Tanaman Murbei Sebagai Sumber Pakan Utama Ulat Sutera dan Manfaat Lainnya
BUDIDAYA

Tanaman Murbei Sebagai Sumber Pakan Utama Ulat Sutera dan Manfaat Lainnya

RuthMW
1 month ago
111 views

Sebagai salah satu hasil hutan bukan kayu (HHBK), tanaman murbei (Morus sp.) merupakan jenis tanaman yang menjadi faktor utama dalam usaha budidaya ulat sutera.

Tanaman Murbai Sebagai Sumber Pakan Ulat Sutra

Tanaman murbei merupakan menjadi sumber pakan utama bagi ulat sutera. Bahkan, sebagai sumber pakan, kualitias tanaman murbei berpengaruh terhadap kesehatan ulat dan produksi dan kualitas kokon, menentukan kualtias dan kuantitas dari produksi benang sutera.

Tanaman murbei yang berkualitas mempunyai daun yang baik yang merupakan sumber nutrisi bagi ulat sutera. Daun murbei yang berkualitas akan meningkatkan daya tahan ulat terhadap serangan penyakit dan tentunya akan meningkatkan produksi kokon 20% lebih banyak.

Karakteristik & Daerah Penghasil Tanaman Murbei

Tanaman murbei memiliki beberapa karakteristik yang perlu diketahui, diantaranya yaitu tanaman murbei berbentuk semak atau perdu dengan tinggi mencapai 5–6 m (dalam lingkup budidaya), sedangkan bila dibiarkan tumbuh liar dapat mencapai 20-25 m.

Warna batang tergantung jenis tanamannya, yaitu hijau, hijau kecoklatan dan hijau agak kelabu. Tanaman murbei yang berasal dari stek perakarannya mampu tumbuh ke bawah mirip dengan akar tunggang hingga mencapai ke dalaman 10–15 cm dari permukaan tanah. Akar tanaman murbei yang berumur tua mampu menembus kedalaman lebih dari 300 cm.

Beberapa nama daerah dari tanaman murbei yang diketahui diantaranya yaitu walot (Sunda), malur (Batak), nagas (Ambon) dan tambara merica (Makassar).

Selain itu, di beberapa negara, tanaman murbei juga memiliki nama asing diantaranya yaitu mulberry (Inggris), Sangye (Cina), morera atau mora (Spanyol), moreira (Portugis) dan Murier (Prancis).

Di Indonesia, diketahui terdapat beberapa jenis tanaman murbei yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat, diantaranya yaitu Morus alba, M. nigra, M. cathayana, M. australis dan M. macraura.

Syarat Tumbuh Tanaman Murbei

Tanaman murbei dapat hidup di daerah panas atau daerah subtropis di wilayah-wilayah tertentu di Asia, Amerika dan Afrika. Wilayah-wilayah tersebut memiliki kondisi yang syarat yang baik untuk pertumbuhan tanaman murbei berkembang optimal.

Syarat-syarat tersebut diantaranya yaitu:

  • Ketinggian 400-800 m di atas permukaan laut, dengan suhu udara rata-rata 24-28° C dan kelembaban udara antara 65-80 %.
  • Kondisi curah hujan optimal bagi tanaman murbei antara 1.500 - 2.500 mm, dan akan tumbuh baik pada daerah yang sepanjang tahun mendapat curah hujan merata.
  • Kondisi tanah optimal bagi tanaman murbei adalah pH antara 6,2 - 6,8 dengan solum tanah tebal dan tekstur geluh berlempung-geluh serta kondisi drainase yang baik.

Budidaya Tanaman Murbei

Budidaya tanaman murbei dapat dilakukan dengan dua cara yaitu biji (generatif) dan bagian tanaman (vegetatif). Umumnya tanaman murbei di Indonesia dibudidaya dengan cara vegetatif (menggunakan bagian tanaman).

Beberapa teknik perbanyakan secara vegetatif lainnya yang dapat digunakan antara lain: okulasi (menempelkan mata tunas), layering (membengkokkan cabang tanaman ke tanah) dengan bagian tengah ditimbun, suetsugi grafting (sambungan pangkal hidup), root grafting (okulasi pangkal lepas), stek batang.

Umumnya, stek batang yang paling sering dilakukan masyarakat dalam budidaya tanaman murbei karena cara ini biasanya lebih praktis dan ekonomis, serta tidak membutuhkan keahlian khusus.

Teknik budidaya murbei memerlukan penanganan khusus mulai dari pengadaan bibit, persipan lahan, penanaman, pemeliharaan, pengendalian hama dan penyakit serta pemungutan dan penyimpanan daun. Berikut, tahap-tahap teknik yang perlu diperhatikan dalam budidaya murbei:

1. Pengadaan Bibit

  • Pilih batang pohon yang bagus dengan batang tidak sedang mengeluarkan tunas atau pucuk muda. Ciri lainnya yaitu ukuran diameter batang tidak kurang dari 1 cm dan panjang batangnya tidak kurang dari 30 cm.
  • Gunakan pisau yang tajam untuk memotong batang yang telah dipilih sepanjang ± 30 cm. Buanglah semua daun dan buah yang menempel pada batang yang akan digunakan untuk stek batang. Kupas kulit ± 5 cm dari bawah, bagian ini adalah bagian yang akan ditanam.
  • Gunakan zat perangsang akar jika diperlukan.

