Sosok Petani Muda, Meybi Agnesya Mempopulerkan Kelor dengan Coklat Kelor
INSAN

Sosok Petani Muda, Meybi Agnesya Mempopulerkan Kelor dengan Coklat Kelor

Aruma Sistha
4 weeks ago
792 views

Berawal dari keprihatinannya terhadap permasalahan gizi buruk di tanah timor, Meybi Agnesya Lomanledo, memutuskan untuk kembali pulang ke tanah kelahirannya dan menjadi petani. Berbekal dengan pengetahuannya ketika merantau, kini Meybi mantap mengolah daun kelor menjadi coklat yang digemari oleh kalangan kelas menengah atas.

Dengan brand Timor Moringa, Meybi salah satu finalis Duta Petani Muda 2018 mencoba memperkenalkan olahan daun kelor (moringa oleifera) dalam bentuk yang lebih dapat diterima oleh masyarakat modern hingga kemudian daun kelor tidak lagi hanya dikenal sebagai tumbuhan mistis di Pulau Jawa dan makanan orang miskin di NTT. Berikut adalah perbincangan dengan Meybi yang ditemui di sela-sela pelatihan Duta Petani Muda 2018 (29/11).

1. Sebagai perempuan timor yang sebelumnya merantau, apa yang membuat Meybi pulang kembali ke tanah timor dan bertani?

"Ada sebuah ungkapan Timor yang cukup menggugah saya, yaitu "bae sonde bae tanah timor lebe bae" yang artinya baik atau tidak baik ya di tanah timor itu lebih baik. Jadi walaupun dia kering (tanahnya), atau tidak ada prospek bisnis di sana, tapi dia lebih baik sebenarnya. Kemudian saya memaknai hal itu sebagai panggilan untuk pulang dan akhirnya memutuskan untuk mendedikasikan diri saya bagi kemajuan masyarakat timor dengan segala permasalahannya melalui bisnis. Karena kebetulan saya memilih kelor sebagai bahan utama produk saya, bertani kemudian menjadi sebuah konsekuensi yang harus saya ambil", ungkapnya.

Meybi memang sudah akrab dengan tumbuhan kelor sejak kecil di tempat tinggalnya. Di Kupang, kelor dianggap sebagai "benteng pertahanan terakhir". Artinya tumbuhan ini baru dikonsumsi ketika tidak ada lagi bahan makanan lain yang bisa dimakan, padahal kelor sesungguhnya kaya akan nutrisi.

Tumbuhan yang dijuluki "miracle tree" oleh The Guardian ini merupakan tanaman multifungsi karena seluruh bagiannya bisa dimanfaatkan, termasuk akarnya. Bahkan kelor juga merupakan salah satu andalan dalam mengatasi kelaparan di Ethiopia. Hanya sayangnya, sebagian besar masyarakat Timor tidak mendapatkan pengetahuan tersebut.

Menurut informasi yang didapat oleh Meybi, kelor mudah ditemui di Kupang karena tanaman ini sanggup tumbuh di kawasan tropik yang lembab juga di daerah panas, bahkan di tanah kering sekalipun, karena tidak rakus akan unsur hara.

"Jadi sebenarnya sangat ironis ketika gizi buruk merupakan permasalahan utama di NTT, padahal kelor justru tumbuh subur bahkan hingga berlebihan di sana", lanjutnya. 

2. Darimana Meybi mendapatkan ide untuk mengolah kelor ini menjadi cokelat?

"Setelah saya memutuskan untuk berkonsentrasi pada kelor, maka saya pun mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya mengenai tumbuhan tersebut. Hingga akhirnya membawa saya terbang ke Blora untuk mengikuti sebuah program di pusat pendidikan dan pelatihan budidaya kelor, Kelorina", jelasnya.

Di sana, Meybi belajar mulai dari pengolahan tanah, pembibitan, perawatan, pemanenan hingga pengolahan pasca panen. Semua hal tersebut disajikan secara detail sehingga nutrisi yang terkandung di dalam daun kelor tetap terjaga dengan baik.

