nascent ENtrepreneurs. Institute of Economics, University of Luenebureg. Luenebureg, Germany.
Howard E. Aldrich, Matrha Argelia Martinez. Many are Called But Few are Choesn: An Evoluntary Prespective for The Study of Entrepreneurship.
Vagesh MV, Sunena Tahddaeus, Udhaya Kumar D. Nascent Entrepreneurs - Challange and Issue. ISOR-BJM
66 Shares
 
Update Lainnya
Teknik Budidaya Kacang Panjang Secara Tepat dan Efektif Untuk Meningkatkan Produktivitas
Teknik Budidaya Kacang Panjang Secara Tepat dan Efektif Untuk Meningkatkan Produktivitas
Kacang panjang merupakan salah satu tanaman perdu semusim yang mengandung protein (17,30 %), lemak (1,50%), karbohidrat (70%), vitamin A, B, C, dan mineral.
1 day ago
Potensi dan Tantangan Pengembangan Budidaya Persuteraan di Indonesia
Potensi dan Tantangan Pengembangan Budidaya Persuteraan di Indonesia
Ekspor komoditas dari ulat sutra dapat berupa kokon, benang dan barang jadi.
1 day ago
7 Teknologi yang Berpengaruh Terhadap Perkembangan Agribisnis Di Indonesia
7 Teknologi yang Berpengaruh Terhadap Perkembangan Agribisnis Di Indonesia
Nanoteknologi, 3D Printed Food, Indraja, Bioteknologi dan lainnya merupakan teknologi yang berpengaruh terhadap arah pola-pola pengembangan usaha agribisnis dan kompetensi usaha agribisnis.
5 days ago
Load more