2. Persiapan lahan

Beberapa hal yang terkait dengan persiapan lahan yaitu pemilihan lokasi, pengolahan lahan, pembuatan jalan, anak petak, petak dan blok, pembuatan  selokan, pembuatan  larikan tanaman dan pemasangan ajir.

3. Persemaian

Beberapa syarat dalam proses persemaian adalah: iklim, tanah subur, tidak liat, ketinggian tempat (dpl),  temperatur optimum, agregat, bebas dari batu  dan kerikil, lapangan sedapat mungkin datar dan hendaknya bukan bekas penggembalaan.

4. Penanaman

Penanaman dilakukan dengan dua cara yaitu sistem lubang dan sistem rorakan.

  1. Penanaman sistem lubang dapat dilakukan dengan jarak tanam 1 x 0,5m; 1 x 0,4m; 0,5x0,5m.  Lubang tanam 40x40x40 cm atau 50x50x50 cm, dengan pemberian pupuk kompos atau pupuk  kandang 2 kg/lubang.
  2. Penenaman dengan sistem rorakan dilakukan dengan membuat lubang memanjang dengan jarak 1 m seperti penanaman  tebu sedalam 50 cm dan lebar 40cm. Jarak tanam 1x0,5 atau 1x0,4m.  Pupuk dasar diperlukan untuk sistem rorakan sebanyak 20-25 ton/ha. Bila pupuk kandang sudah dimasukkan kedalam rorakan  kemudian bibit siap ditanam.

5. Pemeliharaan Tanaman Murbei

Beberapa hal yang berkaitan dengan pemeliharaan yaitu adalah penyiangan, pendangiran, pemangkasan, pemupukan serta  pengendalian hama dan penyakit.

6. Panen dan Pasca Panen

Dalam proses panen dan pasca panen tanaman murbei perlu dilakukan pemangkasan atau pruning berkala, tanaman yang telah dipangkas dengan baik akan menumbuhkan tunas muda yang cukup banyak dan dapat dimanfaatkan sebagai pakan ulat sutera.

Manfaat & Kelebihan Tanaman Murbei

Manfaat lain dari tanaman murbei yaitu sebagai pakan ternak ruminansia. Selain itu, tanaman murbai juga dapat dimanfaatkan untuk pembuatan panganan, minuman kesehatan, tanaman obat, dan tanaman konservasi.

Tanaman murbei dapat ditanam secara monokultur dan tumpangsari dengan tanaman lain dengan syarat tidak ternaungi. Kelebihan tanaman murbei pemeliharaannya tidak rumit, dapat ditanam di sekitar rumah, kebun maupun di pinggir sawah.

1. http://dishutbun.jogjaprov.go.id/assets/artikel/murbei_
2. Lincah Andadari, Sugeng Pudjiono, Suwandi dan Tri Rahmawati. Buku seri iptek V kehutanan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peningkatan Produktivitas Hutan (Pusprohut). Bogor.  www.forda-mof.org atau litbang.dephut.go.id
3. Wahyudi Isnan* dan Nurhaedah Muin. 2015. “Tanaman Murbei “ Sumber Daya Hutan Multi-Manfaat. Info Teknis EBONI 2 (12): 111-120.
4. Pramesthi Indo Juniarti, S.Hut. http://dishutbun.jogjaprov.go.id/assets/artikel/murbei_.pdf
66 Shares
 
Update Lainnya
Mendalami Pemahaman dan Merumuskan Ide Menjadi Solusi Bisnis
Mendalami Pemahaman dan Merumuskan Ide Menjadi Solusi Bisnis
Solusi bisnis muncul berasal dari niat baik atau goodwill untuk memecahkan atau menyelesaikan suatu problematika, permasalahan yang dialami orang banyak.
12 hours ago
Akan Digelar Pada 16 -20 Oktober, Trade Expo Indonesia 2019 Menargetkan Kenaikan Nilai Transaksi 10-15%
Akan Digelar Pada 16 -20 Oktober, Trade Expo Indonesia 2019 Menargetkan Kenaikan Nilai Transaksi 10-15%
Mengusung tema “Moving Forward to Serve The World”, Trade Expo Indonesia, TEI 2019 akan digelar pada 16—20 Oktober, di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten.
1 day ago
Sekilas Mengenal Sawit Indonesia dan Produk yang Berasal Dari Minyak Sawit
Sekilas Mengenal Sawit Indonesia dan Produk yang Berasal Dari Minyak Sawit
Indonesia merupakan produsen palm oil terbesar di dunia. Sebagai komoditas unggulan selain kotribusi ekonomi kegunaan minyak sawit diantaranya sebagai bahan baku minyak goreng, margarin, sabun dan lainnya...
2 days ago
Load more