Di sanalah kemudian Meybi mempelajari cara mengolah kelor menjadi masakan sayur, obat kesehatan, kosmetik, hingga aneka jajanan bernutrisi tinggi.

Setelah melakukan banyak eksperimen dalam produknya, akhirnya Meybi memilih berkonsentrasi pada produk olahan cokelat kelor. Cokelat sendiri dipilih untuk mewujudkan salah satu tujuan Meybi membawa kelor naik kelas dan melepaskan stigma sebagai makanan orang miskin menjadi kegemaran masyarakat tingkat menengah ke atas.

Dengan menggunakan pemasaran online melalui marketplace dan media sosial, citra kelor akhirnya perlahan-lahan tampak lebih baik, terlihat dari naiknya grafik penjualan Timor Moringa selama 2 tahun ini. Bahkan kini Timor Moringa juga dapat ditemui di pusat oleh-oleh khas di Kupang untuk mendukung program pemerintah daerah Nusa Tenggara Timur.

coklat kelor timor moringa
Coklat Kelor, Timor Moringa

3.  Lalu kemudian apa yang menjadi tantangan Meybi dalam mengembangkan Timor Moringa?

"Tujuan utama Timor Moringa adalah ingin menjadi solusi atas persoalan gizi di NTT melaui sumber bahan pangan yang bergizi tinggi dan mudah diakses. Namun, tantangan terbesar saya justru berasal dari paradigma masyarakat Timor sendiri mengenai kelor. Mungkin karena terlalu mudah ditemui, tumbuh liar, dan biasanya hanya dibuat sup, kelor menjadi dipandang sebelah mata. Tetapi setelah cokelat kelor cukup dikenal di luar NTT, pandangan masyarakat Timor mengenai kelor juga semakin membaik, dan semoga masyarakat NTT mulai tergerak untuk mengkonsumsi kelor sebagai pelengkap makanan utama sehari-hari", Meybi menjelaskan dengan detail.

Menurut Meybi, tantangan terbesar selanjutnya adalah mengenai keberlangsungan Timor Moringa. Meybi merasa bahwa cokelat kelor mudah sekali diduplikasi, dan dia memang tidak ingin membatasi masyarakat lain yang mungkin terinspirasi lalu kemudian juga menciptakan bisnis yang sama.

Meybi berpendapat bahwa sebagai owner, dia harus mampu berpikir seperti CEO dan terus mencari inovasi baru yang berkelanjutan untuk bisnisnya. "Saya punya mimpi untuk mengganti kemasan dan wadah plastik dengan kelor suatu saat nanti. Saya ingin berkontribusi untuk lingkungan dengan mewujudkan zero waste melaui produk-produk olahan kelor" tutupnya kemudian. 

img feature: Meybi, disela pelatihan Duta Petani Muda 2018. Sistha
66 Shares
 
Update Lainnya
Mendalami Pemahaman dan Merumuskan Ide Menjadi Solusi Bisnis
Mendalami Pemahaman dan Merumuskan Ide Menjadi Solusi Bisnis
Solusi bisnis muncul berasal dari niat baik atau goodwill untuk memecahkan atau menyelesaikan suatu problematika, permasalahan yang dialami orang banyak.
12 hours ago
Akan Digelar Pada 16 -20 Oktober, Trade Expo Indonesia 2019 Menargetkan Kenaikan Nilai Transaksi 10-15%
Akan Digelar Pada 16 -20 Oktober, Trade Expo Indonesia 2019 Menargetkan Kenaikan Nilai Transaksi 10-15%
Mengusung tema “Moving Forward to Serve The World”, Trade Expo Indonesia, TEI 2019 akan digelar pada 16—20 Oktober, di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten.
1 day ago
Sekilas Mengenal Sawit Indonesia dan Produk yang Berasal Dari Minyak Sawit
Sekilas Mengenal Sawit Indonesia dan Produk yang Berasal Dari Minyak Sawit
Indonesia merupakan produsen palm oil terbesar di dunia. Sebagai komoditas unggulan selain kotribusi ekonomi kegunaan minyak sawit diantaranya sebagai bahan baku minyak goreng, margarin, sabun dan lainnya...
2 days ago
Load more